Berita

SAFARI BINTAL TERPADU DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 17 Oleh 28 Sep 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

im Safari Bintal Terpadu yang terdiri dari personel Mabesau, Puspomau dan Koopsau I melaksanakan safari bintal terpadu di Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas. Kolonel Psk Djumiran, S.Sos. bertindak sebagai Ketua Tim dengan membawa 6 penceramah, 1 orang pendamping dan seorang pendukung. Tim penceramah terdiri dari unsur Pomau, Psikologi, Kesehatan, Bintal, Watpers dan Hukum.

 

Bertempat di Aula Batalyon 465 Paskhas, Senin (27/9) ceramah dilaksanakan dengan diikuti oleh seluruh personel Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas. Hadir pada acara tersebut Kadisops Lanud Supadio Letkol Pnb Ir. Bob Henry Panggabean selaku Palakhar Danlanud, Kadislog Letkol Pnb Candra Komar, Pjs. Kadispers Mayor Adm Henri, S.Sos, dan Danyon 465 Paskhas Mayor Psk Rana Nugraha, S.E.

 

Ceramah diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua Tim dengan arahan dan himbauan agar seluruh personel menyimak, mendengarkan dengan sekasama ceramah yang akan disampaikan kepada seluruh personel. Apa yang akan disampaikan akan bermanfaat dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan personel di dalam melaksanakan tugasnya selaku prajurit TNI Angkatan Udara, jelas Kolonel Psk Djumiran, S.Sos.

Baca juga:  Ceramah Kesehatan Di Lanud Iswahjudi

 

Setelah pembukaan berturut turut dilanjutkan ceramah inti, diawali dari permasalahan kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran disiplin personel TNI AU diseluruh jajaran TNI Angkatan Udara yang disampaikan oleh Kolonel Pom Dadang Fadilah. Menurutnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas TNI Angkatan Udara masih relative tinggi, hal ini dikarenakan personel kurang peduli terhadap keselamatan diri yang setiap saat dapat terjadi dan dialami oleh setiap orang. Penggunaan helm, sabuk pengaman untuk kendaraan roda dua maupun empat kurang mendapat perhatian dan unsur kehati-hatian yang paling penting didalam melaksanakan perjalanan.

 

Giliran terakhir ceramah dan sekaligus sebagai penutup safari bintal terpadu adalah masalah pernikahan yang disampaikan oleh Letkol Sus Drs. Jaitul Mukhlis jabatan sehari hari sebagai Kasibinroh Sbdbintal Diswatpersau. Agar perkawinan/pernikahan berjalan langgeng maka resepnya ada 4 unsur yang harus diperhatikan yaitu pertama komitmen kedua belah pihak untuk saling menjaga, kedua kesetiaan tetap terjalin terus menerus, ketiga terbuka antara kedua belah pihak dan keempat adalah adanya ikatan keluarga besar artinya selain suami, istri dan anak maka masih ada anggota keluarga yang lain seperti orang tua dan adik maupun kakak.

Baca juga:  AKRS di TMP Bukit Barisan Medan

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa pernikahan yang langgeng akan membawa perilaku seseorang menjadi baik, teratur, terarah, dinamis serta harmonis sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dikantor berjalan dengan baik dan lancar.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel