Berita

RS. Harjolukito Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Dibaca: 28 Oleh 21 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Merujuk data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pada tahun 2009, di daerah Istimewa Yogykarta ditemukan 576 kasus HIV/AIDS. Sementara di kota Yogyakarta sendiri dengan luas daerah sekitar 23 km² ditemukan 263 kasus. Hal tersebut disampaikan dr Vita Yulia M.Kes dalam acara Sosialisasi HIV/AIDS di Aula RS. Harjolukito Lanud Adisutjipto, Jum’at (19/3).

 

Menurut dr Vita Yulia M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi DIY mencatat tingginya usia produktif yang terinfeksi HIV/AIDS karena salah satunya adalah perilaku seks kaum muda di kota pelajar dan mahasiswa tersebut. “Dinas Kesehatan sendiri dalam upaya penanganan HIV/AIDS memang mengintensifkan langkah guna menemukan penderita. Sosialisasi, pendampingan dan perhatian khusus untuk pengobatan digalakan,” jelasnya

 

Mengingat tingginya kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Yogyakarta, Rs. dr. Harjolukito menggelar sosialisasi guna menekan penyakit yang belum ada obatnya tersebut. Menurut Kepala Rumah Sakit dr. Harjolukito, dr. Krismono, acara Sosialisasi HIV/AIDS merupakan bentuk kerjasama antara Lanud Adisutjipto dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS kepada anggota Lanud Adisutjipto. Sosialisasi HIV/AIDS menampilkan dua pemapar, dr Vita Yulia M.Kes dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sedang dari RS. Harjolukito paparan disampaikan oleh dr. Junadi Sp.KP.

Baca juga:  PANGLIMA TNI TANAM SATU MILYAR POHON DI KAB. OGAN ILIR, SUMSEL

 

Dalam paparannya dr. Junadi Sp.KP mengatakan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang disingkat AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Sementara HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. “Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan,” tandasnya.

 

dr. Junadi Sp.KP menjelaskan biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat terutama pada malam hari, pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

 

Dalam kesempatan yang sama dr. Junadi Sp.KP mengingatkan pendidikan agama dan memilih pergaulan adalah salah satu cara untuk ikut menanggulangi perkembangan HIV/AIDS. Penanggulangan HIV/AIDS menurut dr. Junadi Sp.KP juga efektif dilakukan melalui pendidikan baik kepada peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan baik pada jalur pendidikan formal maupun non formal, dengan mengintegrasikan materi HIV/AIDS pada setiap kegiatan yang relevan atau sosialisasi seperti ini.

Baca juga:  50 Personel Lanud Rsn Laksanakan Tes Samapta untuk UKP periode Oktober

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel