TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Simposium “Konsepsi Kepahlawanan Ditinjau dari Sudut Pandang TNI dan Pemuda”

By 05 Oct 2016Berita
emb-314

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-71, Lanud Abd Saleh menggelar Simposium dengan Topik “Konsepsi Kepahlawanan di tinjau dari Sudut Pandang TNI dan Pemuda”, yang mengundang pembicara Wakil Rektor UM, Prof. DR. Hariyono, M.Pd. dan Marsma (Purn) FX Hartono, bertempat di Gedung Cakrawala Lanud Abd Saleh dan dihadiri 300 orang peserta dan undangan masing-masing dari para pejabat dan anggota Lanud Abd Saleh dan Insub, Camat (Singosari, Jabung, Pakis), Kepala Desa (Saptorenggo, Asrikaton, Dengkol dan Gunung Jati), Mahasiswa UM, UMM, para pelajar SMA 1 Lawang, SMK 1 Singosari dan SMK Penerbangan Angkasa Singosari serta para Purnawirawan Malang (4/10).

Dalam sambutan Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, S.E., M.M., mengatakan simposium ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT TNI ke-71 sekaligus bertujuan untuk mengugah kesadaran generasi penerus baik dari kalangan TNI maupun pemuda, tentang arti kepahlawanan yang notabene nilai-nilai kepahlawan ini mulai tergerus oleh perubahan jaman. TNI lahir dari kancah pergolakan/perjuangan rakyat dalam membela dan mempertahankan tanah air untuk merebut kemerdekaan. TNI lahir dari rakyat dan kembalinya untuk rakyat. untuk itu melalui peringatan hut tni ke 71 ini mengambil tema “Bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional siap mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian”.

Diharapkan melalui simposium ini, akan di hasilkan pemikiran-pemikiran segar dan cerdas yang mampu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi TNI sekaligus bagi para pemuda. “saya juga berpesan, melalui momen yang baik ini marilah kita memulai mencintai apa yang kita punyai, dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai saat ini”, himbau Danlanud Abd menutup sambutannya.

Sementara Wakil Rektor UM, Prof. DR. Hariyono, M.Pd. selaku nara sumber menjelaskan tentang cara pandang terhadap kepahlawanan memerlukan “penyegaran” perspektif yang apresiatif. Bukan pahlawannya yang ada harus yang diganti. Perspektif kita dalam menempatkan pahlawan sebagai sosok pribadi yang menghasilkan buah, karakteristik perbuatan luhur dan mulia yang itulah yang memerlukan reinterperasi yang sesuai dengan dunia yang terus berubah. Dalam kondisi yang demikian, kepahlawanan diharapkan tidak hanya menghasilkan kekaguman dari generasi muda, melainkan juga mampu memberi inspirasi dan motivasi pada generasi muda untuk berjuang dan menjadi “pahlawan” zaman sesuai dengan konteks kehidupan yang dijalani. Hal yang menarik dari pernyataan Prof hariyono adalah berliau mengatakan pahlawan itu tidak identik dengan mati, sehingga pahlawan bias diartikan sebagai orang yang paling berprestasi dan mambawa maslakat.. jadi tidak harus menunggu dia menjadi mati. Budaya kita sering tokoh yang paling fenomenal dalam akhir cerita pasti dimatikan dalam akhir cerita ini pola piker yang salah.tegasnya.

Demikian pula dengan nara sumber lainnya, Marsma (Purn) Hartono, yang mengatakan bahwa kepahlawanan merupakan tindakan atau sikap kesatria yang dimiliki seseorang melalui sifat sifat keikhlasan, berani, perkasa, bertanggung jawab dan rela berkorban dalam membela nusa dan bangsa. Sifat sifat kepahlawanan ini harus ditanamkan sejak dini bagi generasi penerus bangsa ditengah tengah pengaruh negatif dari kemajuan tehnologi yang berkembang sangat pesat sehingga tertanam bagi generasi penerus bahwa NKRI adalah harga mati.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Simposium “Konsepsi Kepahlawanan Ditinjau dari Sudut Pandang TNI dan Pemuda”