Berita

Shalat Gaib dan Tahlil dari Warga Lanud Adisutjipto untuk Air Asia

Dibaca: 6 Oleh 31 Des 2014Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Setelah dinyatakan hilang, dan masih dalam pencarian akhirnya di hari ke tiga ditemukanlah puing-puing pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan oleh Badan SAR Nasional. Kepastian ini dieroleh setelah pesawat-pesawat Hercules TNI Au mampu mendeteksi dan memastikan bahwa serpihan yang ditemukan di perairan sebelah barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, adalah pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12) pagi.

Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Soelistyo saat jumpa pers di kantor pusat Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12). Meyakini bahwa aspirator assembly sama dengan yang dimiliki pesawat AirAsia,” dan kita telah memanggil pihak Airasia untuk memastikannya. Selain itu ditemukannya 6 jenasah merupakan bukti kuat bahwa Airasia telah mengalami musibah dan jatuh di laut.

Kepastian ini langsung ditanggapi oleh Lanud Adisutjipto dengan mengelar shalat Gaib dan tahlil bersama di masjid Abdurohim Rabu (31/12). Perintah datang langsung dari Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Yadi I. Sutanandika, M.S.S. Pada kegiatan shalat gaib dan tahlil ini suasana hujan sedang berlangsung sehingga sebagian peserta apel dan sholat gaib basah kuyub karena hujan.

Baca juga:  PENATRIS SETUKPA ANGKATAN Ke-16 DI LANUD ADI SOEMARMO

Komandan Lanud saat di tanya wartawan mengatakan, bahwa shalat gaib dan tahlil ditujukan untuk pilot dan crew pesawat termasuk para penumpang. Kita ingin memberikan pelajaran kepada anggota bahwa musibah ini adalah musibah kita semua, sehingga siapapun bisa saja mengalami oleh karenanya kita tidak boleh sombong dan merasa jumawa. Masih menurut Komandan kegiatan ini juga mendidik kita untuk berempati kepada sesama, dan tentunya kerihoan Allah SWT yang kita harapkan.

Kapt Pnb Irianto yang mengawaki pesawat Airasia QZ 8501 adalah mantan anggota TNI AU yang cukup dekat dengan Komandan Lanud Adisutjipto, beliau dari IDP 30 tahun 1983 dan pensiun dini tahun 1993. beliau merupakan penerbang F5 , dimata Danlanud Kapt Irianto merupakan sosok yang frendly dan selalu memberikan contoh yang baik kepada adik-adiknya. Kedekatan saya dengan beliau terjalin sejak lama. Dan pernah saya punya pengalaman yang tak terlupakan ketika almarhum terbang dengan saya dan pada saat terbang beliau sempat berada di bawah pesawat saya dan saat itu saya tidak menyadari, dan baru sadar setelah terbang sejajar belaiu muncul dari bawah pesawat. Tegasnya usai apel khusus sambil mengenangnya. Masih menurut Danlanud mereka berdua masih berhubungan sampai 2 minggu sebelum kejadian, melalui FB. Jelasnya.

Baca juga:  Pangkoopsau II Pimpin Base Brief Hari ke-3 Latihan MOT dan GFAC di Lanud Iswahjudi

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel