TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

SEJARAH PANGKALAN TNI AU ISKANDAR

By 22 Oct 2010halaman
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d

OPERASI PENERJUNAN PASUKAN PAYUNG DI KALIMANTAN 

TANGGAL 17 OKTOBER 1947

 

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Pemuda dan rakyat Kalimantan serentak bangkit mengangkat senjata,  imana-mana timbul pertempuran antara lain pertempuran di sanga-sanga dan lain-lain daerah.   Kesatuan-kesatuan yang dikirimkan oleh Pemerintah RI untuk membantu perjuangan rakyat Kalimantan telah mengalami kegagalan karena ketatnya blokade laut oleh Belanda.   Walaupun secara fisik kita mengalami kegagalan karena  menghadapi lawan yang lebih tangguh,  namun dari segi psikologis dan politis kita telah dapat menarik simpatik dunia luar.

 

Cara lain untuk tetap bisa mengirimkan kesatuan-kesatuan ke Kalimantan ialah dengan menerobos blokade Belanda melalui udara secara rahasia (Silent Operation).   Maka pada tanggal 25 Juli 1947 Gubernur Kalimantan Ir. Pangeran Mohamad Noor telah mengirim surat kepada KSAU Komodor Udara S. Suryadarma,  yang berisi permintaan agar secara langsung membantu perjuangan rakyat Kalimantan dengan menerjunkan Tentara Payung yang terdiri dari Putra-Putra Daerah.   Untuk mempersiapkan pasukan yang akan didrop di Kalimantan ini,  dibentuk staf khusus yang tugasnya menyusun pasukan payung yang secara taktis berada dibawah komando KSAU.          Mayor Tjilik Riwut putra daerah Kabupaten Kotawaringin diangkat sebagai Perwira operasi dan ditempatkan dalam staf sekretaris bagian siasat perang KSAU,  disamping tugasnya selaku perwira di MBT.

 

Setelah rencana selesai disusun,  maka mulai dididik dan dilatih para pemuda daerah.  Mereka digembleng disuatu tempat khusus dan di asramakan di Desa Padasan disebelah Tenggara Pangkalan Udara Maguwo.  

 

Jumlah pemuda yang dilatih untuk persiapan penerjunan ini mulanya terkumpul 60  orang pemuda asal Kalimantan, 12 orang pemuda  dari Sulawesi dan beberapa orang dari Jawa dan Madura.  Mereka diasuh dan dididik oleh para pelatih Angkatan Udara RI (AURI) dibawah pimpinan Opsir Udara I Sudjono dan dibantu oleh Opsir Muda Udara II Amir Hamzah,  Opsir Muda Udara III Soeroyo,  Sersan Mayor Udara Legino,  Sersan Udara Sangkala,  Sersan Udara Mispar dan Kopral Muda Udara Matyasir.

 

Sebenarnya latihan khusus yang mereka peroleh sangat terbatas sekali yaitu hanya mendapat latihan ground training,  sedangkan latihan tejun dari pesawat udara belum pernah dilaksanakan.   Hal ini disebabkan oleh suasana yang serba darurat,  yang tidak memungkinkan untuk memberikan kesempatan memperoleh suatu keahlian yang bersifat khusus.   Setelah satu minggu mendapat latihan teori terjun dan teori melipat payung,  lalu diadakan seleksi yang cukup ketat dan dari sekian calon hanya terpilih 12 orang pemuda yang semuanya berasal dari Kalimantan.   Disamping kedua belas orang tersebut ikut serta dua orang anggota AURI yang mempunyai tugas khusus dibidang PHB.

 

Operasi penerjunan yang bersifat sangat rahasia ini tidak sekedar menerjunkan pasukan payung saja tetapi juga mempunyai tujuan pokok antara lain,  menyusun dan membentuk gerilyawan berasal dari Suku Dayak dan mendirikan pemancar induk. Pemancar ini diharapkan dapat berhubungan langsung dengan pemancar induk di Jawa,  Sumatera dan pemancar-pemancar kecil di Kalimantan itu sendiri.   Oleh sebab itu selain pasukan,  diterjunkan juga seperangkat alat komunikasi lengkap dengan motor dan bahan bakar yang diperkirakan dapat dipakai selama satu bulan.

 

Pada malam yang gelap gulita tanggal 17 Oktober 1947 hari jum’at,  disaat masyarakat Yogyakarta sedang tertidur dengan lelapnya,  anggota-anggota yang akan menunaikan tugas bhaktinya telah siap sedia di Pangkalan Udara Maguwo.   Pukul 01.30 WIB persiapan telah selesai dan para pasukan yang akan diterjunkan berbaris bersaf didepan pesawat dengan menyandang perlengkapannya masing-masing.   Kepala Staf angkatan Udara Komodor Udara S. Suryadarma   telah  berada   dimuka   pasukan   untuk  memberikan amanat,  “Saudara-saudara telah mendapat latihan untuk menjadi anggota pasukan payung dan sekarang tibalah saatnya untuk melaksanakan tugas suci,  laksanakan tugas ini sebaik-baknya”.   Sebagai penutup beliau memberikan salam “Selamat jalan dan Selamat berjuang”.   Setelah berjabatan dengan KSAU,  satu persatu penerjun memasuki pesawat Dakota RI-002 yang dikemudikan oleh Robert Earl Freeberg.   Bertugas sebagai Co-pilot Opsir Udara III Makmur Suhodo,  penunjuk jalan Mayor Tjilik Riwut dan bertindak sebagai Jumping Master Opsir Muda Udara III Amir Hamzah.

 

Pukul 02.30 WIB pesawat take off  dari Pangkalan Udara Maguwo.   Deru mesin pesawat memecah  kesunyian malam yang gelap menyusuri daerah sasaran,  dan pukul 05.30 pesawat telah berada di Kalimantan  tepatnya di kampung Sambi Kotawaringin.   Tepat pukul 07.00 pesawat sudah berada diatas tanah lapang bekas tebangan pohon serta rumah-rumah panggung yang berada dicelah-celah hutan yang luas,  disekitar tempat itulah para prajurit diterjunkan.

 

Ketigabelas anggota pasukan yang diterjunkan dan selamat sampai ke darat yaitu :

 

  1. Iskandar berasal dari Sampit.
  2. Dachlan berasal dari Sampit.
  3. J. Bitak berasal dari Kepala Baru.
  4. C. Willems berasal dari Kuala Kapuas.
  5. J. Darius berasal dari Kasungan.
  6. Achmad Kosasih bersala dari Mangkahulu.
  7. Bachrie berasal dari Berabai.
  8. Ali Akbar berasal dari Balikpapan.
  9. M. Aminuddin berasal dari Kahayanhulu.
  10. Emanuel berasal dari Kahayanhulu.
  11. Morawi berasal dari Rentaupulut.
  12. Opsir Muda Udara I Harry Hadisumantri (Anggota PHB AURI).
  13. Sersan Udara F.M. Soejoto ( Anggota PHB AURI).

 

Setelah   satu   bulan   melakukan   gerilya  akhirnya  semua  tertangkap musuh kecuali tiga orang yang gugur dalam sergapan yaitu Kapten Udara Anumerta Harry Hadisumantri,  Letnan Udara II Anumerta Iskandar dan Sersan Mayor Udara Anumerta Achmad Kosasih.   Operasi penerjunan pasukan payung yang dilaksanakan tanggal 17 Oktober 1947 sekaligus merupakan suatu  operasi lintas udara pertama dan diabadikan sebagai Hari Jadi Kopasgat yang saat ini menjadi Korpaskhasau.

 

Demikian sekilas riwayat perjuangan dengan sandi operasi Kalimantan,  yang berhasil melakukan terjun payung pertama di Indonesia.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

SEJARAH PANGKALAN TNI AU ISKANDAR