Berita

Sholat Idul Fitri di Lanud Supadio

Dibaca: 7 Oleh 11 Jul 2016Tidak ada komentar
Sholat Idul Fitri di Lanud Supadio
#TNIAU 

Ratusan warga Lanud Supadio dan masyarakat sekitarnya memadati Apron Hanggar Lanud Supadio guna mengikuti Sholat Idul Fitri 1437 Hijriah, Rabu (6/7). Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dalam suasana khidmat dan didukung dengan cuaca yang cukup cerah.

Sejak pukul 05.30 WIB, ratusan jamaah mulai memadati Apron Hanggar Lanud Supadio. Mereka langsung mengisi saf-saf sholat telah disediakan oleh PHBI Lanud Supadio. Kegiatan sholat Idul Fitri diawali dengan sambutan Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansyah, S.E, pelaksanaan sholat dan khotbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Bapak ustadz H. Didik M. Nur Haris, Lc., MA.

Dalam sambutannya Danlanud menyampaikan pada saat ini umat islam di penjuru dunia merayakan Idul Fitri 1437 hijriah. Perayaan Idul Fitri ini ditandai dengan sholat i”d berjamaah yang merupakan suatu ungkapan kemenangan, dimana kita selaku ummat Nabi Muhammad SAW telah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

”Pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi serta keluarga, saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1437 Hijriah minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin” kepada segenap keluarga besar Lanud Supadio dan masyarakat di sekitar Lanud yang hadir pada saat ini, dengan harapan dan doa semoga amal ibadah puasa yang kita laksanakan selama dibulan ramadhan ini dapat diterima oleh Allah SWT,” kata Danlanud.

Baca juga:  PENYULUHAN HUKUM BABINKUM TNI BAGI PERSONEL KOHANUDNAS JAKARTA  

Sedangkan ustadz H. Didik M. Nur Haris, Lc., MA. dalam khotbahnya mengungkapkan Idul fitri memiliki makna mendasar bagi umat islam, bahwa setelah berpuasa sebulan penuh akan kembali kepada fitrah dan bersih dari segala dosa. Oleh sebab itu, kita harus dapat mempertahankan kondisi fitrah dan bersih ini didalam sebelas bulan kemudian.

“Keyakinan kita hendaknya semakin mantap bahwa kita akan mampu berjuang dalam menahan emosi, saling memaafkan atas segala kekhilafan yang telah diperbuat serta mohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kekhilafan dan kesalahan. Apalagi kita berada di era globalisasi yangmana arus informasi sangatlah cepat dan berdampak positif serta negatif. Untuk itu kita harus menyikapi informasi tersebut dengan arif dan bijaksana sehingga tidak disalahgunakan,” jelasnya

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel