Berita

Siswa Pelatihan Paralayang Lanud Abd Saleh dan Disparbud Pemkab Malang Jalani Pelatihan di Gunung Banyak, Kota Batu

Dibaca: 31 Oleh 05 Agu 2020Tidak ada komentar
Siswa Pelatihan Paralayang Lanud Abd Saleh dan Disparbud Pemkab Malang Jalani Pelatihan di Gunung Banyak, Kota Batu
#TNIAU 

TNI AU. Sebanyak tiga puluh enam orang peserta pelatihan paralayang yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang dan Lanud Abdulrachman Saleh selama sebulan bagi generasi muda Malang tahun 2020, Selasa, (4/8) rata-rata telah melaksanakan praktek terbang yang ke-30 kali.

Perlu diinformasikan kembali pelatihan paralayang Disburpad Kabupaten Malang dan Lanud Abdulrachman Saleh telah dibuka pada 15 Juli 2020 lalu di Bukit Waung, Sumberoto, Donomulyo, Malang.  Sejak Hari Rabu sekitar dua minggu lalu lokasi latihan dialihkan ke Bukit Gunung Banyak, Kota Batu karena kondisi peranginan di Bukit Waung, Sumberoto, Kecamatan Donomulyo yang terlalu kencang yaitu 25 kilometer per jam, sedangkan untuk terbang paralayang yang ideal, anginnya berkecepatan antara 8-10 kilometer per jam.

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat melalui Kepala Pembinaan Potensi Dirgantara (Kabinpotdirga) Letkol Sus M, Isa Suneth, S.H., senantiasa berupaya untuk meninjau pelaksanaan latihan tersebut. Pada Selasa, (4/8) Kabinpotdirga Lanud Abdulrachman Saleh melihat langsung para peserta pelatihan paralayang yang nampaknya telah cukup baik dalam mengikuti intruksi para pelatih dan instuktur paralayang yang berada di lokasi take off di Bukit Gunung Banyak dan pendaratan paralayang di Songgokerto.

Salah satu Instruktur Paralayang Lanud Abdulrachman Saleh Peltu Sugeng Susanto,  anggota Skadron Udara 21 di lokasi pendaratan paralayang Songgokerto senantiasa memantau setiap peserta pelatihan yang loncat/take off dari Bukit Gunung Banyak melalui komunikasi handytalkie. Setiap gerakan terbang para peserta senantiasa diarahkan untuk take off, terbang dan mendarat sesuai prosedur dengan baik dan aman. Jarak terbang tiap peserta sekitar  800 meter dengan waktu terbang sekitar 10 menit.   Ditambahkannya pada Selasa (4/8) ini selama sehari rata-rata tiap siswa mampu terbang sebanyak 4-5 kali sehingga total dalam sehari sekitar 150 sortie.

Salah satu peserta pelatihan Putri Wulandari Agustine (17 tahun) dari Modangan, Donomulyo Malang menyampaikan kini lebih senang praktek terbang di Bukit Gunung Banyak karena telah puluhan kali terbang. Pada awal-awal terbang ia menyatakan takut ketinggian, namun seiring dengan bertambahnya kuantitas terbang, ketakutannya kian terkikis, bahkan cukup nyaman melayang-layang di udara menggunakan parasut paralayang.  Beda saat  praktek terbang di Modangan, ketakutannya tinggi karena di bawahnya terdapat air laut dan anginnya cukup kencang.

Baca juga:  DANLANUD SULAIMAN: PEMBUKAAN PENDIDIKAN PENAMBAHAN SUMBER DAYA MANUSIA

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel