Berita

Siswa Para Dasar Angkatan ke-171 Lakukan Terjun Malam

Dibaca: 37 Oleh 14 Mar 2012Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Margahayu. (14/3) Pendidikan para dasar angkatan ke-171 yang diikuti 109 siswa lakukan terjun malam dengan pendaratan di Run Way Lanud Sulaiman. Setelah sebelumnya melaksanakan enam kali penerjunan yang dimulai tanggal 6 Maret hingga 12 maret dengan Wingday yang menurut rencana pendidikan tersebut akan ditutup pada 15 Maret 2012. Terjun malam dihadiri pula oleh Dankoharmatau, Direktur PJTV Bandung, Para Kepala Dinas dan Kepala Seksi.

Tahap pendidikan separadas dilaksanakan dalam dua tahap yang terdiri dari bina kelas (ground training,120 jam) dan bina lapangan, yaitu latihan praktis yang dilaksanakan di Lanud Sulaiman. Dalam ground training, pertama diberikan materi pendidikan jasmani para, yaitu olah raga khusus pra peterjun (diberikan sebanyak 20 jam pelajaran). Kedua, teknik melipat parasut (28 jam). Ketiga, teknik mengepas, menggulung payung, dan mengatasi seretan (M-3) 14 jam. Keempat teknik eksit (22 jam), kelima teknik mengemudi (14 jam) dan keenam teknik mendarat (22 jam).

Para siswa setelah melaksanakan ground training atau bina kelas selama tiga minggu melakukan tujuh kali praktek penerjunan dengan jumlah 56 jam pelajaran. Pada praktek terjun pertama dan kedua dilakukan loncatan perlahan dari pintu kiri. Terjun ketiga, loncatan cepat (pintu kiri), terjun keempat, loncatan cepat (pintu kanan), terjun kelima loncatan cepat (pintu kiri) ransel/bersenjata. Terjun keenam, loncatan cepat (pintu kiri) terjun malam. Terjun ketujuh, loncatan cepat (pintu kiri) Wingday. Penerjunan pertama sampai ketujuh menggunakan pesawat Hercules C-130.

Baca juga:  Denhanud 474 Paskhas Meriahkan Jogja Air Show di Pantai Depok

Sasaran pendidikan yang hendak dicapai setelah selesai mengikuti pendidikan, pertama diharapkan siswa mampu meningkatkan penghayatan, ketrampilan, dan sikap sebagai prajuri peterjun dengan dilandasi iwa juang Pancasila, Sapta Marga dan menjunjung tinggi sumpah prajurit dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, meningkatkan pengetahuan matra udara. Ketiga, dapat terjun statik dengan aman, dan keempat memiliki kesemaptaan jasmani dengan kategori baik.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel