Berita

Seminar Nasional Kasau: Doktrin Induk TNI AU Harus Lebih Praktis dan Mudah Dipahami

Dibaca: 336 Oleh 05 Mar 2019Tidak ada komentar
Seminar Nasional Kasau: Doktrin Induk TNI AU Harus Lebih Praktis dan Mudah Dipahami
#TNIAU 

TNI AU.   JAKARTA, DISPENAU. Revisi doktrin induk TNI AU Swa Bhuwana Paksa (SBP) perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tuntutan perubahan sesuai kebutuhan organisasi, perkembangan lingkungan strategis, ilmu pengetahuan dan teknologi, hakikat ancaman, dan gangguan serta modernisasi alutsista.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M menegaskan, doktrin induk TNI AU SBP hasil revisi harus lebih praktis, mudah dipahami, akomodatif, konsisten, dan aplikatif.

Penegasan tersebut disampaikan Kasau dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Kasau (Wakasau) Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S., saat membuka seminar nasional Revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa di Ball Room Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Kasau menjelaskan, doktrin TNI AU SBP harus mengakar kuat dalam jiwa sanubari prajurit TNI AU. Oleh karenanya, doktrin ini harus menjadi sumber inspirasi untuk membangkitkan semangat, motivasi juang, dan moralitas kinerja prajurit TNI AU yang profesional, militan dan inovatif.

“Visi dan misi TNI AU dicerminkan melalui makna semboyan dan lambang Swa Bhuwana Paksa yang merupakan proyeksi dari tugas TNI AU, yakni mewujudkan pertahanan nasional di udara untuk melindungi keamanan, kemerdekaan, kedaulatan, integritas maupun kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kasau.

Baca juga:  Peringatan Sumpah Pemuda Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Coke Kicks

Kasau berharap penyelenggaraan seminar dapat menghasilkan masukan yang komprehensif dan ide-ide cemerlang kepada tim kelompok kerja (pokja) revisi doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2019. Doktrin ini akan menjadi pedoman bagi TNI AU dalam melaksanakan tugas, baik dalam konteks penggunaan kekuatan melalui operasi militer perang dan operasi militer selain perang, maupun dalam konteks pembinaan kekuatan melalui pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan.

Seminar diikuti 164 peserta dengan mengangkat tema “Membangun Kemampuan Operasi TNI AU Modern untuk Menghadapi Ancaman Pertahanan Negara”. Menghadirkan narasumber Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. Atif Latifulhayat, dan Wibawanto Nugroho Widodo, Ph.D.

Hadir pada acara tersebut, Koorsahli Kasau, Irjenau, para Asisten Kasau, Dankodiklatau, Pangkoopsau I, Danpuspomau, Kadispenau dan para pejabat kementerian terkait.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel