Berita Kotama

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 2)

Dibaca: 1258 Oleh 12 Feb 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Skadron Pendidikan 201

Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor Kep /4/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Komando Fungsi TNI AU maka Skadron Pendidikan 201, (Skadik 201) adalah unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung di bawah Komandan Lanud Sulaiman. Skadik 201 bertugas menyelenggarakan pendidikan SBIT, SBITL, ITC, Suspagumil dan Susbagumil.
Dengan dasar di atas pendidikan Instructor Training Course (ITC) yang awalnya dilaksanakan di Wing Dik Tekkal Husein Sastranegara maka pendidikan ini dipindahkan ke Lanud Sulaiman. Di samping itu pendidikan Suspagumil dan Susbagumil yang awalnya dilaksanakan di Wingdikum, mulai Angkatan ke 25 tanggal 25 Agustus 2000 dipindahkan ke Skadik Adapun waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pendidikan Suspagumil dan Susbagumil selama 4 bulan.

Skadik 201 mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Melaksanakan dan mempelajari kurikulum/silabus untuk pengarahan dan persiapan-persiapan mengajar.

2. Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan operasi pendidikan guna menjamin pencapaian sasaran kegiatan secara berhasil guna dan berdaya guna.

3. Mengadakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi-instansi terkait di dalam dan di luar Lanud.

4. Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Komandan Lanud, khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, pejabat komandan Skadik 201 yang pertama sejak berlakunya Pokok-pokok Organisasi Prosedur Komando Pendidikan TNI AU tanggal 16 Maret 1999 dengan keputusan Kasau nomor Kep/4/III/1999, adalah Letnan Kolonel Yudhia Haryono. Selanjutnya Skadik 201 telah mengalami pergantian pimpinan untuk yang kedua kalinya. Terhitung tanggal 14 Agustus 2001 maka posisi Komandan Skadik 201 digantikan oleh Mayor Lek Basuki Arijadi hingga saat ini (tahun 2003).

Namun berdasarkan Skep Kasau Nomor 14/XI/2002 tanggal 20 Nopember 2002 tentang Refungsionalisasi Skadik maka Skadik 201 tidak mengalami perubahan dalam mengelola pendidikan. Pendidikan yang dikelola oleh Skadik 201 adalah SBIT, SBITL, SUSPAGUMIL, SUSBAGUMIL, dan ITC.

Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT) yang mulanya dikenal dengan Technical English Language Training (TELT) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal awal bagi para siswa dalam penguasaan Bahasa Inggris Teknik secara terbatas, guna persiapan untuk mengikuti program pendidikan berikutnya yang menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Adapun sasaran pendidikan, agar para siswa mampu menggunakan Technical Order (TO) secara baik dan benar untuk mendapatkan informasi-informasi teknik, agar mampu berbicara serta menulis Bahasa Inggris tentang permasalahan umum dan penerbangan/keteknikan, mewujudkan sikap perilaku yang baik berdisiplin sebagai prajurit TNI/TNI AU dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan kedudukannya sebagai prajurit TNI/TNI AU. Saat ini (2003) SBIT telah sampai dengan angkatan XXXI.

Data Lulusan Siswa SBIT sejak berdiri sampai sekarang (Juli 2003) adalah 3358 siswa yang terdiri dari Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Udara 3140 orang. SBIT Garuda I dan Garuda II 95 orang, 100 orang bintara dalam proyek Hawk 200-II, Bintara TNI Angkatan Darat seorang, dan Bintara TNI Angkatan Laut 20 orang

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 2)

Sekolah Bahasa Inggris Teknik Lanjutan (SBITL) yang mulanya dikenal dengan Advance Technical English Training (ATELT) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan perilaku Prajurit TNI AU agar dapat memiliki kemampuan dalam bidang Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, dan dapat mengikuti pendidikan selanjutnya, berjiwa Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikannya yaitu memiliki sikap perilaku disiplin yang baik berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, memiliki ketrampilan Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, sesuai bidang tugasnya. Dalam pelaksanaannya, saat ini SBITL telah sampai dengan angkatan XX.

Instructor Training Course (ITC) adalah sekolah guru militer dengan sistem ISD mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan ketrampilan dan sikap perilaku prajurit TNI AU, agar dapat memiliki kemampuan dalam bidang pengajaran dan dapat bertugas sebagai Instruktur yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikan ITC yaitu memiliki perilaku disiplin yang baik yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan di bidang pengajaran, memiliki ketrampilan di bidang pengajaran, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Tahun 2003, ITC telah sampai angkatan XXVI.

Baca juga:  Skadron Udara 6 (halaman 1)

Kursus Perwira Guru Militer (Suspagumil) dan Kursus Bintara Guru Militer (Susbagumil) mempunyai tujuan pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap perilaku yang diperlukan bagi perwira guru militer agar mampu menjadi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai bidangnya, dengan dilandasi jiwa patriot pejuang Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta kesamaptaan jasmani yang baik. Adapun sasaran pendidikannya adalah memahami sikap dan perilaku yang baik sebagai perwira/bintara guru militer, agar dapat memahami pengetahuan keguruan khususnya keguruan militer, mampu mengajar, membimbing/ mengasuh, mampu mengelola pendidikan dan mengevaluasi hasil didik dengan metode Instructional System Development (ISD), dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Program TA 2003, Suspagumil telah mencapai angkatan XXIX, sedangkan Susbagumil angkatan X.

Skadik Pendidikan 202

Skadik 202 awalnya, pada tahun 1960-an merupakan pendidikan untuk Bintara Komlek TNI AU melalui Susjurba Lek, Susjurbati Kom, Susjurbati Lek, Susjurba Kom yang berlangsung selama 6 bulan. Di samping itu juga dilaksanakan pendidikan-pendidikan untuk para perwira elektronika, antara lain Kursus Perwira Elektronika (Suspalek) di Wing Pendidikan no 2 Sulaiman yang berlangsung selama 6 bulan dan juga Weapon System Training (WST) Komlek Darat dilaksanakan di Wingdik No 2 Sulaiman dan WST Radar yang dilaksanakan Wing Dik 3 Kalijati selama 12 bulan. Dalam pengembangan selanjutnya, WST berubah menjadi Pendidikan Dasar Kecabangan Elektronika (Diksarcablek) yang diperuntukkan bagi lulusan perwira remaja lulusan Akabri.

Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor Kep/4/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Komando fungsi TNI AU maka Skadron Pendidikan 202, disingkat Skadik 202 adalah unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung di bawah Komandan Lanud Sulaiman. Skadik 202 bertugas menyelenggarakan pendidikan Sesarcablek dan Susbamenjurlek.

Bahwa dalam rangka optimalisasi, efisiensi, efektifitas organisasi di lingkungan TNI AU, perlu dilaksanakan validasi organisasi TNI AU. Oleh karena itu dipandang perlu menetapkan perubahan fungsi Skadik-skadik di bawah jajaran Kodikau. Berdasarkan Skep Pangab RI Nomor Kep 09/VII/1997 tanggal 7 Juli 1997 tentang Penyempurnaan Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur TNI Angkatan Udara. Keputusan Kasau Nomor Kep /4/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 lampiran A-V6, AV-9 dan A-VI-6 s.d AV1-8 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Komando Pendidikan TNI AU. Dengan dasar tersebut memutuskan perubahan fungsi Skadik 402 dan 405 Lanud Adisumarmo serta Skadik 202, Skadik 203 dan Skadik 204 Lanud Sulaiman di jajaran Kodikau dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Fungsi lama Skadik 402 Lanud Adisumarmo membawahi Sesarcab Paskhas dan Sesarcab Pomau, dan fungsi baru membawahi Sejurba Radar dengan metode ISD, Sejursarta Radar, dan Sejurlata Radar.

2. Fungsi lama Skadik 405 Lanud Adisumarmo membawahi Dikjurba/ta Paskhas, Dikjurba/ta Pomau, Dikjurba/ta Jasmil dan Sejurba (ISD) Radar fungsi baru membawahi Secabpa Pomau, Dikjurba/ta Pomau dan Dikjurba/ta Jasmil.

3. Fungsi lama Skadik 202 Lanud Sulaiman adalah hanya membawahi pendidikan Sesarcablek dan Susbamenjurlek namun fungsi yang baru ditambah beberapa pendidikan diantaranya : Seharkom Albanav (ISD), Sejursarharrad (ISD), Sejurba Kom Albanav (Non ISD), Sejurta Kom Albanav, Susjurlata Kom Albanav, Sejursarta Monrad, Sejursarta jurkom dan Sejurlata Monponlek.

Sekolah Dasar Kecabangan Perwira Elektronika (Sesarcabpalek) mempunyai tujuan pendidikan membekali pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku agar dapat bertugas sebagai pelaksana teknis dan penyelia di bidang elektronika yang berjiwa Sapta Marga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tugasnya. Adapun sasaran pendidikannya yaitu memiliki pengetahuan di bidang elektronika, memiliki ketrampilan teknis di bidang elektronika, memiliki sikap perilaku yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tugasnya. Sampai dengan saat ini pendidikan Sesarcabpalek telah menginjak angkatan XVI.

Baca juga:  Danlanud Rsn Sambut Kedatangan Presiden RI di Riau

Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Elektronika (Susbamenjurlek) yang mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dasar manajemen, ketrampilan penerapan manajemen pemeliharaan dan sikap perilaku yang perlu kepada siswa agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pembantu pengawas dalam bidang pengoperasian dan pemeliharaan alat peralatan elektronika. Adapun sasaran pendidikan yaitu memiliki sikap yang mantap sebagai Prajurit Sapta Marga dalam melaksanakan tugas-tugasnya di kesatuan sesuai beban dan tanggung jawab yang diberikan, memahami lebih mendalam pengetahuan dasar manajemen dan ketrampilan penerapan manajemen pemeliharaan bidang elektronika, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggungjawab yang diberikan. Hingga tahun 2003 ini telah sampai angkatan XX.

Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Radio (Sejursarharrad) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan ketrampilan serta sikap perilaku sebagai bintara pemeliharaan radio, agar kelak dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pelaksana dalam pemeliharaan radio dengan baik dan benar. Adapun sasaran pendidikannya yaitu sikap disiplin/perilaku yang baik, kesamaptaan jasmani yang baik, kemampuan memeriksa memperbaiki dan memelihara radio dengan tingkat kemampuan “Skill Level II” atau di bawah pengawasan penyelia. Sejursarharrad pada tahun 2003 telah sampai angkatan XXIII.

Sekolah Kejuruan Bintara Juru Komunikasi (Sejurbajurkom) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dasar di bidang juru komunikasi agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat bertugas sebagai pelaksana kepala di bidang juru komunikasi yang berjiwa Sapta Marga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan bidang tugasnya. Adapun sasaran pendidikan yaitu memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit TNI AU yang berjiwa Sapta Marga, memiliki pengetahuan dasar tentang Juru Komunikasi, memiliki ketrampilan dasar tentang Juru Komunikasi, serta memiliki disiplin serta kesamaptaan jasmani yang memadai sesuai tuntutan tugas.

Sekolah Kejuruan Bintara Montir Telepon Teleks (Sejurbamonponlek) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan di bidang pemeliharaan telepon dan teleks agar dapat melaksanakan tugas sebagai montir (pelaksana kepala) telepon telex yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta
memiliki kesamaptaan jasmani yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas. Adapun sasaran pendidikan memiliki sikap perilaku sebagai Prajurit TNI AU yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan dasar tentang pemeliharaan telepon teleks, memiliki ketrampilan dasar tentang montir telepon teleks, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Juru Komunikasi (Susjurlatajurkom) yang mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kejuruan juru komunikasi serta sikap perilaku yang perlu kepada peserta didik tamtama TNI AU, agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat bertugas sebagai pelaksana di bidang juru komunikasi. Adapun sasaran pendidikan yaitu memiliki sikap perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga serta berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, memiliki sikap disiplin militer, memiliki pengetahuan bidang juru komunikasi, mampu mengirim dan menerima berita dengan tanda-tanda morse dan telepon antar Stasiun Pengawas Jaring dalam lingkungan TNI AU dan penerbangan, dan mampu menggunakan/menerapkan prosedur pemberitaan pada waktu melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Tahun 2003, Susjurlatajurkom sampai angkatan V.

Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Montir Telepon Teleks (Susjurlatamonponlek) yang mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan lanjutan kejuruan Montir Telepon Teleks, serta sikap perilaku yang perlu kepada peserta didik Tamtama TNI AU, agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat bertugas sebagai pelaksana di bidang montir telepon teleks. Adapun sasaran pendidikan yaitu memiliki sikap perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga serta berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggungjawabnya, memiliki sikap disiplin militer, memiliki pengetahuan bidang telepon teleks, mampu menganalisa kerusakan, membongkar dan memasang kembali serta mampu membaca sirkuit sentral telepon dan mampu melayani pengoperasian sentral telepon. Dalam memenuhi tanggungjawabnya Susjurlatamonponlek pada tahun 2003, telah mencapai angkatan IV.

Baca juga:  Pangkosekhanudnas I Kunjungi Satrad 211 Tanjung Kait

Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Montir Radio (Sejursartamonrad) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan dasar serta sikap perilaku kepada siswa agar setelah menyelesaikan pendidikan dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pemula dalam bidang pemeliharaan dan pengoperasian radio. Adapun sasaran pendidikan meliputi memiliki sikap perilaku yang baik sebagai Prajurit Sapta Marga, berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, mengetahui dasar-dasar pengetahuan teknik radio, dapat membantu melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengoperasian radio secara terbatas, dapat membantu menggunakan peralatan dan perkakas yang berhubungan dengan pemeliharaan radio secara terbatas, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas yang diberikan. Pada tahun 2003 Sejursartamonrad telah sampai angkatan V.

Kursus Juru Komunikasi Pasukan (Susjurkom Pas) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada prajurit pasukan untuk dapat melaksanakan tugas sebagai juru komunikasi/operator radio di mandala operasi yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikan, meliputi memiliki sikap perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan sebagai juru komunikasi/operator radio, memiliki ketrampilan tentang Juru Komunikasi/operator radio dan dapat mengoperasikan peralatan radio dengan baik dan benar, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai tuntutan tugas. Kursus Juru Komunikasi Pasukan pada tahun 2003, sampai pada angkatan IV.

Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Juru Komunikasi (Sejursartajurkom) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan dasar kejuruan komunikasi serta sikap perilaku yang perlu kepada para siswa Tamtama TNI AU agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat bertugas sebagai pembantu pelaksana pemula di bidang juru komunikasi. Adapun sasaran pendidikan : memiliki sikap perilaku sebagai prajurit Sapta Marga serta berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggungjawabnya, memiliki sikap disiplin militer, dan mampu melaksanakan tugas sebagai pembantu juru komunikasi dalam lingkungan TNI AU dan penerbangan. Saat ini (2003) Sejursartajurkom telah sampai angkatan VI.

Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Montir Telepon Teleks (Sejursartamonponlek) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan dasar di kejuruan montir telepon teleks, sikap dan perilaku yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta agar memiliki kesamaptaan jasmani yang memadai sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai pelaksana pemula di bidang montir telepon teleks. Adapun sasaran pendidikan memiliki sikap perilaku sebagai prajurit Sapta Marga, berkepribadian, berjiwa Pancasila dan Sumpah Prajurit dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya, mengetahui teori dasar montir telepon teleks, dapat melaksanakan pemeliharaan dan pengoperasian peralatan telepon teleks secara terbatas, mengetahui prosedur dan keamanan kerja, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas sebagai Prajurit TNI AU.

Sejak berdirinya Skadik 202 hingga saat ini (tahun 2003) pucuk pimpinan Komandan Skadik 202 dipegang oleh Mayor Lek Ir. Dwi Sulistya Putra, MT.

 

Halaman 3

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel