Berita

Safari Intel TNI AU di Lanud Raden Sadjad

Dibaca: 259 Oleh 01 Mar 2017Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Safari Intel TNI AU tahun 2017 dilaksanakan di Lanud Raden Sadjad (RSA). Komandan Lanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Nurtantio Affan beserta seluruh anggota Lanud RSA hadir mengikuti ceramah tersebut yang disampaikan oleh Kolonel Sus Siswanta Paban II Pam Spamau, bertempat di Gedung Cakrawala, Selasa (28/2). Sebelum ceramah dimulai, Komandan Lanud RSA menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Kolonel Sus Siswanta atas kedatangannya untuk memberikan ceramah intelijen kepada anggota Lanud RSA, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan agar menjadikan pedoman dalam melaksanakan tugas dengan baik.

Paban II Pam Spamau dalam ceramahnya, memberikan gambaran perkembangan lingkungan strategi global dan regional maupun nasional agar prajurit TNI AU bisa mengerti tentang perkembangan tersebut dengan harapan dapat menumbuhkan “sense of inteligence and sense of security” baik militer, sipil maupun keluarganya. Dengan upaya tersebut diharapkan seluruh personil TNI AU lebih waspada dan mampu meningkatkan kepekaan terhadap setiap ancaman yang timbul terutama pada perubahan-perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis. “Tingkatkan rasa peduli terhadap lingkungan serta pengawasan terhadap orang asing, serta mengadakan pembinaan mental secara berkesinambungan sehingga tercapai kesiapan mental psiologis dan terhindar dari pengaruh negatif”, katanya.

Baca juga:  Gubernur AAU Terima Kunjungan Perdana Kapolda DIY

Kolonel Sus Siswanta juga menyampaikan pesan Aspam Kasau untuk mencermati dan mewaspadai setiap situasi, guna dapat mendeteksi dan antisipasi secara dini. “Antisipasi setiap ancaman dan kerawanan serta menyiapkan kontijensi atas kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Dan meningkatkan koordinasi dengan satuan samping dan menjaga soliditas antar unsur TNI maupun Polri guna mewaspadai terhadap upaya memecah belah dengan memahami hahekat ancaman. Selain itu juga untuk menghindari tindakan kekerasan yang berlebihan atau penganiayaan oleh pimpinan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran. Dan selalu berhati-hati dalam penggunaan jejaring sosial media”, kata Kolonel Sus Siswanta menjelaskan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel