Berita

Rencana gelar latihan “Pasific Angel”: WAKARUSPAU DAN USPACAF “SOWAN” KE SRI PAKU ALAM IX

Dibaca: 5 Oleh 23 Jan 2013Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Kerjasama yang melibatkan dua Negara antara Negara Adidaya Amerika dan Indonesia, juga diwujudkan oleh TNI khususnya TNI AU dan USPACAF (United State Pacific Air Force) melalui kerjasama Engeneering Capacity dan Medical Capacity. Kerjasama ini bertujuan untuk membina hubungan baik kedua Negara sekaligus latihan pertukaran informasi.

Wakaruspau Hardjolukito Kol Kes Dr Frits MR. Sp OG sebagai Wakil Direktur latihan Pasific Angel bersama Letc. Casey Ward dan Letc Gipson (Director Excersise) USPACAF serta Kadisops Lanud Adi Kol Pnb Minggit Tribowo, Kol Kes Hendra Ginanjar (Planner Excersise) dan pejabat lainnya. Selasa (22/1) berkunjung ke kantor Wakil Gubernur yang disambut langsung oleh Sri Paku Alam IX.

Menurut keterangan Wakaruspau ”Latihan Pasific Angel akan dilaksanakan dari tanggal 22-26 April 2013, dan pull out dilaksanakan 28 April 2013. Sesuai hasil survey beberapa waktu yang lalu tempat yang akan digunakan sebagai latihan bersama Medical Capacity di Balai Desa Madurejo dan untuk Engeneering Capacity dipusatkan di Puskesmas Induk Gamping 2, Puskesmas Pembantu Tri Hango Gamping, dan TK ABA Bleber.” jelasnya. Adapun tujuan kami berkunjung ke Kantor Wagub Yogyakarta, masih menurut Dr Frits ”sebagai bahan laporan sekaligus kulonuwon kepada beliau bahwa Negara Indonesia melalui TNI AU dan USPACAF melaksanakan kerjasama terutama di wilayah Yogyakarta.” imbuhnya.

Baca juga:  Pengembangan Inovasi Satpurnas Oleh BPPT di Lanud Iwj

Selain melibatkan tenaga medis Dokter dan perawat TNI, juga akan melibatkan tenaga medis dari Dinkes dan Universitas ternama yang ditunjuk. Dalam Madcap kedepan rencananya akan dilaksanakan 5 topik yaitu, HIV, TBC, PHBS (pola hidup bersih Sehat), Gigi, dan DHF.

Pada bagian akhir sambutannya, Sri Paku Alam IX mengucapkan terima kasih atas kesediaannya mengadakan latihan sekaligus Bakti Sosial di Propinsi Yogyakarta, baik karena Yogya sebagai laboratorium gempa dan Indonesia juga sebagai laboratorium dunia, tegasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel