Berita

SHOLAT IDUL FITRI DI LANUD ATANG SENDJAJA

Dibaca: 10 Oleh 12 Agu 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsekal Pertama TNI Eko Supriyanto. bersama warga Muslimin dan Muslimat Lanud ATS serta ribuan masyarakat muslim sekitar Lanud ATS melaksanakan Sholat bersama Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, di Lapangan Bondol, Kemang Bogor. Bertindak selaku Khotib KH Muhammad Zein LC, dan Drs. Ahmad Muhajir, S.Q. sebagai Imam sholat Ied.

Komandan Lanud Ats dalam sambutannya mengajak kaum muslimin dan muslimat keluarga besar Lanud ATS untuk mengisi diri dengan berdisiplin, memiliki semangat dan motivasi di dalam tugas sesuai profesi masing-masing, menciptakan kedamaian diantara sesama, menciptakan persatatuan dan kesatuan antar sesama anggota TNI dan masyarakat untuk menciptakan solidaritas guna memperkokoh keutuhan NKRI.

Selain itu Danlanud meminta agar selalu menjaga silaturrahmi, dengan membina dan memelihara jiwa kebersamaan yang utuh dan dapat kita teladani nilai-nilai silaturahmi itu sendiri, guna menghadapi kondisi yang akhir-akhir ini sedang marak dengan adanya pihak-pihak tertentu yang menggunakan atau mengatasnamakan ormas sebagai pemicu konflik sosial (kekerasan) Red, dan kerusuhan, sehingga menodai sucinya bulan ramadhan itu sendiri.

Baca juga:  TK Angkasa Lanud Raden Sadjad Ranai-Natuna Kunjungi Pesawat Tempur TNI AU

Dikesempatan itu juga Komandan Lanud mengajak marilah kita rayakan Idul Fitri dengan suasana aman dan damai,. cegah dan hindari hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kontra produktif. “Harap Danlanud”.

Sementara itu Khotib menyampaikan, “Sesungguhnya kalbu atau hati itu merupakan penggerak milliaran syaraf yang ada dalam tubuh manusia, apabila hati itu bersih maka bersihlah manusia itu lahir dan batin laksana lahan yang subur, apabila ditanam padi akan tumbuhlah bibit padi, apabila ditanam bibit mangga akan berbuahlah mangga, tapi sebaliknya apabila hati itu kotor maka kotorlah sekujur badan manusia itu luar dan dalam laksana sebidang tanah yang gersang dan mengeras, dia buta akan segala sesuatu, apapun yang di tanam tidak akan tumbuh.

Diakhir khotbahnya menyampaikan marilah kita menjaga hati jangan menodainya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak di sukai hati itu sendiri sebagai mana fitrahnya yang suci, sehingga masa hidup yang diberikan Allah kepada kita didunia ini tidak akan sia-sia, mari kita membersihkan pikiran dan hati kita untuk mempersiapkan bekal di akhir hidup dan pasti kita akan menghadapi sidratulmaut, kematian sebagai awal memasuki hari akhirat dimana setiap manusia akan dimintai pertanggung jawaban selama hidup di dunia, sehingga pada saatnya nati di yaumil hisap kita adalah termasuk orang-orang yang menang dan beruntung. sebagai mana halnya sekarang ini kita berada dalam keadaan suci karena kita telah memenangkan suatu peperangan melawan hawa nafsu sebulan penuh, Allahuakabar walilahil hamda.

Baca juga:  Sosialisasi Safety Riding dan Driving di Lanud Sulaiman

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel