Berita

SHOLAT IDUL FITRI DI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA

Dibaca: 23 Oleh 14 Sep 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI M. Nurullah, S.IP bersama warga Muslimin dan Muslimat Lanud Halim Perdanakusuma serta masyarakat muslim sekitar Lanud Halim Perdanakusuma melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H di Area Parkir Bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/9). Bertindak selaku Khotib dan Imam Prof. DR. Budi Sulistiono, Guru Besar Kebudayaan Islam UIN Jakarta.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma dalam sambutannya mengajak kaum muslimin dan muslimat keluarga besar Lanud Halim Perdanakusuma untuk mengisi diri dengan berdisiplin, memiliki semangat, motivasi dan dedikasi di dalam tugas, menciptakan kedamaian diantara sesama, menciptakan persatuan dan kesatuan antar sesama anggota TNI, Polri dan masyarakat demi menciptakan solidaritas guna memperkokoh keutuhan NKRI, serta selalu membina dan memelihara jiwa kebersamaan yang utuh sehingga kita dapat teladani nilai-nilainya, guna menghadapi kondisi serta keadaan Negara kita yang akhir-akhir ini sedang marak dengan adanya pihak-pihak tertentu yang menggunakan atau mengatasnamakan agama sebagai pemicu konflik sosial dan kerusuhan untuk mencapai tujuan pribadi maupun kelompok. Dikesempatan itu juga Komandan Lanud mengajak marilah kita rayakan hari raya Idul Fitri ini dalam suasana aman, damai,. cegah dan hindari hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kontra produktif.

Baca juga:  Apel Khusus Di Lanud Adi Soemarmo

Sementara itu Khotib Prof. DR. Budi Sulistiono dalam Khutbah Idul Fitri antara lain menyampaikan “Muslimin yang peduli dengan nasib kaum miskin, bodoh dan terbelakang dengan menyantuninya sepenuh hati adalah penjelmaan manusia fitri yang hanif, merekalah yang disebut rausanfikr, yaitu muslim tercerahkan yang peduli dengan nasib umat. Kepedulian ini menjadi sangat penting, mengingat kondisi masyarakat kita yang masih terdapat jurang pemisah yang cukup lebar anatara si kaya dan si miskin. Rausanfikr/muslim tercerahkan harus tercipta dalam diri kita masing-masing, kita tidak boleh masa bodoh atau tidak peduli dengan persoalan di sekitar kita kepedulian pada persoalan ummat akan mendorong kita menuju sebuah keshalehan sosial yang sangat ditekankan oleh Islam.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel