Berita

Rencanakan Pemanfaatan Lahan Tidur, Danwingdikkal Studi Banding ke Perkebunan dengan Konsep Green House

Dibaca: 8 Oleh 27 Jul 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 27 at 4.06.00 PM 4
#TNIAU 

TNI AU. TASIKMALAYA. Dalam rangka perencanaan pemanfaatan lahan tidur di area Wing Pendidikan Pembekalan, Komandan Wing Pendidikan Pembekalan Kolonel Kal Supana, S.E., M.M. yang didampingi oleh Kepala Dinas Operasi Wing Pendidikan Pembekalan Letkol Kal Dian Mulyana, M.Han dan Kepala Pengadaan Wing Pendidikan Pembekalan Kapten Kal Sunu Arieyanto melakukan Studi Banding ke perkebunan dengan konsep Green House yang terletak di Kecamatan Gobras, Tasikmalaya pada Selasa (27/7/2021).

Sebelumnya Komandan bersilaturahmi H. Cece Insan Kamil, Wakil Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Condong, Yayasan Islamiyah Pondok Pesantren Condoh yang merupakan rekanan Danwingdikkal dan membahas kerja sama dalam pengelolaan lahan tidur di area Wing Pendidikan Pembekalan agar dapat difungsikan sebagai kebun yang memproduksi tanaman bahan pokok, sayuran, maupun buah-buahan dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Dalam silaturahmi tersebut, H. Cece mengajak Danwingdikkal untuk sekaligus mengunjungi salah satu rekannya yang Bernama Maman pengelola kebun melon dengan Konsep Green House yang berada di Kecamatan Gobras agar dapat melihat secara langsung sistem perkebunan modern.

Baca juga:  Donor Darah dalam Hari Bakti TNI AU ke-73 di Lanud Sam Ratulangi

Di Perkebunan seluas 90 m2 terdapat ratusan bibit buah melon dibudidayakan secara hidroponik. Maman selaku pengelola perkebunan tersebut mengungkapkan bahwa teknik budidaya melon dengan metode hidroponik mempunyai banyak keunggulan. “Dengan menggunakan metode hidroponik ini tanaman tidak akan kekurangan nutrisi karena nutrisi yang diberikan terlarut dalam air dan lebih mudah diserap oleh akar, selain itu metode hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga sangat cocok diaplikasikan di lahan terbatas atau bahkan pekarangan rumah,” tuturnya.

Lebih lanjut Maman mengungkapkan melon-melon yang ditanam dengan metode hidropopnik memiliki keunggulan, yaitu rasa melonnya lebih manis, perawatan tidak sulit dan masa panennya 60 hari sekali dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu panen yang lebih lama.

Sementara itu, Komandan Wing Pendidikan Pembekalan Kolonel Kal Supana, S.E., M.M. terkesan dengan pengelolaan Green House dan budidaya melon tersebut. “Dalam Green House itu hama tidak bisa masuk, terlindung dari berbagai cuaca, lalu kualitas tanamannya sendiri lebih baik dari konvensional karena terlindungi dari hama dan cuaca tadi, tentunya semua metode baik Green House maupun budidaya melon dengan hidroponik yang ada di kebun ini akan dapat kita jadikan masukan dan aplikasikan di Wingdikkal, mengingat Wingdikkal memiliki area berupa lahan tidur yang cukup luas, sehingga akan lebih bermanfaat apabila diolah menjadi perkebunan,” tuturnya.

Baca juga:  Kesamaptaan Jasmani Menentukan Karir Prajurit TNI AU

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel