Berita

SIMPOSIUM TENTANG STRATEGI MEMBANGUN ALUTSISTA TNI AU

Dibaca: 3 Oleh 16 Jun 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto, S.T membuka acara Simposium Koopsau I salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-59 Koopsau bertempat di Gedung Serbaguna Makoopsau I, Senin (14/6).

Simposium yang berlangsung hanya sehari ini mengambil topik Startegi Membangun Alutsista TNI AU sampai dengan tahun 2024, dengan pembicara Marsdya TNI Erris Heryanto, MA, DR. J. Kristiadi, DR. Edy Prasetyono Phd, dan sebagai Moderator Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Asep Adang Supriadi. Acara ini dihadiri oleh, Komandan Kodikau, Pangkosekhanudnas, Perwakilan Seskoau, Kaskoopsau I, para Komandan Satuan jajaran TNI AU.

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto, S.T. dalam sambutannya saat membuka acara simposium mengatakan bahwa simposium kali ini membicarakan bagaimana TNI Angkatan Udara mampu membangun kekuatan alutsista sampai dengan tahun 2024 guna meningkatkan kesiapan dan kesiagaan operasional dalam rangka tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta menjaga Kedaulatan NKRI.

Baca juga:  Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis Pimpin Upacara Hut Pomau Ke-71

Sangat tepat apa yang disampaikan pimpinan TNI Angkatan Udara sebagai ”The First Class Airforce” merupakan langkah awal, untuk meraih kredibilitas publik di tengah-tengah alutsista TNI Angkatan Udara sampai dengan tahun 2024 diharapkan TNI Angkatan Udara akan sangat disegani dikawasan regional maupun global, lanjutnya.

Sementara itu Sekjen Kemhan Marsdya TNI Erris Heryanto, MA. Selaku Pembicara menyampaikan bahwa Kekuatan TNI AU pada saat ini berada di bawah kemampuan minimum yang diperlukan, berkaitan dengan alutsista yang diproyeksikan sebagai alat deterent dan balance of power tidak lagi dapat diandalkan. Kekuatan kesiapan alutsista TNI AU saat ini adalah 48 %. Hal ini diperburuk pula dengan anggaran yang sangat terbatas, proses pengadaan dan pemeliharaan yang idak tepat. Untuk itu diperlukan sebuah Strategi dalam pembangunan Alutsista TNI AU kedepan dengan menitikberatkan pada Anggaran, Sumber Daya Manusia, dan Alutsista. Berkaitan dengan dengan anggaran untuk pertahanan maka tantangan kedepan adalah bagaimana mengelola anggaran yang terbatas dengan benar. Sumber Daya Manusia dapat diwujudkan dengan pendidikan dan latihan yang kompeten yaitu ditata secara bertingkat dan berlanjut. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapan alutsista perlu adanya sebuah perencanaan yang realistis, pengadaan yang tepat mutu dan kemampuan serta pemeliharaan yang efisien.

Baca juga:  RAT PRIMKOPAU LANUD SUPADIO

Dari beberapa Pembicara pada simposium kali ini mengambil kesimpulan bahwa strategi membangun alutsista TNI AU sampai dengan tahun 2024, harus ditunjang oleh Anggaran yang cukup, Sumber Daya Manusia yang profesional, alutsista yang sesuai dengan kebutuhan Pertahanan dalam jangka panjang disertai dengan pembergayaan Industri Pertahanan Nasional. Konsep Minimun Essensial Force (MEF) baru dapat dicapai pada tahun 2024, tetapi upaya pembengunan kekuatan pertahanan harus dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut serta menjadi concern bagi seluruh komponen bangsa. Pada akhirnya dengan melihatnya luas wilayah dan potensi ancaman, maka membangun kekuatan udara menjadi prioritas utama dari pembangunan kekuatan pertahanan bangsa ini.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel