Berita

Rapat Pengamanan Perbatasan di Kosek Hanudnas III

Dibaca: 15 Oleh 07 Agu 2012Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Bertempat di ruang Rapat Makosek Hanudnas III, Senin, (06/08). Panglima Kosek Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E. menghadiri rapat tentang “Tunjangan Operasi Pengamanan bagi Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil yang Bertugas dalam Operasi Pengamanan pada Pulau-pulau Kecil Terluar dan Wilayah Perbatasan” yang disampaikan oleh Paban IV Ren Progar Srenaau, Kolonel Nav Yoyok Y.S, Kasubdis Dalku Diskuau, Kolonel Adm Yanar Panjaitan, Staf Paban I Ren Sopsau, Letkol Pnb Esron SB. Sinaga, para Asisten Kosek Hanudnas III dan staf, serta Pekas Lanud Soewondo Medan.

Rapat yang dilaksanakan tersebut membahas Perpres 49 tahun 2010 tentang Tunjangan Operasi Pengamanan bagi Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil yang Bertugas Dalam Operasi Pengamanan pada Pulau-pulau Kecil Terluar dan Wilayah Perbatasan. Tunjangan tersebut merupakan tunjangan khusus yang diberikan kepada Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan dalam pelaksanaan operasi pengamanan pada pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Paban IV Srenau menyebutkan bahwa sesuai pasal 2 Perpres tersebut, besarnya tunjangan operasi pengamanan adalah sebagai berikut :

a. Sebesar 150% (seratus lima puluh persen) dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah pulau-pulau kecil terluar tanpa penduduk.

b. Sebesar 100% (seratus persen) dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah pulau-pulau kecil terluar berpenduduk.

c. Sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah perbatasan.

d. Sebesar 50% (lima puluh persen) dari gaji pokok bagi yang bertugas sesaat di wilayah udara dan laut perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar.

Untuk TNI Angkatan Udara sudah jelas bahwa anggota yang mendapat tunjangan tersebut adalah anggota Satrad dan anggota Lanud yang yang memiliki Skadron Udara yang melakukan operasi pengamanan wilayah perbatasan udara. Tidak ada anggota TNI AU yang melaksanakan operasi pengamanan pulau terluar (bertugas dan tinggal di pulau terluar) karena hal tersebut adalah tugas Marinir TNI AL.

Diharapkan ke depan, seluruh anggota TNI AU yang memang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan wilayah udara akan mendapatkan tunjangan tersebut sesuai dengan tugas yang dilaksanakannya.

Baca juga:  Gunung Bromo Meletus, Koopsau II Turunkan Bala Bantuan

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel