Berita

Satu Personel Lanud Halim Perdanakusuma Diberhentikan Tidak Hormat Akibat Dersersi Dan Narkotika

Dibaca: 28 Oleh 30 Jun 2015Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Kopral Dua AHP, anggota Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/6) di taxi way echo diberhentikan dengan tidak hormat dalam suatu upacara khusus oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP., S.E., M.M. Upacara pemberhentian dengan tidak hormat merupakan pelaksanaan dari Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna tanggal 5 Juni 2015 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat dari Dinas Keprajuritan TNI Angkatan Udara kepada Kopral Dua AHP yang melanggar hukum disiplin berupa desersi dalam waktu damai selama tiga bulan lebih dan penyalahgunaan narkotika (pengguna dan pengedar).

Dari penulusuran data diketahui bahwa Kopral Dua AHP diberhentikan dengan tidak hormat terhitung sejak 30 April 2015 karena telah meninggalkan dinas secara terus-menerus selama tiga bulan (desersi) tanpa adanya alasan. Oleh karena itu, dinas mengkategorikannya sebagai pelanggar disiplin yang fatal dan menjadi sebab untuk diberhentikannya dengan tidak hormat. Akibat diberhentikannya dari dinas maka yang bersangkutan tidak diberikan rawatan purnadinas, kecuali nilai tunai Asabri dan uang tabungan wajib perumahan yang telah ditabung selama menjadi prajurit . Di samping itu, pada saat ini Kopral Dua AHP masih tercatat sebagai terdakwa dalam proses sidang di meja hijau karena melanggar pasal 112 dan 114 Undang-undang Narkotika tahun 2009 karena berlaku sebagai pengedar dan pengguna narkotika. Ancamannya adalah hukuman kurungan

Baca juga:  Danwingdikum : Saling Ingatkan Budaya Savety

. Dalam sambutannya pada upacara khusus yang diikuti sekitar 600 personel tersebut Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP., S.E., M.M., menyampaikan sebagai anggota TNI, prajurit harus menyadari terdapat rambu-rambu serta norma-norma keprajuritan yang baku untuk dijalankan mulai dari Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, Hukum Disiplin Prajurit dan lainnya. “Semua aturan itu diatur untuk dijalankan guna mengikat setiap prajurit TNI aktif agar senantiasa taat, patuh dan berdisiplin. Dengan terciptanya budaya patuh, taat dan berdisiplin dalam kehidupan setiap prajurit TNI, maka akan memungkinkan setiap tugas kedinasan yang menjadi tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan cepat, baik, benar dan aman”, ujar Marsma TNI Umar Sugeng.

Ditambahkannya, “Untuk itu, pada kesempatan ini kita saksikan bersama suatu bentuk pelanggaran yang dilakukan seorang prajurit TNI AU atas nama Kopda AHP karena tidak mampu menjunjung dan menaati aturan hukum yang mengikatnya sebagai prajurit. Kita telah saksikan bersama prosesi pemberhentian dengan tidak hormat terhadap Kopda AHP anggota Skadron Udara 2 yang telah melakukan dua pelanggaran sekaligus yaitu desersi dalam masa damai dan penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, Kepala Staf Angkatan Udara mengeluarkan keputusannya karena dua bentuk pelanggaran tersebut telah melanggar aturan hukum yang berlaku juga menciderai kehidupan kedinasan di TNI AU, tegas Danlanud Halim.

Baca juga:  Tes Kesemaptaan Uji Kemampuan Fisik

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel