BeritaBerita Kotama

Ratusan Masyarakat Antusias Kunjungi Static Show Lanud I Gusti Ngurah Rai

Dibaca: 47 Oleh 26 Jul 2018Tidak ada komentar
Ratusan Masyarakat Antusias Kunjungi Static Show Lanud I Gusti Ngurah Rai
#TNIAU 

TNI AU. Dalam rangka Hari Bakti TNI AU ke 71 tahun 2018, Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai menyelenggarakan kegiatan STATIC SHOW Rabu (25/7) di Apron Selatan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Kegiatan yang dibuka mulai pukul 15.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA datang berduyun-duyun ke Lokasi kegiatan. Ratusan siswa SMK Penerbangan Cakra Nusantara, siswa-siswi SMP, SD dan masyarakat umum antusias ingin melihat pesawat yang dimiliki TNI AU.

Sebelum melihat pesawat tempur F-16 dan pesawat logistik Hercules, mereka mendapatkan pembelajaran singkat mengenai penerbangan TNI AU. “Momentum latihan Bitch Black di Darwin Australia yang diikuti berbagai Negara dan TNI AU turut berpartisipasi dalam latihan gabungan tersebut. Khususnya Skadron 3 Lanud Iswahyudi di Maospati, Magetan, Jawa Timur. Menginap satu malam di Bali, dan kita manfaatkan untuk itu menggelar static show,” jelas Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Wayan Superman.

Danlanud menambahkan kegiatan static show diharapkan generasi muda yang hadir sore ini tumbuh minat kedirgantaraannya. Dari sekian ratusan yang datang ada beberapa bibit-bibit baru masuk ke dirgantara kita dimasa datang. Dimana dengan menghadirkan visual langsung pesawat tempur milik TNI AU akan lebih mengena dikenang atau bahkan bisa langsung menumbuhkan keinginan mereka untuk masuk kedirgantaraan Indonesia kedepannya.

Momen static show yang mendatangkan sebanyak 8 pesawat tempur F-16 dan 3 pesawat angkut Hercules pun tidak dilewatkan oleh ratusan pengunjung dari pelajar dan masyarakat umum untuk berfoto-foto dengan background pesawat tersebut. 

Hari Bakti TNI AU ke-71 merupakan peringatan dua peristiwa besar dalam Angkatan Udara Indonesia dan diperingati setiap tanggal 29 Juli. Pertama, serangan udara TNI AU terhadap serangan udara TNI AU terhadap daerah pendudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang, yang dilakukan oleh Kadet Penerbang Sutardjo Sigit, Suharmoko Harbani, dan Mulyono, dibantu tiga orang teknisi bertindak sebagai penembak udara yaitu Sutardjo, Kaput, dan Dulrachman. Serangan udara yang dilakukan menjelang subuh itu menggunakan dua buah pesawat Churen dan sebuah Guntei.

Kedua, gugurnya tiga pelopor dan perintis TNI AU, masing-masing Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Ketika, pesawat Dakota VT-CLA yang dinaiki serta membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya, ditembak pesawat Belanda Kitty-hawk dan jatuh di Desa Ngoto, 3 km selatan Yogyakarta.

Baca juga:  Danlanud Iwj Mengajak Siswa-Siswi SMP Se-Karesidenan Madiun Menjadi Bagian dalam Menuju Indonesia Emas 2045

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel