Berita

SEPULUH HARI PENDIDIKAN TERLA : MASIH SEPARUH SORTY TERBANG DENGAN GLIDER TANDEM

Dibaca: 18 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Selama sepuluh hari pelaksanaan Pendidikan Terbang Layang di Pusdikterla, Lanud Suryadarma, Jum’at (23/10) dari tujuh siswa rata-rata telah menjalani praktek terbang dengan glider tandem sebanyak 15 kali. Para siswa yang terbang didampingi pelatih di belakangnya tersebut umumnya terkendala pada segi teknis seperti towing atau proses take off saat ditarik Pesawat Gelatik, airborne (pengawakan saat mengudara), ditching (pendaratan) dan lainnya.

 

Menurut salah seorang instruktur yang juga Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Pendidikan Terbang Layang angkatan ke-23, Kapten Tek Ade Suherman kendala-kendala tersebut merupakan gejala umum yang dialami para pemula di dunia terbang layang karena mereka belum familiar untuk mengawaki pesawat glider baik saat akan terbang, ketika di udara dan waktu akan turun.

 

Oleh karena itu, selama pendidikan terbang layang, terbang tandem dijadwalkan sebanyak 30 kali terbang. Hal ini bertujuan agar para siswa terbiasa dengan kegiatan terbang layang sehingga timbul sikap-sikap spontan sesuai prosedur sebagai penerbang glider ketika berada di dalam cockpit dimulai saat akan terbang sampai pesawat akan mendarat lagi.

Baca juga:  Peringatan ke-64 Tahun Hari TNI AU Di Lanud Tanjungpandan

 

Para siswa selama ini telah diajari dan dilatihkan hal-hal mendasar dalam pengawakan glider. Mereka menjalani pendidikan bina kelas selama empat hari dan pada hari kelima sudah mulai memasuki fase bina terbang yaitu praktek menggunakan glider tandem atau terbang berdua didampingi instruktrur. Siswa yang akan terbang, glidernya ditarik tali khusus sepanjang 75 meter dengan pesawat gelatik. Setelah berada pada ketinggian tertentu, pilot gelatik melepaskan tali tersebut, sehingga glider melayang-layang sendiri di atas landasan Lanud Suryadarma berdurasi sekitar 5-7 menit sebelum mendarat di landasan.

 

Kegiatan pendidikan Terbang Layang Pusdikterla di Lanud Suryadarma setiap hari diawali pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, sebelum kegiatan penerbangan pesawat helikopter dari Skadron Udara 7 mengudara di area Lanud Suryadarma. Tujuannya agar kegiatan penerbangan helikopter untuk pendidikan penerbang helikopter dan terbang profesiensi dapat berjalan lancar pula. Target sorty kegiatan terbang layang setiap hari 14 sorty atau tiap siswa terbang sebanyak 2 kali. Apabila target tersebut tidak dapat dijangkau, pada sore hari saat angin berhembus cukup perlahan, kegiatan terbang layang dapat dilanjutkan lagi. Namun apabila hujan turun, otomatis kegiatan terbang layang tidak dapat dilaksanakan.

Baca juga:  Fun Race Cbr 250rr Di Lanud Sultan Hasanuddin

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel