Berita

Sengketa Tanah Milik TNI AU Yang Ditempati Warga Kec. Margahayu

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU
#TNIAU 

TNI AU. Pergerakan sekelompok massa diperkirakan 100 orang bergerak menuju ke Lanud Sulaiman dan sudah sampai di depan SLTP Negeri 1 Margahayu dengan membawa spanduk dan berteriak-teriak menghujat TNI AU, sampai di Pos 2 mereka mengadakan orasi agar tanah yang mereka tempati dibebaskan.

Petugas jaga yang bertugas di Pos 2 mengetahui gejala tidak baik tersebut segera menutup gerbang dan lapor kepada Piket Lanud Sulaiman menggunakan alat komunikasi. Petugas jaga segera melaporkan hal tersebut kepada Bravo (Kadisops) bahwa di depan gerbang Pos 2 ada sekelompok massa diperkirakan 100 orang mengadakan demo orasi dan berusaha masuk ke Lanud Sulaiman.

Keadaan tersebut dilaporkan Kadisops kepada Komandan Lanud Sulaiman. Setelah Kasi Kamhanlan melakukan gelar pasukan dan selesai konsulidasi, pasukan PPRM (Penanggulangan Penindakan Rusuh Massa), satu tim  Satpomau sebagai tim negosiasi, Pentak, Intelpamau, dan tim kesehatan dengan mobil ambulannya diberangkatkan untuk menangani pendemo yang berada di Pos 2.

Sesampai di TKP tim nego melaksanakan negosiasi dan himbauan-himbauan dengan pendemo, namun tidak berhasil. Kasi Kamhanlan selaku Komandan PPRM segera bertindak menggerakkan seluruh kekuatan dan kelengkapan PPRM sesuai dengan tahapan tindakan. Satpomau dibantu dengan intelpam akhirnya menangkap beberapa orang pendemo yang disinyalir sebagai provokator untuk diamankan dan diproses di Satpomau.

Pomau mengambil alih perusuh yang dianggap provokator dan bersama Kaintelpam menelusuri duduk perkara yang sebenarnya. Sedangkan Kakum bertugas menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur hukum. Setelah dianggap aman, Kasi Kamhanlan melaporkan situasi terakhir yang telah kondusif kepada Kadisops yang selanjutnya dilaporkan kepada Komandan Lanud Sulaiman.

Komandan Lanud Sulaiman menerima laporan tersebut dan memerintahkan Kadisops untuk menarik pasukannya ke titik kumpul dan melaksanakan konsolidasi pasukan, untuk jajaran terkait diperintahkan melaksanakan briefing di ruang rapat staf 1 untuk membuat laporan kepada komando atas.

Demikian skenario simulasi pelaksanaan crash team PPRM Lanud Sulaiman yang melakukan peragaan PPRM dalam menghadapi situasi yang sebenarnya di lapangan bila terjadi kerusuhan. Tim PPRM (Penanggulangan Penindakan Rusuh Massa)  yang terdiri dari personel bintara dan tamtama Lanud Sulaiman telah melaksanakan aplikasi pelatihan yang disesuaikan dengan kejadian sesungguhnya dengan melibatkan seksi terkait diantaranya intelpam, satpomau, rumah sakit dengan dukungan mobil ambulans, dan Base Ops dengan menurunkan 1 unit mobil pemadam kebakaran, yang berlokasi di depan pos jaga II Lanud Sulaiman, Margahayu Bandung, Rabu (4/11).

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb B. Benny K, S.H., MAvMgt., MAIR.,melalui Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Sulaiman Letkol Lek Hendrawansyah, S.T., menyampaikan bahwa latihan PPRM yang melibatkan personel Lanud Sulaiman tersebut dimaksudkan agar menjadi pedoman pasukan di lapangan dalam menghadapi rusuh massa. “ Untuk itu setiap anggota harus memahami dan menghayati hakekat PPRM dan mampu mengaplikasikan di lapangan yang sesungguhnya,” kata Kadisops.

Pasukan PPRM perlu disiapkan untuk mengantisipasi bila timbul ketegangan-ketegangan yang dapat berujung  demonstrasi warga terhadap  TNI AU khususnya. “ Tetapi ada juga potensi lain sebagai pemicu ketegangan yang  berujung  pengerahan masa seperti disebabkan ketidakpuasan dari faktor baik idelogi, politik, ekonomi dan sosial budaya maupun faktor lainnya akibat pengaruh dari dalam maupun luar negri,”  jelas Kadisops.

Untuk itu, Kadisops menghimbau kepada para anggota  agar setelah menerima penjelasan dan praktek PPRM harus memahami dan siap bila sewaktu-waktu diperintahkan untuk menghalau massa dan mengamankan pangkalan atau aset Lanud Sulaiman, termasuk apabila sewaktu-waktu Lanud Sulaiman diminta bantuannya oleh Polri. Dengan bekal pengetahuan tersebut, sekecil apapun kesalahan dapat diminimalkan termasuk menghindari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).  

 

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU

 

 

 

SENGKETA TANAH MILIK TNI AU YANG DITEMPATI WARGA KEC. MARGAHAYU

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel