TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandara Sultan Hassanuddin

By 20 Mar 2017Berita
c130_hercules_indonesian_air_force_approaching

Pesawat Losari Air jenis Airbus 320 seri 200 dengan nomor penerbangan 090 rute Haneda-Ujung Pandang, Kamis (16/3) mengalami crash landing di sektor C-6 Runway 21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Pesawat yang membawa 200 penumpang tersebut keluar landasan dan terbakar. Kecelakaan pesawat tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat dan sisanya luka ringan dan langsung dievakuasi ke RS TNI AU Dody Sarjoto untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Sementara itu,di station manager maskapai Losari Air Bandara Sultan Hasanuddin mendapat informasi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bahwa ada empat orang diduga teroris (target operasi) yang menumpang pesawat Losari Air yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin dan berencana melarikan diri keluar negeri. Berdasarkan informasi tersebut, General Manager Bandara Sultan Hasanuddin memerintahkan Airport Security Departement Head untuk meningkatkan pengamanan bandara serta pengendalian akses masuk ke daerah keamanan terbatas bandara dan melakukan koordinasi dengan kepolisian maupun TNI AU yaitu Lanud Sultan Hasanuddin.

Beberapa saat kemudian, terjadi pengancaman terhadap petugas aviation security dari pelaku yang mengaku petugas keamanan. Dari kesigapan tim pengamanan bandara, pelaku dapat dilumpuhkan. Setelah diinvestigasi ternyata mereka aparat gadungan yang membawa senjata rakitan untuk mengancam dan mengalihkan perhatian agar target operasi dapat keluar bandara. Selain itu, juga ada informasi masih ada orang yang menjemput target operasi di terminal dan membawa senjata api dan bom.

Mengetahui hal tersebut, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin menyatakan kondisi bandara dalam keadaan darurat dan menyerahkan kondisi keamanan bandara kepada Danlanud Sultan Hasanuddin. Kemudian pihak Lanud Sultan Hasanuddin bekerjasama dengan Brimob Polda Sulsel dan tim Gegana bersiap melakukan penangkapan target.

Dalam penangkapan sempat terjadi perlawanan dan penyanderaan terhadap penumpang lain di bandara dan baku tembak antara Brimob dan para teroris. Akhirnya teroris dapat tertembak dan menyerahkan diri.

Demikian skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-90 PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di area sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Latihan tersebut melibatkan sekitar 300 personel dari beberapa unsur termasuk Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari Angkasa Pura I, Perum LPPNPI, Basarnas, pemadam kebakaran, Rumah Sakit serta personel dari Lanud Sultan Hasanuddin, Brimob Polda Sulsel dan tim Gegana, yang melakukan tiga simulasi penanganan kondisi gawat darurat, terdiri aircraft crash accident exercise, building domestic fire exercise, bomb threat dan airport attack pada aviation security exercise.

“Latihan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan untuk melatih dan memantapkan kemampuan personel serta menguji fungsi koordinasi, komunikasi dan komando antar unit dan instansi terkait yang sesuai dengan Airport Emergcy Plan Document dan Airport Security Programme Document”, tegas General Manajer Angkasa Pura Bapak Cecep Sonjaya.

Dalam pelaksanaan latihan ini, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E. mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan pihak PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan mengharapkan melalui latihan ini, personel agar selalu sigap dan berkoordinasi secara cepat jika terjadi keadaan darurat, seperti kecelakaan pesawat terbang yang terjadi sewaktu-waktu.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandara Sultan Hassanuddin