Berita

Shooting Han Made di Musdirla

Dibaca: 10 Oleh 05 Jul 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

“Kak Made..Kak Made…,” sekelompok anak kecil berteriak memanggil. Yang dipanggilnya pun menjawab dengan ramah. “Halo adik-adik, apa khabar? Mau bermain dengan Kak Made?,” “Mauuu..,” teriak anak-anak penuh semangat. Selang beberapa menit, teriakan anak-anak tersebut harus diulang kembali untuk beberapa kali, untuk satu adegan yang sama.

Suasana di Halaman Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Senin (4/7) ramai dengan suara riuh anak-anak bermain. Karena adegannya sering diluang-ulang, sekelompok anak-anak yang sedang bemain tadi menjadi perhatian banyak pengunjung. Setelah para pengunjung mengamati, ternyata di museum kebanggaan warga TNI Angkatan Udara ini sedang dijadikan lokasi shooting program Hand Made produksi Global TV.

Andy Aditya Dhanardi, Produser Program Hand Made menjelaskan tayangan Hand Made merupakan acara Global TV yang ditayangkan setiap hari dari Senin hingga Jumat dari pukul 15.00 sampai dengan 15.30 WIB. Dalam acara ini, anak-anak diajak bemain dan berkreasi dengan barang-barang bekas.

Dalam kesempatan shooting di Museum Digantara Mandala, ujar Andy, anak-anak diajak melihat-lihat koleksi pesawat terbang. Selesai berkeliling museum, anak-anak diajari berkreasi membuat mainan pesawat terbang dari kaleng bekas minuman.

Baca juga:  LANUD TIMIKA ADAKAN LATIHAN HANLAN

Maya salah satu anak yang ikut dalam shooting Hande Made mengungkapkan rasa senangnya. “Selain untuk mengisi kegiatan di liburan sekolah, ikut shooting program Hand Made bisa menambah pengalaman,” ujarnya saat rehat bersama crew Global TV.

Senada dengan Maya, anak-anak yang ikut dalam shooting pun mengungkapkan hal yang sama. Sebut saja Desi. Menurutnya ikut shooting merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakannya.

Sementara Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Letnan Kolonel Sus Drs. Sudarno, saat memantau pelaksanaan shooting mengatakan, dengan digunakannya kawasan dan koleksi museum sebagai tempat shooting, secara tidak langsung merupakan ajang promosi melalui media elektronik.

Kepala Museum berharap, dengan ditayangkannya program Hand Made nanti, masyarakat akan mendapat tambahan informasi tentang tempat wisata di Yogyakarta, khususnya museum pesawat terbang di Lanud Adisutjipto.

Kak Made..Kak Made….teriakkan ini pun kembali terdengar. Kali ini bukan panggilan dari anak-anak untuk adegan dalam skenario, tetapi panggilan tersebut diteriakkan dari para pengunjung museum. Setelah yang empunya nama mendekat, serentak mereka berjabat tangan dan minta foto bersama.

Baca juga:  Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Bagikan Hewan Kurban

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel