Berita

Saka Dirgantara Lanud Wiriadinata Kembali Raih Prestasi

Dibaca: 45 Oleh 13 Feb 2017Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Saka Dirgantara Lanud Wiriadinata kembali mengharumkan nama Satuan Lanud Wiriadinata, setelah sebelumnya dapat predikat sebagai juara umum giat PERTISAKA Nasional se-Lanud seluruh Indonesia. Team asuhan Binpotdirga Lanud Wiriadinata tersebut, kembali berprestasi dalam perlombaan aeromodelling tingkat pelajar putri dikelas OHLG, yang dilaksanakan di Lanud Sulaiman Bandung, Minggu (12/02).

Menurut keterangan Kasubsi PLLU Lettu Lek Yayan Kurniawan yang juga sebagai pelaksana Binpotdirga Lanud Wiriadinata dalam keterangannya mengatakan, team Saka Dirgantara Lanud Wiriadinata di kelas putri mendapatkan juara 1 dikelas OHLG yang diraih oleh adik Rida Rodotul P dan juara 2 putri tingkat senior diraih adik Rina Rosdiana, “ Prestasi adik–adik Saka Dirgantara tersebut sudah kami laporkan ke Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Safeano Cahyo Wibowo,S.T,Exc Dipl SS. Komandan sangat mengapresiasi dan akan memberikan uang pembinaan kepada adik-adik Saka Dirgantara Lanud Wiriadinata yang berprestasi.

Kasubsi PLLU Lettu Lek Yayan Kurniawan juga sedikit menjelaskan tentang kelas yang di ikuti oleh adik Rida Rodotul P peraih juara 1. Dimana adik Rida Rodotul P turun dalam kelas OHLG atau outdoor hand launched glider. Adalah pesawat layang (glider) yang diterbanggan dengan menggunakan tangan untuk mendapat ketinggian, dan selanjutnya pesawat akan meluncur dan menggunakan aerodinamika yang ada pada dirinya untuk memanfaatkan laju luncurnya sehingga didapatkan gaya angkat sehingga pesawat tidak menurun ketinggiannya. pesawat glider dapat dikatakan pesawat terbang tanpa mesin.

Baca juga:  Bakti Sosial TNI AU Aspotdirga Kasau: Amanat 8 Wajib TNI

OHLG banyak di lombakan sebagai salah satu mata lomba olahraga aeromodelling, termasuk juga di indonesia. biasanya pesertanya paling banyak, karena biaya pesawatnya yang paling murah diantara mata lomba yang lain. Cara menerbangkan OHLG yaitu dengan cara pertama model harus dilempar melawan arah angin, (jika angin ke barat, lempar ke timur), kemudian Pesawat dilempar kira-kira 30-45 derajat ke atas dengan kekuatan penuh untuk mencapai ketinggian maksimal. Lemparan yang tepat ( arah dan kekuatannya) menyebabkan pesawat mendapatkan ketinggian dan kemudian pesawat akan glide (melayang) berputar ke arah kanan atau kiri sesuai dengan setting belok yang dibuat. Kegiatan tersebut harus sering dilatihkan untuk mendapatkan “feel” melempar yang tepat…jelasnya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel