Berita

SHOLAT IDUL FITRI DI MAKOOPSAU II

Dibaca: 3 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
SHOLAT IDUL FITRI DI MAKOOPSAU II
#TNIAU 

Umat Muslim warga Koopsau II, Kosekhanudnas II dan masyarakat sekitar Kompleks TNI AU Daya melaksanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H bersama di Lapangan Apel I Makoopsau II dengan Khatib Ustadz Prof. Doktor Syahrudin Nawi SH MH Guru Besar Program Pasca Sarjana UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makassar sedangkan Imam Ustadz Hasanuddin, Imam Masjid Al-Ikhlas Kompleks TNI AU Daya, Sabtu (13/10)

 

Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI IB. Sanubari, SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Aspers Kas Koopsau II Kolonel Pnb Khoirul Arifin mengatakan bahwa satu bulan penuh kita telah berhasil melaksanakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan menghindari segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT seperti berdusta, bergunjing, menipu, menghasut, iri, dengki dan sebaliknya selama satu bulan itu kita telah berhasil meningkatkan amal sholeh, sholat-sholat sunnah dan semua amal yang terpuji serta mulia.

 

”Ibadah puasa ini sebagai momentum dalam peningkatan sikap mental dan perilaku kata Pangkoopsau II, maka dalam kehidupan kita tidak terlepas dari apa yang kita lakukan pada bulan ramadhan yang telah kita lalui”. jelasnya

Baca juga:  PERTANDINGAN PERSAHABATAN DI LANUD TARAKAN

 

Lebih lanjut, puasa ramadhan memberikan hikmah kepada kita dalam hal pengendalian hawa nafsu dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama hamba Tuhan serta Idul Fitri mengajak kita kembali kepada sikap serta perbuatan yang suci, untuk meningkatkan kadar ketqwaan kita kepada Allah SWT.

 

Sementara itu Ustadz Prof. Doktor Syahrudin Nawi SH MH dalam kotbahnya menyampaikan satu bulan penuh lamanya kita melatih diri, menghidupkan berbagai potensi yang ada dalam diri kita, sehingga tercipta daya tahan yang tinggi, kemampuan untuk pengendalian diri, menanam bibit kesanggupan menahan diri terhadap segala larangan Allah, tangguh terhadap berbagai kesulitan hidup yang dihadapi, menghidupkan fungsi kontrol dalam diri, sehingga tumbuh dan hidup serta berakar, mendarah daging, dan berkembang menjadi kebiasaan. Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat terbentuk menjadi adat sehari-hari, yang pada akhirnya dapat tumbuh menjadi sifat dan tabiat yang disebut segala akhlak yang terpuji.

 

Sisi lain Prof. Doktor Syahrudin Nawi SH MH mengatakan dalam erah modern di abad 21 ini, dikala jaringan internet telah membumi dan semakin canggih, di abad informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, dua hal yang menjadi kekurangan manusia midern yang sekuler, yakni kehidupan yang hanya mendahulukan kesenangan dunia ( Word Interest ), yang mengukur keberhasilan hanya dengankekayaan materi dan kenikmatan nafsu. Hal ini mengakibatkan iman ditukar dengan kekafiran, terjadi saling mencurigai, keadilan dikorbankan demi materi, korupsi merajalela, penegak hukum (low enforcement) tinggal impian belaka, tingkat kesejahteraan menurun, terjadi kesenjangan social, muncul berbagai gangguan terhadap masyarakat dan permusuhan muncul dimana-mana. Inilah gambaran manusia yang melakukan penganiayaan besar-besaran terhadap diri dan kemanusiaan serta melakukanan kerusakan di Bumi. ”Untuk berhasilnya pembangunan dan untuk keselamatan bersama mari kita tingkatkan dakwah, amar ma’rup, nahi mungkar”. Jelasnya. ***Sumber: Penkoopsau II

Baca juga:  KADISOPS WINGDIKUM TUTUP SEJURBA BINTAL A-5

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel