Berita

Simulasi Penanggulangan Unjuk Rasa Pilkada Di Lanud Rembiga

Dibaca: 6 Oleh 16 Sep 2015Tidak ada komentar
Simulasi Penanggulangan Unjuk Rasa Pilkada Di Lanud Rembiga
#TNIAU 

Karena tidak terima keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) puluhan massa dari pendukung calon kepala daerah yang gagal memperoleh suara berunjuk rasa mendatangi kantor KPU. Mereka menuntut KPU untuk mengulangi penghitungan suara hasil pemilu kepala daerah. Namun meraka tidak mendapatkan respon dari KPU yang positif, akhirnya aksi unjuk rasa berubah menjadi anarkis. Upaya mediasi dan negosiasi pun dilakukan namun tidak digubris. Bahkan situasi kian memanas, warga melakukan aksi sailin dorong hingga pelemparan batu. Karena situasi makin kian tidak terkendali akibat anarkisnya pengunjuk rasa, Polri meminta bantuan personel PHH Lanud Rembiga yang telah disiapkan untuk mengendalikan kerusuhan yang anarkis.

Beruntung aksi anarkis pendukung salah satu calon kepala daerah berhasil dikendalikan dengan baik, sejumlah pengunjuk rasa yang dianggap sebagai provokator turut diamankan. Sedangkan untuk korban luka yang terjadi akibat baku hantam dan lemparan batu segera diselamatkan anggota tim kesehatan Lanud Rembiga.

Aksi tersebut bukanlah aksi yang sebenarnya. Kerusuhan tersebut sengaja digelar sebagai bentuk latihan personel Lanud Rembiga yang dipersiapan untuk diperbantukan Polri dalam pengamanan Pilkada serentak.

Baca juga:  Prof. Dr. Makarim Wibisono, M.A-IS., M.A., Beri Pembekalan kepada Pasis Sekkau A-106

Latihan Penanggulangan Huru Hara (PHH) digelar di lapangan apel Mako Lanud Rembiga Rabu (16/9), Latihan PHH ini merupakan program kerja Operasi dan Latihan Lanud Rembiga sebagai upaya untuk memantapkan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan personel Lanud Rembiga saat menghadapi situasi dan kondisi saat terjadinya aksi unjuk rasa yang anarkis. Sebelum latihan PHH dimulai, diawali dengan penyampaian teori – teori dan praktek oleh Kasibinjas Lanud Rembiga Letda Kes M Soleh, yang meliputi cara penanganan terhadap tindakan anarkis dari pengunjuk rasa, negoisasi dan mendorongan massa dengan menggunakan tameng.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel