Berita

Sholat Idul Adha di Lanud Supadio

Dibaca: 1 Oleh 25 Sep 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Ribuan kaum muslimin dan muslimat memadati Main Apron Lanud Supadio, mereka datang dengan satu tujuan yaitu melaksanakan Sholat Idul Adha 1436 H dan sholat Istisqa (sholat minta diturunkan hujan), Kamis (24/9). Sebelum sholat, terlebih dahulu dibacakan laporan kegiatan Idul Adha oleh Ketua Panitia Mayor Kal Suhardin. Dilanjutkan sambutan Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansyah, S.E. Sedangkan selaku Imam/Khatib Bapak Ustadz Rasiam, S.EI., MA

Dalam sambutannya Danlanud mengatakan Idul adha atau hari raya qurban mempunyai nilai dan makna yang sangat dalam, antara lain diperintahkannya umat islam untuk menyembelih hewan qurban sebagai ibadah dan ungkapan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus ibadah yang mempunyai makna sosial yaitu menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian kepada sesama umat muslim yang berkecukupan kepada umau prasejahtera.

Oleh karena itu, lanjut Danlanud di hari yang sangat mulia ini, umat islam diajak untuk merenung sejenak, bahwa tidak ada sesuatu yang abadi, agung dan Istimewa dalam kehidupan ini, kecuali ketaqwaan kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT. Harta yang kita miliki, jabatan dan kekuasaan hanyalah bersifat sementara. Sebesar apa pun harta yang kita miliki, semua itu akan sirna seketika disaat ajal menjemput.

Baca juga:  KOMSOS TNI PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN DI BALI

“Sebagai salah satu bentuk syukur terhadap nikmat dan karunia-nya, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk memberikan sebagian harta kekayaannya kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Dan pada hari raya Idul Adha ini dengan adanya penyembelihan hewan qurban serta dagingnya diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. ” kata Danlanud.

Diakhir sambutannya Danlanud mengajak para hadirin untuk dapat mengikuti sholat Istisqa atau sholat minta diturunkannya hujan yang dilaksanakan setelah khutbah Idul Adha. Hal ini dikarenakan Kalbar sedang dilanda musin kemarau dan diperparah adanya pembakaran lahan yang mengakibatkan asap sehingga membahayakan kesehatan,

Sedangkan Ustadz Rasiam, S.EI., MA dalam tausiahnya mengatakan rutinitas perayaan Idul Adha merupakan syarat diperintahnya beberapa hal diantaranya adanya kewajiban berhaji bagi yang mampu, pelaksanaan puasa tarwiyyah dan arafah, penyebelihan hewan kurban setelah melaksanakan sholat Idul Adha.

”Oleh sebab itu, bagi umat Islam yang sudah mampu hendaknya bersegera untuk berkurban. Karena harta yang kita miliki bukan milik kita seorang namun ada sebagaian milik fakir miskin dan kaum dhuafa,” jelas khatib yang juga Ketua Jurusan Perbankan Syariah IAIN Pontianak.

Baca juga:  DANLANUD SURABAYA SAMBUT KEDATANGAN RI I

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel