Berita

Sekkau ke-99 Laksanakan Seminar Sehari

Dibaca: 16 Oleh 02 Jun 2016Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

“Posisi strategis negara Indonesia, disamping memiliki keunggulan juga memiliki kerawanan berupa potensi ancaman dari bangsa lain yang ingin memanfaatkan wilayah udara nasional kita untuk kepentingan ekonomi dan militer. Hal ini sangat membahayakan kedaulatan negara serta keutuhan wilayah nasional. Untuk itu penyelenggaraan penegakan kedaulatan negara di udara perlu direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam mengerahkan segenap alutsista udara beserta unsur-unsurnya” demikian dikatakan Komandan Sekkau Kolonel Pnb Ir. Joko Sugeng Sriyanto, M.Sc., saat membuka seminar sehari Pasis Sekkau Angkatan ke-99 di gedung Pramanasala, Ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/6).

“Karenanya, sebagai pembelajaran bagi Pasis Sekkau dalam menganalisis dan mendiskusikan masalah tersebut, Lembaga Sekkau melalui Seminar Sehari mengangkat isu tentang kesiapan pangkalan udara dengan tema “Peningkatan Kemampuan Pangkalan TNI AU di Daerah Perbatasan Guna Menjaga Kedaulatan Wilayah Udara Nasional” lanjut Dansekkau.

Sebagai upaya mendapatkan hasil pemikiran dan gagasan yang strategis sesuai tema, hadir dalam seminar tersebut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., P.hD., dan Pemerhati Penerbangan, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim dengan masing-masing judul materi “Peran TNI AU Dalam Penjagaan Kedaulatan Dalam Perspektif Hukum Internasional” dan “Peningkatan Kemampuan Pangkalan TNI AU Daerah Perbatasan Wilayah Udara Nasional”.

Baca juga:  Kabinpotdirga Kodiklatau Bagikan Masker

Menutup Seminar Sehari Pasis Sekkau Angkatan ke-99, Dansekkau menyampaikan penekanan kepada para pasis Sekkau agar dapat mengambil manfaat dalam pengaplikasian peran maupun tanggung jawabnya sesuai jabatannya masing-masing dalam pelaksanaan seminar yang meliputi kelompok pimpinan, kelompok penyelenggara seminar (”organnizing committee”), kelompok pengarah seminar (”steering committee) dan kelompok panelis.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel