Berita

Rekor Muri melempar 1500 lebih Boomerang di Lanud Suryadarma Kalijati

Dibaca: 44 Oleh 29 Apr 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Sejumlah atlit bumerang bersama anggota TNI AU Landasan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang, siswa pelajar dan Pramuka berhasil memecahkan rekor lempar bumerang secara serentak oleh 1500 orang di Lapang Base Operasi (Base Op) Lanud Suryadarma, Minggu pagi (28/4). Kegiatan ini diselenggarakan dalam Gebyar Dirgantara Lanud Suryadarma Kalijati Subang Tahun 2013 dan rangkaian kegiatan Turnamen Nasional Bumerang Indonesia (Tunas Bumi) III Tahun 2013 oleh Indonesian Sport Boomerang Association (Inasba) yang didukung penuh Komandan Landasan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang, Kolonel Pnb Eding Sungkana dan Pemda Kabupaten Subang. Aksi lempar bumerang ini tercatat sebagai aksi pertama di Indonesia yang dilakukan secara serentak dan masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia. Hadir menyaksikan sebagai saksi Taufik AS perwakilan dari MURI yang menghitung jumlah peserta lebih dari 1000 orang. 

Secara teknis tiap peserta dibekali satu bumerang dari bahan yang relatif aman bila berbenturan dengan anggota badan dan bila dilempar tetap memenuhi kriteria sebagai bumerang. Kemudian dilempar secara bersama-sama sesuai aba-aba dari panitia. 

Kegiatan ini disaksikan pula oleh tamu undangan diantaranya atlit bumerang yang juga Juara Pan American Champion, Mark Legg (USA) dan Juara Boomerang Australian & France Champion, Roger Perry dari Autralia. 

Menurut Ketua Umum Inasba, Listyo Bramantyo, agenda Tunas Bumi sebagai tolok ukur progres olahraga bumerang di Indonesia. Terutama dalam penerapan aturan pertandingan yang disesuaikan dengan aturan kelas dunia. “Dari 2 kali turnamen (Tunas Bumi pertama dan kedua) ditambah kejuaraan terbuka, saya lihat banyak kemajuan khususnya dalam penerapan aturan,” jelas Listyo. Terlebih, lanjut Listyo, pada kesempatan kali ini dihadiri oleh dua orang tokoh olahraga bumerang, yaitu Mark Legg dan Roger Perry bersedia berbagi tentang peraturan olahraga bumerang sekaligus mempraktekannya. Sehingga dimasa yang akan datang anggota Inasba bisa mewakili Indonesia dalam pertandingan tingkat dunia. Disamping itu, tambah Listyo, kegiatan ini sebagai kesungguhan upaya Inasba agar olahraga bumerang bisa diakui sebagai cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di masa depan. Sebelumnya kegiatan Tunas Bumi pertama dilaksanakan di Lapang Universitas Brawijaya, Malang Jawa Tengah tahun 2011 kemudian Tunas Bumi kedua dilaksanakan di Lapang Brigif Kujang II Cimahi tahun 2012 dan Kejuaraan Bumerang Terbuka dilaksanakan di Subang pada Oktober 2012. 

Baca juga:  TIM PASKIBRA KABUPATEN BANDUNG BERLATIH DI LANUD SULAIMAN

Mengenai keinginan tersebut disamput baik oleh Kolonel Eding Sungkana yang secara terus terang mendorong serius memasukkan olahraga bumerang sebagai bagian dari olahraga aerodinamika. Terlebih saat berlangsung bazar bumerang banyak diminati oleh warga. 

“Setelah saya diperkenalkan dengan olahraga bumerang, sudah layak dimasukkan sebagai bagian dari olaraga aerodinamika,” jelas Eding. Karena diantaranya adanya pengetahuan tentang airfoil dan berhubungan dengan udara. Oleh karena itu dirinya siap secara serius memfasilitasi perkembangan olahraga bumerang. 

Sementara itu menurut Roger Perry tempat di Lanud Suryadarma sangat cocok digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan olahraga tingkat dunia. Menurut Perry, selama dia keliling dunia belum pernah menemukan lokasi yang serepresentatif Lanud Suryadarma Kalijati. 

JAWA BARAT SEBAGAI JUARA UMUM TUNAS BUMI III 

Pada kesempatan tersebut dibagikan penghargaan kepada 5 orang best performance Tunas Bumi III dengan error point paling sedikit yaitu kepada 1 orang atlit asal Subang atas nama M. Dicky Rinaldy (66,5) dan 4 orang atlit dari Bandung masing-masing atas nama Sigit Gaara Pamungkas (46,5), Budi Sutomo (58), Toto Suparman (63,50 dan Haykal Zarkasy (75). 

Baca juga:  Danlanud Balikpapan Bagikan Bingkisan Lebaran

Keluar sebagai Juara Umum ialah Jawa Barat dengan raihan 21 piala utama dari 7 divisi lomba yang dipertandingkan meliputi Fast catch (cepat tangkap), Endurance (ketahanan dalam 5 menit), Acuracy (ketepatan), Trick Catch (tangkapan bergaya), Long Distance (lemparan terjauh), Ausie Round (putaran ausie) dan Maximum Time Aloft (MTA/paling lama melayang di udara). 

Atas prestasi dan semangat yang diperlihatkan atlit bumerang di Tunas Bumi III, Mark Legg mengaku sangat terkesan. “Saya terkejut dengan pemain-pemain bumerang muda di sini yang yang sangat tertarik pada olahraga bumerang yang dibarengi dengan dengan keseriusan mencetak prestasi. Saya yakin dimasa depan Indonesia bisa tampil bagus di (Kejuaraan Olahraga Bumerang) Dunia,” kata Legg kepada penulis. 

Hal senada disampaikan Roger Perry yang terkesan dengan semangat para pemain muda maupun pembuatnya yang. Perry pun yakin dan optimis pada kemampuan para atlit maupun pembuat bumerang Indonesia tidak lama lagi bisa “berbicara” di taraf dunia,” ujar Perry. 

DAFTAR JUARA TURNAMEN NASIONAL BUMERANG INDONESIA 2013 

Baca juga:  MAYOR PNB JAMES YANES SINGAL SISWA TERBAIK SESKOAU ANGKATAN 47

ACURACY

Juara I – M. Dicki Rinaldy (Jawa Barat) 
Juara II – Lailal Kadariansyah (Jawa Barat)
Juara III – Budi Sutomo (Jawa Barat) 

FAST CATCH

Juara I – Sigit Gaara Pamungkas (Jawa Barat) 
Juara II – M. Dicki Rinaldy (Jawa Barat) 
Juara II – Iqbal Sobandi (Jawa Barat) 

ENDURANCE

Juara I – Sigit Gaara Pamungkas (Jawa Barat) 
Juara II – Haykal Zarkasy (Jawa Barat) 
Juara III – Iqbal Sobandi (Jawa Barat) 

TRICK CATCH

Juara I – Hari Gunawan (Jawa Timur) 
Juara II – Iqbal Sobandi (Jawa Barat) 
Juara III – Randhi Prawedya Rana (Jawa Timur) 

AUSIE ROUND

Juara I – Haykal Zarkasy (Jawa Barat) 
Juara II – Gege Firmansyah (Banten) 
Juara III – Budi Sutomo (Jawa Barat) 

LONG DISTANCE

Juara I – Sigit Gaara Pamungkas (Jawa Barat) 
Juara II – Yudhiana Ardisoma (Jawa Barat) 
Juara – Toto Suparman (Jawa Barat) 

MAXIMUM TIME ALOFT (MTA)

Juara I – Adi Prasetyo (Jawa Barat) 
Juara II – M. Dicky Rinaldy (Jawa Barat) 
Juara III – Fajar (Jawa Timur)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel