Berita

SILATURAHIM DAPAT MENYEMBUHKAN KESEDIHAN

Dibaca: 52 Oleh 04 Agu 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Perintah yang secara langsung diberikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Perintah ini diperoleh ketika beliau menjalankan ritual imani sehingga sampai di sidratul muntaha dan “bertemu” Allah SWT. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ini kemudian dikenal dengan Isra Mi’raj. Sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah tengah mengalami duka cita yang sangat mendalam karena ditinggal oleh isteri tercinta, Khadijah, kemudian disusul oleh pamannya, Abu Thalib, yang walaupun masih kafir tetapi sangat melindungi aktivitas Nabi.

 

Dalam keadaan yang duka cita dan penuh dengan rintangan yang sangat berat itu, menambah perasaan Rasullah semakin berat dalam mengemban risalah Ilahi. Lalu Allah “menghibur” Nabi dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit dan menemui Allah. Pada dasarnya peringatan Isra Mi’raj hanyalah untuk memotivasi dan penyemangat, bukan dalam rangka beribadah (ibadah dalam artian ibadah ritual khusus). Setelah Nabi berkesempatan untuk “bersilaturahim” dengan Allah SWT, semakin kuatlah tekad beliau, semakin Nabi mengagumi keagungan Allah SWT, sehingga kesedihan yang dialami dapat terkikis.


Demikian uraian hikmah peringatan Isra Mi’raj yang disampaikan oleh Ustad Drs. H. Dudi Muttaqin, dari Departemen Agama Kota Bandung, di Masjid Al Mu’minun Lanud Husein Sastranegara, Rabu (4/8). Ceramah dihadiri oleh keluarga besar Lanud Husein S., beserta insub antara lain Koharmatau, Dislitbangau, Depohar 10, dan Wingdiktekkal.


Dalam sambutannya Komandan Lanud Husein S., Kolonel Penerbang Asep Adang Supriyadi, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Personel, Letkol Adm Dadang Kosasih, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini juga memiliki arti penting bagi umat Islam, yaitu sejalan dengan pembinaan satuan di bidang Rohani Islam dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berpengetahuan, memiliki mental serta akhlaq yang terpuji dan yang berbudi pekerti luhur, menjadikan sebagai anggota TNI Angkatan Udara untuk berprilaku seperti yang diteladani oleh Rasululloh


Lebih lanjut Danlanud menegaskan tuntutan tugas prajurit dewasa ini diperkirakan semakin hari semakin tidak ringan sehingga mau tidak mau harus dihadapi dengan personel-personel yang berkualitas, memiliki keimanan dan ketaqwaan serta disiplin yang tinggi, sesuai yang terkandung dalam hikmah Isra Mi’raj. Hal ini sejalan pula dengan tema peringatan tahun ini yaitu “Dengan hikmah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan serta kualitas pengabdian prajurit TNI Angkatan Udara kepada bangsa dan Negara”.


Dalam uraian ceramah selanjutnya, Ustad Dudi mengemukakan bahwa dengan shalat dapat membentuk karakter yang baik yaitu akhlakul karimah, karena bacaan shalat penuh dengan bacaan yang indah dan positif yang apabila diwujudkan dalam perilaku keseharian, Insya Allah dapat terbentuk individual yang sholeh dan sholehah. Dalam sholat terdapat banyak bacaan doa yang bila kita meyakini, maka kekuatan doa pada sholat akan membantu kita untuk lebih tegar dalam menghadapi perjalanan manusia di muka bumi yang fana ini. Wallahu alam.

Baca juga:  TK RAUDHATUL AL IHSAN BERKUNJUNG KE LANUD HUSEIN S.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel