InformasiBerita Utama

Sejumlah Perwira TNI AU Ikuti Latma Staffex Gema Bakti 2021 Antara RI dan Amerika Serikat

Dibaca: 9 Oleh 14 Sep 2021Tidak ada komentar
IMG 20210914 WA0043
#TNIAU 

TNI AU. Jakarta, Dispenau. Sebanyak tujuh perwira TNI AU mengikuti latihan bersama antara Indonesia dengan Amerika Serikat, dalam hal ini TNI dan United Stated Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) yang bertajuk Staff Exercise Gema Bakti 2021 (Staffex GB21) yang berlangsung di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, selama dua minggu ke depan (13-28/9/2021).

Ketujuh perwira TNI AU ini terdiri dari perwira dengan berbagai kualifikasi, diantaranya perwira penerbang, teknik, penerangan, psikologi dan perwira polisi militer.

Latma ini merupakan salah satu latihan yang telah disepakati oleh kedua negara, pada forum United State-Indonesia Bilateral Defence Dialogue atau USIBDD. Tahun ini, Latma Gema Bakti menggunakan metode Staff Exercise dalam merencanakan dan melaksanakan suatu operasi perdamaian dan bantuan kemanusiaan.

Seluruh peserta latihan diberikan pemahaman, tentang Multinational Standing Operating Procedure (MNF-SOP) khususnya pada bagian Military Decision Making Process-Multinational (MDMP-M) sebagai proses perencanaan bersama.
Selama latihan, perwira staf TNI dilatihkan tata cara atau proses pengambilan keputusan militer-mutinasional dan menyusun kerangka kerja dalam perencanaan Operasi Pemeliharaan Dunia, khususnya pada saat pelaksanaan Peace Keeping Operation (PKO).

Baca juga:  Bhakti Sosial Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhakti TNI Angkatan Udara ke-74 Melebihi Target.

Sementara keterlibatan perwira TNI AU dalam PKO, disesuaikan dengan kemampuan matra udara dalam mendukung tugas TNI dalam operasi misi perdamaian tersebut.

Diantaranya, merencanakan pelaksanaan operasi mobilitas udara guna pergeseran pasukan dan logistik ke wilayah operasi, termasuk juga mendukung pelaksanaan evakuasi pengungsi yang ada di wilayah konflik. Selain itu juga dilibatkan dalam operasi informasi tergabung dengan sejumlah perwira TNI matra lainnya dalam memenangkan operasi informasi saat pelaksanaan PKO.

Pada latihan ini, diskenariokan terjadinya perebutan dan penguasaan pulau dan wilayah milik negara Isla De Sol (IDS) oleh negara agresor, Tiera Del Oro (TDO) di kawasan Samudera Pacifik.

Agresi negara TDO yang dilatar belakangi oleh penguasaan sumber daya alam tersebut, mendapat kecaman dari PBB dan sejumlah negara sahabat dari IDS, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat. PBB akhirnya memberikan sangsi kepada TDO dan menunjuk negara Amerika Serikat memimpin pasukan koalisi melaksanakan operasi paksa perdamaian, untuk mengusir paksa pasukan militer TDO dari negara IDS

Setelah pasukan koalisi berhasil melemahkan militer TDO, negara tersebut dipaksa menandatangani perjanjian genjatan senjata dan menyetujui pasukan penjaga perdamaian PBB untuk menguasai wilayah tersebut.
Indonesia ditunjuk oleh PBB memimpin misi pasukan perdamaian dan melaksanakan Peace Keeping Operatiton di wilayah tersebut yang melibatkan negara multinasional dari Thailand, Korea, Kanada dan Kuhistan. Selanjutnya dibentuk zona demiliterisasi yang mencakup wilayah utara IDS dan pulau turtle, demikian juga perairan antara TDO dan IDS.

Baca juga:  Ibu Taruna AAU: Seorang Perwira Harus Menjadi Pemimpin Yang Baik

Dari Skenario latihan di atas, seluruh perwira staf TNI dilatihkan dalam menyusun perencanaan untuk melaksanakan misi Peace Keeping Operasion di negara IDS, sesuai dengan Multinational Standing Operating Procedure (MNF-SOP) khususnya pada bagian Military Decision Making Process-Multinational (MDMP-M).

IMG 20210914 WA0045

IMG 20210914 WA0042

IMG 20210914 WA0044

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel