Berita

SIMULASI KARANTINA DI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA

Dibaca: 406 Oleh 15 Jul 2011Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Lanud Halim Perdanakusuma menjadi Tuan-Rumah dilaksanakannya Simulasi Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) dalam rangkaian latihan penanggulangan bencana Alam se-ASEAN (ASEAN Humanitarian Assistance Disaster Relief); dilakukan bersama-sama oleh TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura, bekerjasama dengan instansi terkait lainnya; yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Atase Pertahanan ASEAN di gedung Suma 4 Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (14/07).

Dalam narasi yang dibacakan oleh salah satu anggota BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Dina Amalia, disebutkan setelahnya pemerintah RI mengumumkan telah terjadinya bencana nasional dan bersedia menerima bantuan dari negara-negara lainnya. Maka dengan cepat terbentuklah satu Komando tanggap darurat bencana di tingkat daerah. Dan negara Singapore sebagai salah satu negara ASEAN yang terdekat jaraknya, segera mengirimkan bantuan logistik maupun personil ke Indonesia.

Selanjutnya seluruh sukarelawan asing akan menyerahkan General Declaration dan manifest kepada petugas Imigrasi. Diperiksa dengan cara mencocokkan nama-nama yang ada serta memeriksa kelengkapan paspor seperti Visa, masa berlaku paspor serta mencocokkan data yang tercantum dalam paspor serta memeriksa daftar cegah tangkal. Kemudian petugas imigrasi memberikan cap izin masuk.

Baca juga:  Danyonko 464 Paskhas Sambut Kedatangan Gubernur Lemhannas

Untuk setiap barang bawaan penumpang, diteliti lebih lanjut dan diperiksa secara fisik. Memeriksa kelengkapan berkas permohonan pengeluaran barang bantuan hibah. Jika lengkap akan diberikan penangguhan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan menggunakan jaminan tertulis. Proses selanjutnya, pembawa barang bantuan menyerahkan berkas pembebasan bea masuk dan pajak. Seluruh personel asing harus menyerahkan Health Declaration kepada petugas karantina, sedangkan untuk negara-negara suspect endemic, harus melewati proses pemeriksaan kesehatan. Setelah seluruh prosedur terlampaui di pintu masuk yang menghabiskan waktu 45 menit, maka bantuan logistik diserahkan ke bagian logistik

untuk selanjutnya didistribusikan kepada pengungsi di daerah yang membutuhkan. Sementara itu tenaga medis dan personel militer siap menerima instruksi selanjutnya untuk mengatasi akibat yang ditimbulkan oleh bencana.

Menurut, Bpk Ready Ratag selaku Kasubseksi Lintas Batas Tempat Pemeriksaan Imigrasi Halim Perdanakusuma; menyatakan setiap bandara internasional di Indonesia pasti memiliki proses CIQ. Untuk mengawasi lalu-lintas manusia yang dibawahi oleh Departemen Hukum dan HAM; dan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit lewat karantina yang pengawasannya berada dibawah Departemen Kesehatan serta pajak dibawah pengendalian Departemen Keuangan. “Yang mungkin jarang terjadi namun selalu ada yakni pengawasan lalu-lintas flora dan fauna dibawah pengendalian Departemen Pertanian”, ujarnya.

Baca juga:  Warga Lanud Adi Laksanakan Kurve Bersama

Pada akhir simulasi, para perwakilan Athan ASEAN bergerak ke lokasi bakti sosial yang berada di Cilodong dengan menggunakan pesawat Chinook CY47 Republic of Singapura Air Force (RSAF) dengan kapten pilot Captain SK Quek dan pesawat helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaya Bogor dengan Kapten Pilot Mayor Pnb Kargono serta pesawat helikopter Puma dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaya Bogor dengan kapten Pilot Mayor Pnb Mayto.***

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel