TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Rakorpam TNI AU 2019 Sebagai Pendeteksi Dini, Intelijen Harus Andal

By 12 Feb 2019 Berita
IMG_20190212_200627

 

CILANGKAP, DISPENAU.  Kemampuan intelijen TNI AU masa kini dan masa depan harus dapat berperan sebagai alat deteksi dan penginderaan dini. Kemampuan yang andal tersebut diperlukan untuk menghadapi setiap ancaman terhadap negara dan bangsa khususnya yang datang dari dan melalui udara.

Hal tersebut dikatakan Asisten Pengamanan (Aspam) Kasau Marsekal Muda (Marsda) TNI Dwi Fajariyanto saat membuka Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakorpam) TNI AU tahun 2019 di gedung Suharnoko Harbani Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/2/2019).

Aspam Kasau menjelaskan, sebagai tahun politik, tahun 2019 menjadi tantangan besar bagi TNI AU, karena tahapan pemilu akan diwarnai dengan kampanye terbuka sehingga rentan disusupi berbagai kepentingan dan isu negatif termasuk merebaknya hoaks.

“Bukan tidak mungkin kampanye dapat berkembang menjadi tindakan-tindakan yang lebih ekstrim atau bahkan anarkis,” tegas Aspam Kasau.

Meski Rakorpam TNI AU 2019 yang diikuti oleh para perwira di jajaran supervisi Spamau seperti Kaintel, Kapen dan Surpotrud hanya dilaksanakan selama satu hari ini, namun Aspam Kasau berpesan agar para peserta dapat memanfaatkannya dengan baik serta pada saatnya dapat mewujudkan situasi dan kondisi kondusif, terhindar dari kemungkinan ancaman radikalisme dan sabotase yang merugikan TNI AU.

Pada kesempatan tersebut, juga hadir pakar siber dari ICSF (Intelijen Cyber Security Forum) Ardi Suteja yang membawakan materi tentang “perang siber dan perang dimensi keenam terkait kebocoran informasi”.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Rakorpam TNI AU 2019 Sebagai Pendeteksi Dini, Intelijen Harus Andal