Berita

Simulasi Penanganan Keadaan Darurat Hard Landing

Dibaca: 111 Oleh 03 Jun 2016Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Pesawat B 737-400 PK-CMR milik penerbangan Camar Air mengalami hard landing yang menyebabkan roda pesawat tersebut patah sesaat setelah mendarat pukul 10.05 WIB di runway 04 Bandara Haji Fisahbilillah (RHF) Tanjungpinang. Akibat roda patah, pesawat akhirnya swing kekiri dan sayapnya menyentuh runway yang menimbulkan percikan api hingga sayap kiri terbakar.

Petugas tower Bandara RHF yang melihat kejadian tersebut segera membunyikan crash bell dan menginformasikan bahwa telah terjadi air craft crash kepada piha PKP-PK bandara dan meneruskan berita kepada General Manager Bandara RHF. Selanjutnya G.M Bandara menghubungi instansi terkait diantranya Posko Aviation Security (Avsec), operator perusahaan penerbangan Camar Air, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Polsek Bandara, Danlanud Tanjungpinang, Danlanudal dan Danwing Udara 2 untuk meminta bantuan penanganan atas kejadian tersebut.

OSE Manager emudian langsung melaksanakan siaga dan segera menghubungi Tim Pemadam Kebakaran Bandara RHF, dan personel Lanud Tanjungpinang serta beberapa pihak terkait seperti personel Wing II Tanjungpinang, Lanudal Tanjungpinang, Kepolisian dan tim kesehatan dari KKP langsung disiagakan untuk mengevakuasi penumpang.

Baca juga:  Komandan Lanud Sjamsudin Noor Laksanakan Entry Briefing

Pemadam Kebakaran Bandara RHF, dan personel Lanud Tanjungpinang serta seluruh pihak terkait langsung menuju lokasi untuk memadamkan kobaran api dan mengevakuasi para penumpang dari badan pesawat crash tersebut. Akhirnya api dapat di padamkan dan seluruh penumpang baik korban selamat, luka, dan meninggal dunia dapat segera dievakuasi untuk segera dilarikan ke RS terdekat.

Dari data perusahan penerbangan diketahui jumlah penumpang pesawat tersebut 99 orang dengan kondisi 5 meninggal dunia, 10 luka berat, 5 luka bakar, 25 luka ringan, 3 orang pingsan akibat shock dan 51 penumpang selamat.

Skenario diatas merupakan simulasi Latihan Penanggulangan Keadaat Darurat (PKD) tahun 2016 di Runway Bandara RHF, Tanjungpinang, Kamis (2/6). Pelaksanaan simulasi tersebut disaksikan oleh Kadisops Lanud Tanjungpinang Mayor Lek Dody yang mewakili

Komandan Lanud Tanjungpinang Kolonel Pnb. Ign. Wahyu Anggono, S.E. yang berhalangan hadir serta Pejabat Dinas Perhubungan, Pejabat PT Angkasa Pura II dan pihak terkait lainnya.

Pihak Bandara RHF mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan system keamanan dan keselamatan dan untuk menguji Standar Operasi Prosedur dari Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Plan (ASP) dalam penaggulangan gawat darurat penerbangan.

Baca juga:  DANSEKKAU BUKA SUSGAJARMIS A-XXI

Disamping itu, Komandan Lanud Tanjungpinang sebelumnya telah menyampaikan latihan PKD adalah untuk menguji kehandalan fungsi komando dan komunikasi serta koordinasi semua unsur baik dari Bandara RHF dan instansi terkait seperti personil LanudTanjungpinang yang dikerahkan oleh Dinas Operasi Lanud Tanjungpinang untuk segera membantu mengevakuasi para korban.*

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel