<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>"Berita TNI AU"</title>
    <description>Berita TNI AU Terkini</description>
    <atom:link href="https://tni-au.mil.id/rss/prajurit-depohar-60-uji-ketangguhan-di-medan-nyata-hadapi-simulasi-ancaman-bom-di-guam" rel="self"/>
    <link>https://tni-au.mil.id/berita/detail/prajurit-depohar-60-uji-ketangguhan-di-medan-nyata-hadapi-simulasi-ancaman-bom-di-guam</link>
    <item>
      <title>﻿Prajurit Depohar 60 Uji Ketangguhan di Medan Nyata, Hadapi Simulasi Ancaman Bom di Guam</title>
      <link>https://tni-au.mil.id/berita/detail/prajurit-depohar-60-uji-ketangguhan-di-medan-nyata-hadapi-simulasi-ancaman-bom-di-guam</link>
      <description><![CDATA[﻿TNI AU. Enam
prajurit Depo Pemeliharaan 60 (Depohar 60) TNI Angkatan Udara menunjukkan
ketangguhan dan profesionalismenya dalam menghadapi simulasi ancaman berisiko
tinggi melalui fase Field Training Exercise (FTX) di Andersen Air Force Base,
Guam, Jumat (21/8/2026).

&nbsp;

Latihan ini menjadi tahapan
penting setelah sebelumnya para prajurit dibekali pengetahuan dan teknologi
mutakhir. Di medan latihan, kemampuan tersebut diuji melalui skenario yang
menuntut ketenangan, ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta presisi
dalam setiap tindakan. Bersama personel Hawaii Air National Guard, prajurit
Depohar 60 dihadapkan pada berbagai situasi yang merepresentasikan ancaman
nyata di lapangan.

&nbsp;

Dalam FTX tersebut, personel
Depohar 60 diuji dalam tiga spektrum penanganan ancaman utama. Pertama, Unexploded
Ordnance (UXO) atau sisa amunisi yang tidak meledak. Prajurit dituntut mampu
mengenali karakteristik ancaman, melakukan analisis situasi, serta melaksanakan
prosedur pengamanan dan penanganan secara tepat untuk mencegah terjadinya
ledakan yang tidak terkendali.

&nbsp;

Kedua, Improvised Explosive
Device (IED) atau alat peledak rakitan. Skenario ini menguji kemampuan prajurit
dalam menghadapi ancaman yang bersifat tidak terduga, dengan mengedepankan
prosedur keselamatan, ketelitian dalam identifikasi, serta koordinasi tim.
Setiap tahapan dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan guna
meminimalkan risiko terhadap personel maupun lingkungan sekitar.

&nbsp;

Ketiga, penanganan downed
Unmanned Aerial System (UAS) atau drone. Materi ini menjadi bagian penting
dalam menghadapi perkembangan ancaman udara modern. Personel dilatih untuk
mengamankan wahana nirawak yang jatuh atau berhasil dilumpuhkan, sekaligus
memastikan kondisi dan potensi ancaman yang masih melekat sebelum dilakukan
proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

&nbsp;

Keterlibatan prajurit Depohar
60 dalam FTX di Guam tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan teknis, tetapi
juga memperkuat kesiapan menghadapi karakter ancaman yang semakin kompleks.
Interaksi dan latihan bersama Hawaii Air National Guard turut memberikan
pengalaman berharga dalam membangun kemampuan adaptasi, interoperabilitas,
disiplin prosedur, dan kerja sama tim dalam lingkungan operasi yang dinamis.

&nbsp;

Melalui latihan tersebut, Depohar 60 kembali menegaskan
komitmennya dalam membentuk prajurit teknisi yang tidak hanya unggul dalam
penguasaan teknologi, tetapi juga tangguh ketika dihadapkan pada situasi
berisiko tinggi. Karena menghadapi ancaman masa depan bukan hanya tentang
seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi seberapa siap prajurit
menguasainya saat berada di garis depan.

&nbsp;]]></description>
      <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 12:01 +0700</pubDate>
      <guid>https://tni-au.mil.id/berita/detail/prajurit-depohar-60-uji-ketangguhan-di-medan-nyata-hadapi-simulasi-ancaman-bom-di-guam</guid>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/md/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-26%20at%2011.55.53%20(1)-1128862-600.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-24%20at%2015.18.18-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-24%20at%2015.18.19-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-24%20at%2015.18.19%20(1)-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-26%20at%2011.55.52-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-26%20at%2011.55.53-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-26%20at%2011.55.53%20(2)-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
      <enclosure url="https://tni-au.mil.id/images/sw/lg/2026/08/WhatsApp%20Image%202026-08-26%20at%2011.55.54-1128862-1080.webp" type="image/webp"/>
    </item>
  </channel>
</rss>
