Berita

SIDANG PENGADILAN MILITER II-08 JAKARTA

Dibaca: 97 Oleh 20 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Markas Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Makoopsau I) menggelar Sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25-27 Januari 2010, dibuka oleh Kepala Hukum Koopsau I Kolonel Sus Hadiri di Gedung Serbaguna Makoopsau I, Senin (25/1).

Sidang tersebut menghadirkan Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) Kolonel Laut (KH) P. Simorangkir, SH, sekaligus bertindak selaku Ketua Majelis Hakim dan didampingi anggota Majelis Hakim yang terdiri dari Letkol Sus Reky dan Mayor Chk Ahlan Gawi serta Kepala Oditur Militer Letkol Chk Endra Nurwantoko, SH, MH.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto, S.T. dalam sambutannya yang dibacakan Kakum Koopsau I mengatakan bahwa Sidang Pengadilan Militer yang digelar kali ini merupakan salah satu tugas dan fungsi dari Staf Hukum Koopsau I sebagai Staf Pangkoopsau I yang bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan hukum di lingkungan Koopsau I dan jajarannya, dengan melaksanakan pembinaan kesadaran dan penegakan hukum yang meliputi penyuluhan hukum, peneranpan hukum dan penyiapan data perkara hukum.   Guna mewujudkan kehidupan prajurit yang tertib, dilakukan upaya penegakkan keadilan, kebenaran dan kepastian hukum dengan melaksanakan prinsip penyelesaian perkara secara cepat dengan melaksanakan sidang Pengadilan Militer di Makoopsau I.

Baca juga:  RAPAT ANGGOTA LUAR BIASA PRIMER KOPERASI KOSEKHANUDNAS I TAHUN BUKU 2012

Lebih lanjut Pangkoopsau I menekankan bagi prajurit yang akan disidangkan membantu kelancaran sidang dengan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan nantinya menerima keputusan majelis Hakim dengan ikhlas dan menjadikan sebagai hikmah untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum di masa yang akan datang. 

Sidang yang sifatnya terbuka oleh anggota tersebut mengadili 11 terdakwa dengan berbagai kasus, antara lain, desersi, mangkir, penipuan dan penggelapan, asusila serta penganiayaan berat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel