Berita

Reog Singo Dirgantoro bikin histeris di Festival Nasional Reog Ponorogo

Dibaca: 147 Oleh 28 Agu 2019Agustus 29th, 2019Tidak ada komentar
Reog Singo Dirgantoro bikin histeris di Festival Nasional Reog Ponorogo
#TNIAU 

TNI AU. Tak henti-hentinya tepuk riuh dari penonton Festival Nasional Reog Ponorogo  (FNRP) di Alun-Alun Kota Ponorogo saat menyaksikan Reog Singo Dirgantoro Lanud Iswahjudi tampil dalam Festival Reog Ponorogo semalam, Selasa (27/8).

Disaksikan sebanyak 850 anggota Lanud Iswahjudi dan Insub,  Seni reog Singo Dirgantoro tampil bak pemain sirkus yang sedang tampil atraksi. Mulai dari jatil warog tuwo, warog, Dadak merak, bujang ganong, Klono Sewandono, semua memainkan perannya  masing-masing. Seperti orchestra hidup semua pemain memainkan perannya dengan baik. Komandan Wing 3 Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., Dandepohar 80 Kol Tek Iwan Agung Djumaeri, S.I.P., Dandepohar 60 Kol Tek Wahyu Laksito, Kadislog Kol Tek Royke C. Manusiwa, S.E., M.M., Kadisops Letkol Pnb M. Anjar Legowo dan pejabat Lanud Iswahjudi serta Insub.

Paguyuban seni reog Singo Dirgantoro yang dibentuk 2 Februari 2018, sudah beberapa kali tampil dalam even dalam Festival Nasional Reog Ponorogo, penyerahan pesawat F 16 block 52ID, dan even Gebyar Dirgantara dll. Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra S.E., M.M., dalam pesannya saat akan tampil mengatakan “Seni Reog Singo Dirgantoro merupakan kebanggan Lanud Iswahjudi, tampillah dengan membawa nama besar Lanud Iswahjudi, kalian adalah duta-duta kebudayaan yang menjunjung kearifan lokal”, pesannya.

Baca juga:  Personel Kosekhanudnas II Latihan Menembak

Melalui usaha keras dan latihan yang terus menerus dibawah asuhan seniman mas Anggono, mas Deni Dodo dan mas Orien Reog Singo Dirgantoro yang berjumlah 94 pemain, Semalam tampil apik dan enerjik dibawah sinar lampu dan tepuk sorai yang memadati tribun penonton. Waktu yang disediakan oleh panitia 25 menit digunakan maksimal oleh Reog Singo Dirgantoro. Ketua paguyuban Reog Singo Dirgantoro Letkol Sus Iwan Setyo. N, M.Han. dalam pesan elektroniknya mohon doa restu dan dukungan doanya kepada seluruh anggota Lanud Iswahjudi.

Reog Singo Dirgantoro semalam menampilkan lakon “Prabu Klono Sewandono” dengan pecut (Cemeti) Samandiman melamar Dyah Ayu Songgo Langit dari Kediri. Raja Kediri mengadakan sayembara untuk peminangan putrinya dengan persyaratan, dibuatkan terowongan bawah tanah dalam waktu semalam,  menginginkan binatang dengan bentuk satu badan dua kepala,  menciptakan kesenian yang belum ada di tanah Jawa sebagai iring-iringnan pernikahannya. Prabu Sri Klono Sewandono menyanggupi persyaratan tersebut, akan tetapi pasukan tersebut dihadang oleh Sang Singo Barong dan terjadilah pertempuran yang dimenangkan Sang Singo Barong. Kemudian Patih Pujonggo Anom melaporkan kejadian tersebut kepada Prabu Sri Kelono Sewandono, akhirnya Prabu Sri Kelono Sewandono, turun langsung maju dimedan laga menghadapi Raja Singo Barong yang dimenangkan oleh Prabu Sri Kelono Sewandono.  Sebagai tanda penghormatan kepada Raja Kediri, kepala Singo Barong dan  Burung Merak disatukan untuk melengkapi serah-serahan kepada kerajaan Kediri. Inilah awal cerita lahirnya Reog Ponorogo.

Baca juga:  Tingkatkan Kesiagaan, Lanud Adisutjipto Gelar Latihan Crash Team

 

 

 

 

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel