Berita

Sengketa Aset Tanah Lanud Husein Sastranegara di PN Bale Bandung, Memasuki Sidang Pemeriksaan

Dibaca: 105 Oleh 08 Nov 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Komandan Lanud (Danlanud) Husein Sastranegara Kolonel Pnb M. Iman Handojo, S.IKom, diwakili Kepala Hukum Lanud Husein Sastranegara sebagai Kuasa Hukum Mayor Sus Nurdin Damay, S.H., dan didampingi Tim Aset beserta Pam Aset, menghadiri peninjauan untuk melihat obyek sengketa dan batas sebagai tindak lanjut dari gugatan perdata sengketa tanah antara TNI AU selaku tergugat dengan Djudju Sunarya selaku penggugat dengan nomor perkara Nomor 115/pdt.G/2017/PNB.Bib, Selasa (7/11).

Sidang lapangan dengan agenda pemeriksaan setempat untuk melihat obyek dan batas yang digelar oleh Pengadilan Negeri Balee Bandung dipimpin Ketua Majelis Hakim Itong Isnaeni Hidayat, S.H., M.H dan Hakim Anggota Atep Sumirat Danaatmaja, S.H., M.H, dengan Panitera Emang Suparman, S.H., M.H, serta Kuasa Hukum kedua pihak berlangsung lancar dan aman.

Agenda tersebut merupakan rangkaian sidang perdata yang berlangsung dari 7 Agustus 2017 hingga agenda pemeriksaan setempat kemarin, direncanakan minggu depan akan dilaksanakan agenda sidang kesimpulan sebelum dilaksanakan sidang keputusan.

Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb M. Iman Handojo, S.IKom mengatakan arti penting aset tanah bagi TNI adalah sebagai alat pertahanan, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa, serta pembangunan kekuatan pertahanan yang meliputi Pangkalan, tempat latihan, perumahan prajurit dan kegiatan operasional, serta fasilitas militer lainnya.

Baca juga:  TIM ITJENAU LAKUKAN WASRIK DI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA

Lebih lanjut Danlanud menyampaikan bahwa Lanud Husein Sastranegara tidak akan merugikan ataupun mengambil hak-hak masyarakat, namun Lanud Husein Sastranegara akan mempertahankan semua Aset TNI AU yang nyata-nyata sudah jelas keabsahannya, serta akan terus maju apabila ada aset tanah TNI AU tersebut dirampas, diduduki atau dikuasai oleh pihak lain

Senada dengan Danlanud, Kakum menambahkan“ Satu jengkal tanah negara tetap dan wajib untuk dipertahankan”, jelas Kakum

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel