Berita

RUMKIT LANUD SURYADARMA KEMBALI LAYANANI PEMASANGAN KB MOW

Dibaca: 4 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Rumah Sakit (Rumkit) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Suryadarma, Subang kembali menjadi lokasi pelaksanaan pelayanan program Keluarga Berencana (KB) Terpadu Pemerintah Kabupaten Subang jenis Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) bagi calon aseptor KB keluarga miskin di Subang, Rabu (16/12). Kegiatan dilaksanakan sehari penuh kerjasama antarinstansi yaitu Rumah Sakit Lanud Suryadarma, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, PKK Kabupaten Subang, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Subang, Departemen Agama Kabupaten Subang dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Subang mengerem laju penduduk.

 

Pada pelayanan KB mantap MOW terakhir di tahun 2009 ini, menurut Kepala Rumah Sakit Lanud Suryadarma Mayor Kes dr Harijadi Tawan Sp.B, berhasil dilayani sekitar 74 aseptor MOW dan 2 MOP dari 20 Kecamatan di Subang. Ditambahkan tiap-tiap calon aseptor rata-rata didampingi aseptor lama dan Penyuluh Lapangan (PL) KB dari tiap kecamatan untuk memberikan dukungan moril aseptor baru agar mantap melaksanakan KB MOW. Selain itu Rumkit Lanud Suryadarma mendapat dukungan beberapa tenaga medis yaitu satu orang dokter Spesialis Ginekologi dari Rumah Sakit Pusat TNI AU Jakarta, dibantu Karumkit Lanud Suryadarma sebagai dokter bedah MOP dan beberapa tenaga medis dari Rumkit Suryadarma. Selain itu untuk memperlancar pelaksanaannya didukung pula anggota Rumkit Lanud Suryadarma dan anggota Dinas lainnya yang berkaitan di dari Pemerintah Kabupaten Subang.

Baca juga:  Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lanud Balikpapan

 

Salah seorang aseptor lama Taryati (46 tahun) dari Desa Jati, Kecamatan Cipunagara Subang menceritakan pengalamannya selama delapan tahun sebagai aseptor KB mantap MOW ternyata lebih nyaman dari beberapa jenis KB lainnya seperti suntik, pil dan IUD. Apabila jenis-jenis KB konvensional cenderung berefek, maka MOW susahnya hanya di awal saja yang harus menjalani operasi kecil. Seterusnya menurut Taryati tubuh tetap fit dan tidak timbul perasaan malas apabila mengadakan hubungan. Motivasi Taryati sebagai aseptor MOW adalah merasakan sendiri proses dan manfaat MOW sehingga dapat mengajak orang lain berKB MOW. Sehingga hingga kini ia telah banyak mengajak rekan-rekan di desanya, mininal satu orang dalam kegiatan pelayanan KB MOW dalam satu bulan. Oleh karena itu, ia dipercaya PLKB Cipunagara sebagai koordinator aseptor di kecamatan Cipunagara dalam menjaring calon aseptor-aseptor baru.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel