TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Shalat Idul Adha 1438 H dan Penyembelihan Hewan Qurban di Lanud Sulaiman

By 04 Sep 2017Berita
logo-tni-au-featured-1600×900

Kepala Dinas Logistik Letkol Kal Dwi Yunanto mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P., beserta keluarga dan warga masyarakat sekitar berduyun-duyun melaksanakan sholat Idul Adha 1438 H/2017 M di Lapangan Apel Staf II Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, Jum’at (1/9).

”Manfaat kurban ditinjau dari aspek sosial adalah memberi makan kepada fakir miskin. Memberi makan dalam arti luas bukan hanya memberikan makan pada jasmani atau perut, melainkan juga memberi makan kepada rohani atau akal. Peristiwa kurban diharapkan dapat menumbuhkan kesalehan sosial dari setiap individu umat Islam,” kata Kadislog saat membacakan amanat Danlanud yang juga mengatakan bahwa berkurban adalah sarana pembersih diri dan pendekatan diri kepada sang pencipta Allah Subhanahu Wata’ala. Secara sosial berkurban adalah sarana untuk menyejahterakan umat.

Disampaikan pula dalam sambutan tertulisnya bahwa hakekat pengorbanan adalah mengorbankan segala yang paling dicintainya untuk mengikis debu dalam hati yang menghalangi, yaitu kekikiran dan keserakahan. Sebagaimana dinyatakan dalam Surat Al Hajj ayat 37 yang artinya, daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah Subhana Wata’ala, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

”Peristiwa Idul Adha banyak terkait dengan peristiwa nabi Ibrahim Alaihisallam dalam doa di hari tuanya. Beliau meminta kepada Allah Subhana Wata’ala agar diberi keturunan untuk melanjutkan tugas kerasulannya. Ia berjanji bila diberi keturunan akan melaksanakan apaun yang diperintahkan Allah Subhana Wata’ala,” Demikian khotbah Prof. Dr. KH. Dedi Mulyasana, M.Pd., selaku Guru Besar Uninus, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jabar dan anggota MUI Pusat yang bertindak sebagai Imam dan Khatib.

Dengan kesalehan seorang anak dan keimanan yang luar biasa dari seorang ayah, maka keduanya berserah diri untuk melaksanakan perintah Allah dan mengesampingkan berbagai kepentingan diri, keluarga, dan dunia. Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah Subhana Wataala untuk menyembelih anaknya Ismail alaihissalam, di Mina tempat penyembilan tersebut diabadikan dalam bentuk tugu oleh pemerintah Saudi Arabia.

Disampaikan pula bahwa hal penting yang perlu direnungkan oleh kita di hari Idul Adha 1438 Hijriah adalah, pertama bahwa hidup itu pilihan. Tidak sulit untuk menjadi orang baik. Cukup punya niat dan keberanian memulai melakukan kebaikan atas dasar iman, ikhlas, dan sabar. Kedua, jadikan dunia sebagai tempat menanam dan akhirat tempat menuai. Keuntungan dunia hanya ibarat setetes air yang menempel di jari tangan sedangkan keuntungan akhirat adalah lautan yang sangat luas. Ketiga, ubah kenikmatan menjadi amal saleh. Keempat, hindari pertengkaran. Kelima, jangan lukai hati orangtua, orang tua cukup bahagia bila kelak anak-anaknya tidak menjadi beban bahkan musuh di hari kiamat kelak. Orangtua hanya menginginkan kelak Allah Subhana Wata’ala mempertemukan dan mengumpulkan kembali dalam surga-Nya.

Usai pelaksanaan Salat Id, pada pukul 08.00 WIB panitia Idul Qurban dari gabungan Seksi Bintal dan dinas lainnya di Lanud Sulaiman, melaksanakan penyembelihan hewan qurban di samping halaman gedung Sarban. Lanud Sulaiman dapat mengumpulkan sapi sejumlah tiga ekor dan 33 ekor domba, untuk selanjutnya dibagikan kepada 35 yayasan yang berhak menerima.

Idul Adha 1438 H tahun ini mengangkat tema “Melalui Hikmah Idul Adha 1438 H/2017 M, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Serta Sikap Rela Berkorban Guna Mewujudkan Prajurit yang Kuat, Hebat, Profesional, dan Dicintai Rakyat.”

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Shalat Idul Adha 1438 H dan Penyembelihan Hewan Qurban di Lanud Sulaiman