Berita

Sengketa Status Bandara Halim Selesai

Dibaca: 129 Oleh 08 Des 2014Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Permasalahan status Bandara Halim Perdanakusuma yang menjadi obyek sengketa antara beberapa pihak, akhirnya terselesaikan setelah pihak-pihak yang bersengketa sepakat untuk menyelesaikan demi kepentingan semua pihak. Keputusan ini disepakati pada rapat lanjutan ketiga belum lama ini, di ruang rapat Klub Eksekutif Persada Lanud Halim Perdanakusuma. Rapat dipimpin oleh Irjenau Marsda J.F.P.Sitompul serta dihadiri oleh Dirut PT. Angkasa Pura II Tri S.Sunoko, Dirut PT. Angkasa Transportindo Selaras (ATS) Edward Sirait dan Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI Bambang Cahyono beserta jajaran staf dari semua pihak terkait.

Irjenau menjelaskan, rapat dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik mengenai permasalahan pemanfaatan aset TNI Angkatan Udara dan pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma, serta menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung RI tentang Perjanjian Kerjasama antara Inkopau dan PT. Angkasa Transportindo Selaras (ATS). Seperti diketahui operasional Bandara Halim Perdanakusuma saat ini dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura II, namun pada sisi lain pengelolaan Bandara ini akan dilaksanakan oleh PT ATS. Forum Rapat membahas secara rinci kesepakatan antara pihak TNI AU, PT Angkasa Pura II, dan PT ATS, agar pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma tidak menimbulkan permasalahan di masa mendatang..

Baca juga:  Kadisops Lanud Smo Buka Kejuaraan Paralayang Troi Seri 2 Di Kab. Karanganyar

Rapat ketiga ini menindak lanjuti hasil dari rapat kedua pada hari kamis (27/11) dibawah pimpinan Aslog Kasau, Marsekal Muda TNI Sudipo Handoyo, dimana rapat tersebut berhasil menyepakati rencana penandatanganan akta perdamaian antara pihak Inkopau, PT. AP II dan PT. ATS, dengan disetujui oleh pihak TNI AU dan Ditjenhubud Kemhub. Selanjutnya sebagai tindak lanjut dari akta perdamaian akan dibuat perjanjian penggunaan Bandara Halim Perdanakusuma antara TNI AU, Ditjenhubud Kemhub, dan kedua penyelenggara Bandara Halim P. yaitu PT. AP II dan PT. ATS. Semua pihak sepakat berdamai dengan menerima bahwa pemanfaatan tanah TNI AU seluas 21 HA di Bandara Halim Perdanakusuma akan dioperasikan secara bersama oleh PT. AP II sebagai pengelola dan operator Bandara dan PT. ATS sebagai investor pembangunan dan pengembangan Bandara.

Rapat yang dipimpin Aslog ini memutuskan materi akta perdamaian berisi hal-hal seperti : Pengoperasian Bandara Halim P. tidak akan mengganggu penerbangan operasi dan latihan militer, penerbangan VVIP/VIP, penerbangan tamu negara serta sebagai altérnate base Bandara Soeta, selanjutnya semua pihak sepakat bahwa perjanjian kerjasama Inkopau dengan PT.ATS tetap berlaku, PT.ATS bisa memanfaatkan lahan TNI AU dengan tidak termasuk aset PT AP II, PT.AP II tetap mengoperasikan Bandara Halim dengan memperhatikan kepentingan PT.ATS, setiap kegiatan pembangunan dan pengembangan bandara Halim harus mendapat ijin tertulis dari TNI AU, semua pihak sepakat bahwa seluruh persoalan hukum terkait pemanfaatan tanah TNI AU seluas 21 Ha bandara Halim dinyatakan selesai setelah akta perdamaian ditanda tangani.

Baca juga:  PIA AG LANUD Supadio Gelar Kunjungan Sosial

Khusus mengenai operasional penerbangan juga disepakati bahwa jumlah slot penerbangan adalah wewenang TNI AU, pengamanan dan pertahanan landasan adalah tanggung jawab TNI AU dan segala perijinan tentang kegiatan operasional, penempatan pesawat serta kegiatan personil harus dengan persetujuan dan perijinan dari TNI AU, khususnya yang berkaitan dengan operasional Lanud Halim P. dan yang paling penting adalah setelah perjanjian berakhir maka aset diserahkan kepada TNI AU sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak menjadi permasalahan dikemudian hari.

Diharapkan kesepakatan antara semua pihak tentang pemanfaatan bandara Halim Perdanakusuma merupakan penyelesaian terbaik sehingga bisa memuaskan semua pihak dan menjamin tetap berfungsinya Lanud halim Perdanakusuma sebagai Pangkalan Operasi Militer dan Kenegaraan disamping tetap mendukung pengembangan transportasi udara nasional.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel