Berita

Revolusi Industri 4.0, Membawa Pengaruh Sering Lupanya Kita Kesalihan Sosial dan Adap Kesopanan Mulai Tergadaikan

Revolusi Industri 4.0, Membawa Pengaruh Sering Lupanya Kita Kesalihan Sosial Dan Adap Kesopanan Mulai Tergadaikan
#TNIAU 

TNI AU.  Revolusi dari masa ke masa timbul akibat dari manusia mencari cara termudah dalam beraktifitas. Diawal abad 21, dunia memasuki revolusi industri 4.0, dimana pada setiap tahap menimbulkan konsekuensi pergerakan yang semakin cepat, dan perubahan adalah keniscayaan dalam kehidupan umat. Menyikapi hal tersebut Lanud Iswahjudi melaksanakan ceramah komunikasi sosial (Komsos), yang diikuti oleh perwakilan siswa SMA N 1 Maospati, SMK Penerbangan Angkasa, mahasiswa STKIP dr. Nugroho Maospati, FKPPI Madiun, para kepala Desa se-kecamatan Maospati, Komandan Koramil, Kapolsek Maospati dan Camat Maospati, di graha Dewanto Lanud Iswahjudi.

Ceramah dengan tema “Melalui Komsos TNI AU kita pelihara kemanunggalan dengan rakyat guna meningkatkan semangat bela negara.” Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., menyampaikan bahwa diera industri 4.0, manusia tidak lagi menjadi subyek, malah terkadang manusia menjadi sistem yang dianggap benda. Nilai-nilai kepemimpinan keudaraan atau Airmanship, kini ikut terpapar oleh komunikasi sistem jaringan dan dunia digital. “Ketika kita mudah mendapatkan informasi perkembangan global, regional dan nasional, melalui beberapa sentuhan dilayar digital, maka kitapun sering lupa makna kesalihan sosial dan adap kesopanan mulai tergadaikan”, ungkap Marsma TNI Iko.

Senada dengan Danlanud Iswahjudi, Danskatek 042 Letkol Tek A. Subagyo dalam ceramahnya menjelaskan perjalan Revolusi Industri di dunia dari dulu sampai dengan sekarang. “Revolusi Industri 4.0 era digital saat ini memudahkan kita dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, tugas pekerjaan dikantor dan di pabrik-pabrik besar,” katanya.

Sementara Dansatpom Lanud Iswahjudi Letkol Pom M. Achyar, dalam ceramahnya tentang berita Hoax. Menurutnya berita hoax adalah berita bohong yang dikatakan secara berulang ulang serta disebarkan maka berita tersebut bisa diyakini sebuah kebenaran. Sedangkan materi hoax diantaranya untuk menimbulkan keresahan masyarakat, motif kejahatan, motif politk dan fitnah, imbuhnya.

Ceramah di sesi terakhir disampaikan oleh Kaintel Lanud Iswahjudi Letkol Sus A. Iwan Setyo N, M.Han., dengan materi radikal kiri di Indonesia. Menurutnya Radikal adalah suatu sikap atau perilaku di luar sistem di luar Berbangsa dan bernegara. Radikal kiri di bagi beberapa komponen diantaranya komponen kelompok Tua, Kelompok elit dan Kelompok muda. “Adapun upaya penanggulangan Radikal adalah (1) Laksanakan pembangunan (minimalisir kemiskinan, pengangguran dan ketidak adilan).(2) Sikap tegas dari Pemerintah.(3) Operasi Intelijen dari dalam negeri dan luar negeri.(4) Penegakan hukum secara konsisten,” tegas Letkol Sus Iwan.

Acara yang juga dihadiri Kadislog Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Royke C. Manusiwa,S.E.,M.M., Kadispers Letkol Pnb Budi Susilo, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada pemateri.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel