TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 1)

By 12 Feb 2010Berita Kotama
Mustangsatriamandala

SKADRON PENDIDIKAN

Latar Belakang Terbentuknya.

Sejalan dengan perkembangan tugas dan fungsi Angkatan Udara Republik Indonesia, maka peningkatan personel secara kualitas maupun kuantitas menuntut pemikiran dan perhatian dari pimpinan Angkatan Udara. Organisasi dan tugas-tugas Angkatan Udara senantiasa maju dan berkembang, termasuk tugas pendidikan.

Berdasarkan Surat Keputusan KSAU No 35/Instr/KS/50 tanggal 11 Desember 1950 tentang Pendidikan dan latihan maka penyelengaraan pendidikan meliputi :

1. Pendidikan Militer Umum, yaitu Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran bagi setiap orang yang akan menjadi anggota Angkatan Udara guna membentuk disiplin dan jiwa militer di samping harus memenuhi persyaratan phisik.

2. Pendidikan/Latihan Khusus, yaitu suatu Pendidikan dan Latihan Dasar Kejuruan bagi setiap anggota sesuai bidang tugas masing-masing untuk menjamin hasil kerja yang efektif dan efisien.

3. Pendidikan/Latihan Militer Khusus, yaitu suatu pendidikan dan latihan yang dipandang perlu untuk diikuti anggota, seperti Sekolah Ilmu Siasat dan Kursus Staf Kilat.

Sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan di lingkungan Angkatan Udara perlu sekali adanya badan yang menangani khusus bidang pendidikan. Badan tersebut dinamakan Komando Pendidikan yang mengkoordinasikan lembaga pendidikan berupa Depot-Depot Pendidikan dan Latihan yang merupakan Sub Komando Pendidikan. Markas Komando Pendidikan pertama berada di Pangkalan Udara Cililitan (Halim Perdanakusuma).

Penyempurnaan demi penyempurnaan terus dilakukan, sehingga pada tanggal 1 April 1954 dapat diselenggarakan Susunan dan Penyatuan Sekolah Pendidikan. Sub-sub Komando Pendidikan diubah menjadi Kesatuan-kesatuan Pendidikan yaitu :

1. Kesatuan Pendidikan 001 di Pangkalan Udara Kalijati Kesatuan Pendidikan 002 di Pangkalan Udara Margahayu untuk Sekolah Dasar Kemiliteran dan Sekolah Pelatih Kemiliteran.

2. Kesatuan Pendidikan 003 di Pangkalan Udara Margahayu, untuk sekolah-sekolah Polisi Angkatan Udara, Pemadam Kebakaran dan Perawat Payung Udara.

3. Kesatuan Pendidikan 004 di Pangkalan Udara Kalijati untuk Sekolah Pengawas Lalu Lintas dan Sekolah Meteo/ Observer.

4. Kesatuan Pendidikan 005 di Pangkalan Udara Husein Sastranegara untuk Sekolah-sekolah Perwira Teknik Udara, Perwira Teknik Perhubungan, Pendidikan Jasmani, Radio Telegrafis, Montir Radar, Montir Teleks/Telepon, dan Teknik Umum.

5. Kesatuan Pendidikan 006 di Pangkalan Udara Margahayu, untuk sekolah-sekolah Pembekalan, Teknik Udara, Administrasi Militer, Sandi, Montir Mesin dan Listrik, dan Montir Persenjataan.

6. Kesatuan Pendidikan 007 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, untuk Sekolah-sekolah Instruktur Penerbang dan Kursus Visual Control Post.

7. Kesatuan Pendidikan 008 di Pangakalan Udara Halim Perdanakusuma, untuk Sekolah-sekolah Ilmu Siasat dan Air Liaison Officer.

8. Kesatuan Pendidikan 009 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, untuk Sekolah-sekolah Film strip, Pemotret Udara, dan sopir/montir.

Dengan adanya penyempurnaan organisasi dalam tubuh AURI maka Komando Pendidikan mengalami perubahan pula baik pada susunan maupun tempat pendidikan, yang diwujudkan dalam Wing Pendidikan. Setelah tahun 1959 Sekolah Penerbang Lanjutan (SPL) pindah dari Pangkalan Udara Kalijati ke Pangkalan Udara Maguwo (Adisucipto). Pada tahun 1961 maka diresmikanlah Wing Pendidikan 1 di Pangkalan Udara Adisucipto untuk Sekolah Penerbang. Kemudian disusul pula dengan peresmian-peresmian Wing Pendidikan yang lain seperti Wing Pendidikan 2 di Pangkalan Udara Margahayu, Wing Pendidikan 3 di Pangkalan Udara Kalijati dan Wing Pendidikan 4 di Pangkalan Udara Adisumarmo.

Kesdik Menjadi Skadik

Untuk menyesuaikan diri dengan jiwa insan Angkatan Udara, maka pada tahun 1971 Kesatuan Pendidikan diubah menjadi Skadron Pendidikan. Pada saat itu, Kodikau mempunyai 4 Wing Pendidikan yang membawahi Skadron-Skadron Pendidikan. Akan tetapi, ada Skadron Pendidikan dan Sekolah Bahasa yang berdiri sendiri dan berada langsung di bawah Kodikau, yaitu Skadron 005, Skadik 007 yang mengalami perpindahan tempat dari Pangkalan Udara Kalijati ke Pangkalan Udara Atang Senjaya, dan Sekolah Bahasa Inggris yang awalnya hanya merupakan Laboratorium Bahasa Inggris. Selanjutnya, pada tanggal 20 Juli 1978, diresmikan pula Wing Pendidikan 5 yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma yang membawahi Skadik 005 (selanjutnya berubah menjadi Skadik 501). Sedangkan Unit-unit Laboratorium Bahasa Inggris ditingkatkan menjadi Skadik 502 dan Skadik 007 berubah menjadi Skadik 503.

Berdasarkan organisasi baru sesuai reorganisasi TNI AU, maka tugas pokok Lanud Sulaiman utamanya bidang pendidikan, titik beratnya pendidikan elektronika, di samping menyelenggarakan operasi penerbangan dan membina potensi dirgantara. Berhubung banyak berbagai pertimbangan, pendidikan Para Dasar yang ada di Lanud Adisumarmo dilaksanakan di Lanud Sulaiman dan pendidikan kesehatan yang seharusnya diselenggarakan di Wingdikum, Lanud Halim Perdanakusuma, dilaksanakan di Lanud Sulaiman.

Sebagai hasil “regrouping” beberapa Skadron Pendidikan dan Sekolah Bahasa Inggris, maka penyelenggaraan pendidikan dalam pembinaan Kodikau meliputi :

Wing Pendidikan 1 yang bermarkas di Lanuma Adisucipto dan membawahi 4 Skadron Pendidikan dan 1 Skadron Pemeliharaan. Skadik 101 menyelenggarakan pendidikan/latihan terbang mula dengan menggunakan pesawat Bravo, Skadik 102 menyelenggarakan pendidikan/latihan terbang dengan menggunakan pesawat T-34 Charlie. Skadik 103 menyelenggarakan pendidikan/latihan dengan menggunakan pesawat HS Hawk, dan Skadik 104 menyelenggarakan pendidikan “Ground School”. Sedangkan Skadron Pemeliharaan 043 menyelenggarakan pemeliharaan perawatan seluruh pesawat yang digunakan untuk terbang.

Wing Pendidikan 2 bermarkas di Lanuma Sulaiman yang mempunyai tugas pokok penyelenggaraan pendidikan Komunikasi dan Elektronika (Komlek) untuk menghasilkan personel yang mampu mengoperasikan dan memelihara peralatan komunikasi dan elektronika serta menyelenggarakan pendidikan lainnya seperti Para dan Kesehatan sebagai titipan dari Wingdik 4 dan Wingdik 5. Dengan terbitnya Instruksi dari Komandan Jenderal Komando Pendidikan (Marsekal Muda TNI Wisnu Djajengminardo) Nomor : INS/004/VII/1978 tanggal 19 Juli 1978 tentang Pelaksanaan Fungsionalisasi Struktur Organisasi Kesatuan Kesatuan Pendidikan, maka di lingkungan Wing Pendidikan 2 terjadi perubahan penyebutan dari Skadik 001 menjadi Skadik 201, Skadik 003 menjadi Skadik 202 dan Skadik 008 menjadi Skadik 203.

Skadik 201 menyelenggarakan Pendidikan Dasar-dasar dan Kemiliteran. Skadik 202 menyelenggarakan Pendidikan Elektronika, Juru Radio, Montir, Teknik, Alat Bantuan dan Ground Support Equipment (GSE). Skadik 203 menyelenggarakan Pendidikan Kesehatan.

Wing Pendidikan 3 bermarkas di Lanud Kalijati yang membawahi 4 Skadron, yaitu Skadik 301, Skadik 302, Skadik 303, dan Skadik 304. Skadik 301 menyelenggarakan pendidikan teknik pesawat terbang meliputi kejuruan engine, air frame, listrik/instrument, fabrikasi dan enginering. Skadik 302 menyelenggarakan pendidikan teknik senjata yang meliputi senjata dan peluru kendali. Skadik 303 melaksanakan pendidikan teknik yang meliputi kejuruan alat keamanan terbang, sarana bantuan, alat bantuan aeronautik dan teknik umum. Sedangkan Skadik 304 menyelenggarakan adminstrasi pembekalan materiil sistem senjata, angkutan dan perminyakan.

Wing Pendidikan 4 bermarkas di Lanuma Adisumarmo, membawahi 3 Skadron Pendidikan dan Sekolah Perwira Militer Wajib ABRI. Skadik 401 menyelenggarakan pendidikan kejuruan provost, gizi, mekanik, radar, jasmani militer, secapa pasukan, bintara mililter wajib jasmani/kesehatan, bintara guru militer, kursus bintara intel dan sandi. Skadik 402 menyelenggarakan pendidikan sekolah dasar perwira, bintara jasmani, sekolah bintara tinggi pelatih, secaba dan introduction latihan komando dan secapa. Skadik 403 menyelenggarakan sekolah terbang dan instruktur terbang layang, sekolah instruktur aeromodelling dan sekolah kejuruan pasukan.

Wing Pendidikan 5 bermarkas di Lanuma Halim Perdanakusuma mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan keahlian/kecabangan Perwira serta Kejuruan Bintara dan Tamtama, yaitu Intel, Sandi, Guru Militer, Keuangan, Hukum, Materiil, Persekretariatan, Penerbangan dan Bahasa Inggris. Wing Pendidikan 5 membawahi 3 Skadron Pendidikan, yaitu Skadik 501,502, dan 503. Skadik 501 menyelenggarakan pendidikan pemotretan udara, sekolah guru militer dan sekolah perwira bekum. Skadik 502 menyelenggarakan sekolah bahasa Inggris. Skadik 503 menyelenggarakan pendidikan bintara personel, meteo, pengaturan lalu lintas udara, sekretariat, penerangan dan keuangan.

Sekolah Komando Kesatuan TNI AU (Sekkau). Sejak berdirinya Sekkau tahun 1966, pengelolaannya diselenggarakan bersama Seskoau di bawah Institut Angkatan Udara (INSAU), berdasarkan Keputusan Kasau Nomor : Kep/II/IV/1975, Insau dibubarkan. Selanjutnya berdasarkan Instruksi Kasau Nomor : Ins/12/IV/1974 Sekkau masuk di bawah pembinaan Kodikau. Tugas pokok Sekkau adalah mendidik perwira berpangkat kapten dan mayor untuk dipersiapkan menjadi calon pimpinan menengah.

Kursus Jabatan Perwira Staf (Susjabstaf) yang menyelenggarakan pendidikan pengembangan spesialisasi bagi perwira menengah TNI AU berdasarkan Surat Keputusan Kasau nomor Skep/40/VIII/1977 tanggal 15 Agustus 1977 langsung di bawah pembinaan Kodikau. Kemudian pada tanggal 3 Desember 1977, Susjabstaf diganti dengan nama Sekolah Staf TNI AU.

Sehubungan dengan reorganisasi di tubuh TNI AU, Skep Kasau Nomor : Skep/23/III/ 1985 tanggal 11 Maret 1985 maka susunan organisasi dan penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Kodikau mengalami perubahan yang pada dasarnya tidak mengubah sistem maupun pola Pendidikan TNI AU pada periode sebelumnya. Sesuai Instruksi Kasau Nomor Ins/03/III/1985 tanggal 11 Maret 1985 tentang pelaksanaan re-organisasi TNI AU, maka terjadi pula perubahan di jajaran Kodikau, yaitu : Sekolah Staf TNI AU diserahkan Kodikau kepada Seskoau. Skadik-Skadik 201, 202, 203 diserahkan Wingdik 2 kepada Lanud Sulaiman. Skadik-Skadik 401, 402, dan 403 diserahkan Wingdik 4 kepada Lanud Adisumarmo.

Skadik-Skadik 101,102,104 dan 043 diserahkan Wingdik 1 kepada Lanud Adisucipto dan Skadik 103 (HS Hawk 5) sudah dilebur menjadi Skadron Udara 15 di bawah Lanud Iswahyudi. Likuidasi Wingdik 1, Wingdik 2, dan Wingdik 4. Wingdik 3 berubah nama menjadi Wingdik Tekkal. Wingdik 5 berubah menjadi Wingdik Umum.

Sesuai dengan organisasi baru TNI Angkatan Udara, tugas pokok Kodikau adalah menyelenggarakan pendidikan pembentukan, pengembangan spesialisasi, peralihan serta pendidikan lain guna meningkatkan kualitas personel TNI AU serta menyelenggarakan pengembangan sistem pendidikan, didaktik dan metodik pendidikan serta minat dirgantara. Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut, Markas Komando Pendidikan yang pada saat itu bermarkas di Surabaya (kini di Jakarta) mempunyai 3 Pangkalan Pendidikan, 2 Wing Pendidikan dan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau). Ketiga Pangkalan Pendidikan tersebut, yaitu : Lanud Adisucipto di Yogyakarta, Lanud Adisumarmo di Surakarta, dan Lanud Sulaiman di Bandung.

Sedangkan 2 Wing Pendidikan, yaitu Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan (Wingdik Tekkal) di Lanud Kalijati, Subang dan Wing Pendidikan Umum (Wingdik Um) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tugas Pokok Lanud Sulaiman

Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor: Kep/4/III 1999 tanggal 16 Maret 1999, Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman, disingkat Lanud Sulaiman adalah pelaksana pendidikan TNI AU yang berkedudukan langsung di bawah Dankodikau. Lanud Sulaiman memunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan TNI AU, operasi udara, dan pembinaan potensi dirgantara. Adapun fungsi Lanud Sulaiman sebagai berikut : Menyelenggarakan pendidikan Elektronika Dasar Listrik, Avionik Elektronika, Komunikasi Navigasi, Radar, Avionik dan Kecabangan Perwira. Fungsi kedua menyelenggarakan kegiatan intelejen udara, operasi udara, pengamanan, keamanan dan pertahanan pangkalan serta pembinaan sumber daya. Selain itu juga menyelenggarakan pembinaan kemampuan melaksanakan tugas-tugas operasi udara dan pembinaan potensi kedirgantaraan. Fungsi terakhir adalah menyelenggarakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program pendidikan dan fungsi pangkalan udara. Struktur Organisasi Pangkalan TNI AU Sulaiman sesuai keputusan tersebut terbagi dalam 2 tingkat terdiri dari Tingkat Markas Lanud dan Tingkat Pelaksana meliputi Eselon Pimpinan (Komandan), Eselon Pembantu Pimpinan Staf (Ruops, Progar, Hukum, Pengadaan, Pekas, Intelpam, dan Pentak), Eselon Pelayanan (Senkom, Sekretariat), Eselon Pembantu Pimpinan/Pelaksana (Disops, Dispers, dan Dislog), dan Eselon Pelaksana (Rumkit dan Satpom). Tingkat Pelaksana terdiri dari : Skadron pendidikan 201, Skadron Pendidikan 202, Skadron Pendidikan 203 dan Skadron Pendidikan 204.

 

Halaman 2

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 1)