Berita

Safari Bintal Komando di Lanud Sulaiman

Dibaca: 35 Oleh 22 Sep 2014Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Pembinaan mental TNI AU merupakan bagian dari perawatan personel dan pembinaan personel serta sebagai implementasi dari pembinaan kekuatan TNI AU khususnya pembinaan di bidang kejiwaan. Tujuannya adalah agar setiap prajurit TNI dalam setiap tindakannya dilandasi moral, semangat, dan motivasi yang tinggi sehingga terbentuk insan prajurit yang bertumpu pada jati dirinya dan telah terbina secara serasi, selaras serta seimbang. 

Hal tersebut disampaikan Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara (Kodikau) Marsekal Muda TNI M. Nurulah, S.IP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kolonel Pnb Hari Budianto selaku pimpinan rombongan Safari Bintal, Senin (22/9) yang dilaksanakan di gedung balai prajurit Cendrawasih Lanud Sulaiman,Margahayu, Kabupaten Bandung, yang dihadiri Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han), Kadisops, Kadispers dan Kadislog, para komandan skadik, dan seluruh anggota Lanud Sulaiman. 

Dankodikau pun menekankan kepada seluruh anggota di jajaran KodikAu untuk selalu menjalin kerja sama yang baik dengan setiap satuan kerja di Lanud Sulaiman agar tercipta hubungan timbal balik yang baik dan harmonis yang muaranya dapat meningkatkan setiap pelaksaaan tugas sesebagaimana yang diharapkan.

Baca juga:  Pemberangkatan Personel Dalam Rangka Latgabma Malindo Darsasa Ta 2016

Sedangkan Danlanud Sulaiman dalam sambutannya mengharapkan kepada para personel Lanud Sulaiman agar tetap memelihara disiplin dan perilaku yang baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga tercapai peningkatan kinerja yang berkualitas. 

Acara safari bintal diisi dengan materi mengenai Gerakan Islamic State or Iraq and Sham (ISIS) yang disampaikan oleh Kasubdit Bintal Dispers Kodikau Letkol Sus Nurudin, S.Ag, M.Ag. Dalam paparannya disampaikan tentang upaya mencegah berkembanganya paham ISIS dalam lingkungan TNI AU khususnya Kodikau, perlu dilaksanakan, pertama bintal rohani dengan sasaran terwujudnya prajurit TNI yang beriman dan bertaqwa. Pemantapan Keimanan, peribadatan, dan akhlak. Kedua, bintal ideologi yang bertujuan terwujudnya prajurit TNI yang nasionalis, pemantapan cinta NKRI, soliditas, dan disiplin melalui etos kerja, serta pemahaman, pengahayatan dan pengamalan Pancasila. Ketiga adalah bintal trajuang, yaitu terwujudnya prajurit TNI yang militan. 

PNS IV/A Riana Chaerawati, S.Psi., membahas materi tentang keharmonisan keluarga. Disampaikan bahwa untuk menggapai keluarga yang harmonis dibutuhkan kerjasama yang baik antara suami-istri, menyadari akan perannya masing-masing sehingga mereka terhubung seperti anggota tubuh yang saling melengkapi. Jika salah satu bagian sakit, maka yang lain akan merasakan hal yang sama. Mereka akan saling bahu-membahu untuk menolong dan menyembuhkan. Untuk mengatasi permasalah yang timbul dalam keluarga kita harus takut kepada Tuhan, jujur kepada pasangan, komunikasi efektif, saling percaya, komitmen perkawinan, cari kelebihan pasangan, menghargai dan memaafkan, dan No alcohol and drugs. 

Baca juga:  32 Honorer Kodikau Terima Tali Kasih Pada Natal Bersama Kodikau Dan Jajaran

Sementara itu, materi yang disampaikan Letkol Pom M. Noor membahas tentang mengapa narkoba sulit diberantas, perkembangan terbaru narkoba, jenis dan godaannya, akibat narkoba terhadap kesehatan, pergaulan, keluarga, keuangan, dan lain-lain, tips-tips untuk tidak terjerat narkoba, dan mengenal BNN (Badan Narkotika Nasional). 

Sedangkan bidang hukum yang disampaikan oleh Kakum Kodikau Letkol Sus Evi Zuraedah, S.H., M.H., membahas penerapan Hak Asasi Manusia dalam Penegakkan Hukum Disiplin diulas tentang Undang Undang RI no.26 tahun 1997 tentang hukum displin prajurit dan Undang Undang RI no.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kesimpulannya, adalah jadikan disiplin sebagai napas kehidupan prajurit, berikan tindakan/hukuman disiplin bagi prajurit yang melakukan pelanggaran hukum disiplin sebagai bentuk pembinaan disiplin, dan junjung tinggi HAM dalam melakukan penegakkan hukum disiplin prajurit.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel