Berita

SHOLAT IDUL FITRI DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 4 Oleh 13 Sep 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Ratusan warga Lanud Supadio dan masyarakat sekitarnya memadati Apron Hanggar Lanud Supadio guna mengikuti Sholat Idul Fitri 1431 Hijriah, Jum’at (10/9). Walaupun cuaca agak mendung disertai gerimis namun tidak mengurangi kekhusukan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1431 Hijriah.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan jamaah mulai memadati Apron Hanggar Lanud Supadio yang sudah biasa digunakan untuk sholat Idul Fitri. Sebelum sholat terlebih dahulu pembacaan laporan kegiatan selama bulan suci Ramadhan di Lanud Supadio oleh Kapten Tek Anggit. Selanjutnya sambutan Danlanud Supadio Kolonel Pnb Imran Baidirus, S.E.

Dalam sambutannya Danlanud mengatakan Idul Fitri memiliki makna mendasar yang diyakini dapat mengembalikan kita pada kefitrahan, bersih dari segala dosa, setelah kita melaksanakan ibadah puasa secara khusuk selama sebulan penuh. Keyakinan itu diharapkan semakin memantapkan langkah kita untuk melaksanakan tugas mulia yang diberikan negara, dengan sebaik-baiknya. Dengan keyakinan itu pulalah, Insya Allah kita semua akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan seberat apapun di masa yang akahn datang.

Baca juga:  Lanud Halim Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan TNI AU

“Bulan Ramadhan merupakan penuh barokah, penuh pahala dan ampunan, serta merupakan bulan pelatihan. Dalam bulan itu kita dilatih dengan cara menahan hawa nafsu, khususnya nafsu fisik dan biologi. Latihan ini dimaksudkan untuk menghadapi kehidupan sebelas bulan berikutnya dimana selama 11 bulan itu kita hanya mengendalikan hawa nafsu,” tambah Danlanud.

Tepat pukul 07.00 WIB, Sholat Id dilaksanakan. Bertindak sebagai imam/khotib Ustadz Maulana Sidiq Al Hafiz. Dalam khutbahnya, khotib mengatakan Idul fitri merupakan penyucian akal dan hati dengan mengambil makna dari ibadah Ramadhan yang telah dilakukan sebulan penuh. Kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menerapkan dan mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, khotib juga mengimbau agar betul-betul masuk secara mendalam ke dalam fitrah kemanusiaan. Fitrah itu ada dalam diri kita masing-masing. Fitrah itulah yang mengingatkan kita ketika akan berbuat tidak jujur, fitrah itu juga yang mendorong kita untuk beramal dengan penuh ikhlas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel