Berita

SIMULATOR SA-332 MERUPAKAN KARYA ANAK BANGSA

Dibaca: 13 Oleh 29 Mei 2012Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Asisten Operasi (Asops) Kasau Marsekal Muda TNI R. Agus Munandar baru–baru ini mengunjungi Mako Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, dan diterima langsung oleh Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso S.IP.

Asops Kasau melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Simulator dengan didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Elektro Mabesau Marsekal Pertama TNI Sumardjo beserta staf.

Sebelum meninjau fasilitas tersebut, Asops Kasau beserta staf terlebih dahulu mendapat paparan dari beberapa mitra kerja yang selama turut membangun fasilitas Simulator pesawat Helikopter Super Puma Nas 332.

Pembangunan fasilitas ini telah berjalan selama empat tahun sehingga secara fisik sudah lengkap mulai dari fasilitas pendukung hingga fasilitas utama. Dalam hal ini berbagai komponen yang dibutuhkan telah tersedia sebagai prasyarat melaksanakan uji terbang. Setelah diresmikan oleh Kasau pada tahun lalu, tahun 2012 ini merupakan pengecekan komponen-komponen kecil sehingga tidak ada yang terlewat maupun tidak berfungsi dengan baik.

Pihak PT. Multi Karisma Perkasa dalam paparannya menyampaikan bahwa simulator ini merupakan kebanggaan anak bangsa karena murni hasil karya Indonesia, sedangkan untuk perawatan nantinya tetap merupakan tanggung jawab pihak mitra, dan juga komponen–komponen simulator akan selalu dalam pengawasan pihak mitra.

Baca juga:  Danlanud Rai Sambut Kedatangan Panglima Tni Dan Cdf Singapore Armed Forces Di Bali

Usai acara paparan, Asops Kasau beserta pejabat lainnya melaksanakan uji terbang Pesawat Simulator dengan rute melewati Ats-Hlm-Ats, Ats-Mabesau-Ats dalam kondisi cuaca dan kecepatan angin yang berbeda-beda dan juga mencoba emergency landing.

Di sela-sela kunjungannya Asops Kasau mengatakan, simulator ini merupakan kebanggaan dan harapan kita semua selain dari hasil karya anak bangsa juga merupakan fasilitas yang cukup mahal nilainya yang harus kita jaga kesiapannya setiap saat, sehingga jam terbang para penerbang-penerbang muda kita tetap terjaga keprofesionalannya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel