Koopsau 1

Selintas Kegiatan Lanud ATS

Oleh 13 Nov 2010 Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

SELINTAS KEGIATAN PANGKALAN TNI AU ATANG SENDJAJA
 
Lanud Atang Sendjaja melaksanakan aktivitasnya, mulai dari operasional (banyak dibahas di buku perjalanan Skadron Udara 6, Skadron Udar 8 dan Skatek 024) sampai dengan kegiatan sosial masyarakat, menempatkan diri bersama aktivitas masysrakat lainnya. Di samping itu kegiatan yang dikerjakan tersebut juga berorietasi dengan kebijaksanaan yang ditetapkan TNI khususnya TNI AU.

Pembinaan Mental

Dalam bidang kemasyarakatan, Lanud Atang Sendjaja juga tidak mau ketinggalan. Sebut saja bidang pembinaan mental (bintal). Bintal merupakan salah satu kegiatan yang cukup menonjol di Lanud Atang Sendjaja. Kegiatan yang berada langsung di bawah Seksi Bintal Dispers Lanud Atang Sendjaja itu dapat dirasakan manfaatnya baik untuk lingkungan Lanud Atang Sendjaja sendiri maupun lingkungan masyarakat sekitarnya. Untuk mendukung kegiatan bintal tersebut di Lanud Atang Sendjaja telah berdiri 2 buah Mesjid yaitu Mesjid “Attaqwa” dan mesjid “Ajnihatull Wathoni”. Mesjid yang terakhir ini merupakan sumbangan langsung dari Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila yang diresmikan oleh Bpk. Soeharto ketika masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
 
Mesjid “Attaqwa” terletak di pinggir jalan raya Sempak dan Mesjid “Ajnihatull Wathoni” terletak di dalam komplek perkantoran Lanud Atang Sendjaja. Kedua mesjid tersebut bersama-sama dimanfaatkan warga Lanud Atang Sendjaja dan masyarakat umum lainnya di sekitar pangkalan, terutama ketika melaksanakan ibadah-ibadah keagamaan dalam rangka menyambut bulan Puasa, Hari Raya Idul Fitri, serta Hari Raya Idul Adha. Di setiap sholat Jumat mesjid-mesjid ini dibanjiri ratusan orang yang hendak melaksanakan sholat secara berjemaah.
 
Begitu juga dengan kegiatan agama Nasrani. Di Lanud Atang Sendjaja ini juga terdapat sebuah Gereja Oikoumene yang terletak di jalan raya Semplak. Gereja Oikoumene terbuka untuk masyarakat umum yang akan melaksanakan ibadah, yang kesemuanya merupakan salah satu wujud dari kepedulian Lanud Atang Sendjaja dalam rangka menjaga iman dan moral anggota dan juga terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya.
 
Ceramah-ceramah keagamaan sering dilaksanakan oleh Bintal, terutama pada hari Jumat setelah apel pagi. Ceramah dilakukan dengan tujuan agar terbina dan terpelihara sikap mental yang positif dari seluruh warga Lanud Atang Sendjaja, terutama dalam bidang keagamaan, norma-norma kehidupan serta lainnya, guna menghindari perbuatan dan tingkah laku negatif yang mungkin muncul dalam kehidupan warga Lanud Atang Sendjaja. Selain ceramah bintal, hal tersebut diperintukkan dalam rangkah melatih para perwira untuk dapat berbicara di depan seluruh anggota.
 
Selain materi-materi keagamaan juga diadakan kegiatan santiaji secara bergiliran. Santiaji dilaksanakan sekaligus juga sebagai ajang saling tukar menukar pengetahuan dan pengalaman dari setiap seksi di Lanud Atang Sendjaja. Santiaji dilaksanakan setelah apel pagi pada setiap hari Kamis, bermateri dibatasi sekitar kurang lebih 15 menit. Mengapa 15 menit? Dengan waktu yang singkat tersebut diharapkan para penyaji benar-benar menyiapkan sesuatu dengan baik dan tepat waktu, bermateri singkat, padat namun mengalir sehingga tidak membosankan, tetapi malahan menyenangkan “komunikan” yang mendengar. Hampir semua santiaji mengarah kepada pembinaan peningkatan disiplin, baik untuk disiplin pribadi, disiplin satuan kerja maupun disiplin dalam hubungan sosial kemasyarakatan.

Binpotdirga (Pembinaan Potensi Dirgantara)

Kegiatan pembinaan lainnya adalah pembinaan potensi kedirgataraan (Binpotdirga). Peribahasa “Tak kenal maka tak sayang” menjadi pedoman Binpotdirga dalam mengembangkan kegiatannya. Seksi yang berada di bawah pembinaan Dinas Operasi itu membina berbagai kegiatan olah raga dirgantara yang berada dalam organisasi Federasi Aero Sport Indonesia Daerah Bogor (Fasida Bogor), dalam rangka meningkatkan minat dirgantara di kalangan masyarakat di sekitar pangkalan khususnya dan wilayah Bogor pada umumnya.
 
Dalam kegiatan minat dirgantara, Lanud Atang Sendjaja sering mendapat kunjungan siswa-siswi Taman Kanak-Kanak maupun SD dari sekolah-sekolah yang berada disekitar Bogor. Karena keterbukaannya dibidang Binpotdirga, selain masyarakat yang berada di sekitar Bogor, Lanud Atang Sendjaja pernah mendapat kunjungan dari siswa SLTA yang berasal dari luar Propinsi. Sedangkan dari kalangan perguruan tinggi, Lanud Atang Sendjaja juga pernah mendapat kunjungan dari para mahasiswa IPB Bogor. Para pelajar tersebut mengunjungi untuk melihat lebih dekat lagi berbagai pesawat helikopter yang berada di Lanud Atang Sendjaja, dinamika kegiatan yang dilaksanakan dan lebih jauh lagi dapat mengenal alutsista yang ada. Para pelajar dipersilakan bertanya kepada awak pesawat yang sedang bertugas, sehingga mereka mendapat langsung pengetahuan kedirgantaraan sesuai pemahaman yang diperolehnya berdasarkan tingkat dan jenjang pendidikannya.
 
Apabila kegiatan ini terus dikembangkan, niscaya akan muncul keinginan untuk berpartisipasi di dalam diri para pelajar tersebut kelak dikemudian hari, sehingga TNI AU akan mudah mendapat bibit-bibit ‘handal’ yang akan mengoperasionalkan alutsista udara di masa-masa mendatang. Pengenalan kegiatan kedirgantaraan secara dini kepada pelajar TK maupun SD akan memudahkan perekrutan personil dikemudian hari, karena telah tertanam minat dirgantara hasil dari pengenalan itu. Karena itu pribahasa “tak kenal maka tak sayang” memang harus menjadi perhatian binpotdirga.

Search And Rescue (SAR)

Sebagai upaya mengingatkan kembali akan pentingnya pengetahuan dan pengalaman penyelamatan diri jika suatu musibah terjadi ketika sedang melaksanakan tugas, maka rutin setiap tahun Lanud Atang Sendjaja menggelar kegiatan latihan dasar Search and Rescue (SAR) yang diberi sandi “Sangga Langit” bagi seluruh anggota khususnya kepada seluruh awak pesawat yang masih aktif bertugas.
 
Latihan SAR “Sangga Langit”, biasanya dilaksanakan di Desa Cibalimbing Sukabumi dan sekitarnya. Dalam latihan tersebut peserta diingatkan kembali tentang arti pentingnya penyelamatan diri apabila mengalami musibah yang tidak diinginkan, khususnya apabila terjadi di daerah musuh ketika sedang melaksanakan suatu operasi.

Bagaimana cara mencari tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan ketika bahan makanan yang dimiliki sudah habis, bagaimana cara mencari jalan keluar untuk mendapatkan pertolongan teman, serta bagaimana upaya mempertahankan hidup baik di darat maupun di laut.
 
Semua pelajaran itu pada prinsipnya telah diperoleh ketika melaksanakan pendidikan dasar masuk TNI Angkatan Udara, namun dalam perjalanan waktu pengabdiannya kepada mereka harus selalu diingatkan kembali agar setiap crew helikopter maupun personil Lanud Atang Sendjaja lainnya selalu ingat betapa penting dan bermanfaat pengetahuan tentang SAR baik SAR di darat maupun di laut, karena tugas-tugas helikopter tidak pernah memandang medan operasi. Kekhasan pesawat helikopter adalah mampu beroperasi dan mendarat di gunung, hutan bahkan di lautan, sehingga awak pesawatnya mutlak mendapatkan pengetahuan bagaimana harus menyelamatkan diri ketika terjadi musibah.
 
Jadi sebelum melaksanakan tugas untuk menolong orang lain, setiap awak pesawat Helikopter juga sudah harus siap dengan berbagai ilmu dan pengetahuan untuk menolong dirinya sendiri. Sehingga fungsi SAR sebagai salah satu fungsi dari pesawat-pesawat helikopter tetap dapat terbina serta berjalan dengan baik dan lancar. Profesionalitas tetap dapat terjaga dan terpelihara dengan baik, dalam rangka turut mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Atang Sendjaja, sebagai home base dari pesawat-pesawat helikopter TNI AU.

Rumah Dinas

Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan warga di bidang panggon, dengan bantuan dana dari Presiden RI (Banpres), Lanud Atang Sendjaja telah menambah bangunan rumah dinas. Adapun rumah dinas yang dibangun terdiri dari type 36 yang dibangun sebanyak 32 unit dan type 45 seban
yak 16 unit. Sedangkan pembangunan rumah dinas banpres tersebut mulai dikerjakan pada bulan Desember 2002.
 
Type 45 diperuntukkan khusus kepada Perwira Pertama yang telah berkeluarga namun belum memiliki rumah dinas, sedangkan type 36 untuk Tamtama–Bintara yang telah berkeluarga dan belum memiliki rumah dinas.
 
Berbicara masalah panggon ini, di Lanud Atang Sendjaja masih didapati banyak anggota yang belum memiliki rumah dinas. Masih terdapat anggota yang mengontrak di rumah masyarakat sekitar, hidup sementara di rumah orang tua ataupun mertuanya, bahkan masih ada yang melaju setiap harinya dari Jakarta dan wilayah-wilayah lainnya ke Lanud Atang Sendjaja, sehingga dengan adanya pembangunan rumah dinas bantuan presiden tersebut permasalahan perumahan anggota sudah dapat dikurangi.
 
Pembenahan sarana fisik lainnya khususnya fasilitas perkantoran juga dilakukan secara bertahap seperti misalnya pembangunan shelter dan apron disamping hanggar Skadron Udara 6, pembangunan taxy way Skadron Udara 8, pembangunan Mess Wara Kenya Sena serta renovasi kantor Base Operations.
 
Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja Lanud Atang Sendjaja, sehingga diharapkan dapat terus mengembangkan pengabdiannya kepada Nusa dan Bangsa sejalan dengan ketetapan dan kebijaksanaan Pimpinan TNI dan khususnya lagi Pimpinan TNI Angkatan Udara.

Kebersihan Lingkungan

Kegiatan menjaga kebersihan lingkungan pangkalan boleh disebut dengan “perang melawan rumput”. Landasan rumput yang terhampar luas memberi konsekwensi pada seluruh anggota Lanud untuk terus menjaga keasrian rumput tersebut. Belum lagi areal lain yang selain rumput, juga ditumbuhi berbagai macam pohon dan tanaman lainnya.
 
Untuk itu, pimpinan Lanud menetapkan hari Kamis setiap minggunya sebagai hari “korve”, di mana setelah dilaksanakannya apel pagi gabungan di apron, seluruh anggota dengan peralatan masing-masing bergerak menuju ke sector-sektor yang telah ditentukan untuk “berperang melawan rumput” dan juga kotoran lainnya yang mengganggu pemandangan. Untuk areal yang menjadi tanggungjawab satuan kerja, korve dilaksanakan di hari lainnya oleh satuan kerja masing-masing.
 
Saat ini, lingkungan Lanud Atang Sendjaja menjadi lingkungan yang tampak asri dengan hamparan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Ini tentu akan sangat mendukung segenap warga Lanud dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing sehingga diharapkan segenap tugas pokok yang dibebankan negara pada Lanud ini dapat tercapai dengan sukses.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel