Berita

Senpi Adalah Istri Pertama Prajurit

Dibaca: 142 Oleh 26 Nov 2014Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Senjata Api (senpi) bagi prajurit adalah istri pertama dan harus melekat di dalam tubuh kita tidak boleh lepas, karena senjata api penting bagi TNI, namun tidak semua prajurit boleh menggunakannya karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya melalui test psikologi, security clearance (SC) dan masih banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi, kata Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh (Abd) dalam sambutannya pada Upacara Bendera mingguan yang diikuti seluruh anggota Lanud Abd bertempat di Taxy Way Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang. (24/11).

Komandan Lanud Abd menekankan kembali kepada seluruh anggota untuk selalu menggunakan senpi sebagaimana mestinya karena akhir-akhir ini senpi menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat utamanya TNI. Dampak dari perlakuan senjata api ada hukum yang melekat pada diri seseorang yang memegangnya. Jika seorang prajurit yang membawa senjata api, tidak boleh diberikan atau dipinjamkan kepada orang lain, karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan atau dicuri orang lain dan itu sangat berat sangsinya. Selain dapat dihukum 10 tahun, anggota tersebut juga bisa dipecat karena bisa membahayakan orang lain.

Baca juga:  PERTAMA KALI PRESIDEN SBY NAIK PESAWAT KEPRESIDENAN DARI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA

Walaupun telah dilakukan sosialisasi di Lanud Abd Saleh tentang masalah senpi, Danlanud Abd tidak akan bosan-bosannya untuk selalu mengingatkan anggotanya agar selalu berhati-hati di dalam melaksanakan tugas, utamanya anggota yang memegang senjata api. “Sebagai seorang tentara harus punya kesadaran pengamanan (sense of inteligent) di dalam dirinya masing-masing sehingga tidak terjadi kerugian besar karena sikap indicipline maupun ketidak-telitiannya”, katanya. Danlanud Abd mengharapkan agar masalah senpi yang akhir-akhir ini banyak disalahgunakan kegunaannya, dapat dibenahi kembali dengan melakukan langkah-langkah pelaksanaan tugas secara profesional dan disiplin waktu.

Masih pada kesempatan yang sama, selain menekankan bidang senpi, Marsma Sungkono juga menekankan bidang kinerja yang juga harus menjadi perhatian seluruh anggota Lanud Abd Saleh. Setiap pelaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya harus dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Orang nomor satu di Lanud Abd Saleh tersebut sangat appresied dengan disiplin waktu ketelitian administrasi. Diharapkan agar di Lanud Abd Saleh tidak ada kesalahan administrasi dan tidak ada pula pekerjaan yang tertunda, karena hal tersebut akan menghalangi pekerjaan selanjutnya.

Baca juga:  Komandan Lanud Maimun Saleh Beserta Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 16/Daerah I Lanud Maimun Saleh melaksanakan Vicon (Video Conference).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel