Berita Kotama

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 3)

Dibaca: 888 Oleh 12 Feb 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Skadron Pendidikan 203

Pada awal berdirinya Skadron Pendidikan 203, posisi Komandan Skadik 203 dipegang oleh Mayor Lek B. Antar Samodra. Kemudian terhitung mulai tanggal 17 Januari 2003 digantikan oleh Mayor Lek Power Angiat Sihaloho. Skadik 203 dalam melaksanakan pendidikan, tidak jauh berbeda dengan skadik 201 dan 202, memiliki tugas pokok, kewajiban dan fungsi yang sama. Skadik 203 sebagai unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung di bawah Komandan Lanud Sulaiman bertugas melaksanakan pendidikan Sesarjurlek, Sejursarharrad, Sejursarhar Alnavud, Sejurba Jurkom, Sejurba Monponlek dan Sejurba.

Namun berdasarkan Skep Kasau Nomor 14/XI/2002 tentang Refungsionalisasi Skadik maka Skadik 203 mengalami perubahan dalam mengelola pendidikan. Pendidikan yang dikelola oleh Skadik 203 yaitu Sesarlek, Sehar Avionik/Alnavud, Susjurlata Avionik/Alnavud, Sejursarta Avionik/Alnavud.

Sekolah Dasar Kejuruan Elektronika (Sesarjurlek) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dasar dalam bidang elektronika umum serta sikap perilaku sebagai Bintara TNI AU untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun sasaran pendidikan memiliki mental dan disiplin yang baik sebagai Prajurit Sapta Marga, berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, memelihara kesamaptaan jasmani secara berlanjut, mampu menguasai pelajaran listrik dan elektronika secara umum, dan mempunyai ketrampilan menggunakan test instrument dan memelihara secara baik dan benar. Untuk program pendidikan TA 2003, telah mencapai angkatan XXVIII.

Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Alat Navigasi Udara (Sejursarharalnavud) yang mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan serta sikap perilaku sebagai bintara pemelihara alat navigasi udara, agar kelak dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pelaksana dalam bidang pemeliharaan alat navigasi udara dengan baik dan benar. Sedang sasaran pendidikan : memiliki mental dan disiplin yang baik sebagai Prajurit Sapta Marga, berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai tuntutan tugas yang diberikan, dan mampu memeriksa memperbaiki dan memelihara alat bantu navigasi udara dengan tingkat kemahiran 2 atau di bawah pengawasan penyelia. Pada tahun 2003 ini telah sampai angkatan XIV.

Sekolah Kejuruan Dasar Montir Avionik (Sejursartamonavi) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan kejuruan dan ketrampilan dasar avionik serta sikap perilaku yang perlu bagi peserta didik agar setelah menyelesaikan pendidikan ini dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pembantu pelaksana pemula pemeliharaan dan pengoperasian peralatan avionik. Adapun sasaran pendidikan meliputi memiliki sikap perilaku yang baik sebagai prajurit Sapta Marga, berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, memiliki pengetahuan dasar elektronika dan mengenal dasar-dasar avionik, dapat membantu menyiapkan peralatan serta alat ukur untuk pelaksanaan pemeliharaan avionik, dapat menggunakan peralatan dan perkakas yang berhubungan dengan pemeliharaan avionik secara terbatas dengan baik benar dan aman, serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan kedudukannya sebagai Prajurit TNI AU. Sejursartamonavi saat ini (2003) sampai angkatan IV.

Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Montir Avionik (Susjurlatamonavi) yang mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan kejuruan dan ketrampilan lanjutan Avionik serta sikap perilaku yang perlu bagi peserta didik, agar setelahp menyelesaikan pendidikan ini dapat melaksanakan pekerjaan sebagai pembantu pelaksana pemeliharaan dan pengoperasian peralatan Avionik secara terbatas. Adapun sasaran pendidikannya yaitu memiliki sikap perilaku yang baik sebagai Prajurit Sapta Marga, berkepribadian dan berjiwa Pancasila dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, memiliki pengetahuan di bidang elektronika dan Avionik, dapat membantu dan menyiapkan peralatan serta alat ukur untuk pelaksanaan pemeliharaan avionik, dapat menggunakan peralatan dan perkakas yang berhubungan dengan pemeliharaan avionik secara baik, benar dan aman, dapat mengoperasikan peralatan avionik secara terbatas, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan kedudukannya sebagai Prajurit TNI AU. Pada tahun 2003, kursus ini sampai angkatan IV.
 
Skadron Pendidikan 204

Skadron Pendidikan 204 sebagai unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung dibawah Komandan Lanud Sulaiman bertugas menyelenggarakan pendidikan Sejurta Jurkom, Sejurta Mondar, Sejurta Avionik, Sejurta Radar, Susjurlata jurkom, Susjurlata Monponlek, Susjurlata Mondar, Susjurlata Avionik, Susjurlata Radar, Separadas dan Sus Inst Para.

Namun berdasarkan Skep Kasau Nomor 14/XI/2002 tentang Refungsionalisasi Skadik maka mengalami perubahan dalam pengelolaan pendidikan. Pendidikan yang dikelola oleh Skadik 204 yaitu Sesarcab Paskhas, Susbamenjur Paskhas, Sejurba Paskhas, Susjurlata Paskhas, Sejursarta Paskhas, Separadas dan Susinst Para.

Sebagai Komandan Skadron Pendidikan 204 pada saat pertama kali berdiri dipercayakan kepada Mayor Lek Untung Basuki. Kemudian digantikan oleh Mayor Lek Harry Andi Atmoko, yang pelaksanaan serah terima jabatannya dilaksanakan pada tanggal 10 April 2002. Dan kemudian September 2003 diserah terimakan kepada Mayor Psk Roland D. Waha

Sekolah Dasar Kecabangan Pasukan (Sesarcabpas) mempunyai tujuan pendidikan adalah membekali pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku pada perwira Paskhas agar dapat bertugas sebagai pelaksana teknis dan penyelia di bidang taktik dan teknik pasukan khas yang berjiwa Sapta Marga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tugasnya. Adapun sasaran pendidikan yaitu memiliki sikap perilaku yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan tentang taktik dan teknik pasukan khas, memiliki ketrampilan tentang taktik dan teknis pasukan khas, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas. Saat ini (2003), Sesarcabpas ini telah sampai angkatan IX.

Baca juga:  Pimpinan Dandepohar 10

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 3)

Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Pasukan (Susbamenjurpas) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal ketrampilan dan pengetahuan dasar manajemen kejuruan pasukan khas serta dapat bersikap/berperilaku dan mampu bertugas sebagai pengendali pelaksana dengan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikannya meliputi memiliki sikap dan perilaku yang baik sebagai Prajurit TNI dalam melaksanakan tugasnya di kesatuan, sesuai beban dan tanggungjawab yang diberikan, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, memahami pengetahuan dasar manajemen Paskhas AU yang menunjang tugasnya di kesatuan, mampu menggerakkan anggotanya dalam menyelesaikan tugas dengan menanamkan motivasi melalui contoh dan mampu memberikan laporan yang jelas dalam bidang kejuruannya, dan mampu melaksanakan tugas sebagai pengendali pelaksana Paskhas AU.

Sekolah Kejuruan Bintara Pasukan (Sejurbapas) yang mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku TNI AU kejuruan pasukan khas agar dapat bertugas sebagai pelaksana kepala yang berjiwa Saptamarga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai bidang tugasnya. Dengan sasaran pendidikan meliputi memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Paskhas yang berjiwa Saptamarga, memiliki pengetahuan tentang prosedur pimpinan pasukan regu dalam hubungan peleton pasukan Paskhas, memiliki ketrampilan sebagai komandan regu dalam hubungan peleton pasukan Paskhas dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas. Sejurbapas ini pada tahun 2003 telah mencapai angkatan V.

Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Pasukan (Susjurlatapas) yang mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan ketrampilan lanjutan dan perilaku prajurit paskhas agar dapat bertugas sebagai pelaksana yang berjiwa Saptamarga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai bidang tugasnya. Sasaran pendidikannya yaitu memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit pasukan khas yang berjiwa Saptamarga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan lanjutan tingkat satuan kecil pasukan khas memiliki ketrampilan lanjutan taktik dan teknik dalam tingkat kesatuan kecil Paskhas, memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas yang diberikan. Pada TA 2003 Susjurlatapas mencapai angkatan XI.

Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Pasukan (Sejusartapas) yang mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dasar dan perilaku prajurit Paskhas, agar dapat bertugas sebagai pelaksana pemula yang berjiwa Sapta Marga serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai bidang tugasnya. Sasaran pendidikannya sebagai berikut memiliki sikap perilaku sebagai prajurit pasukan khas yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit; memiliki pengetahuan dasar taktik dan teknik dalam tingkat kesatuan kecil Pasukan khas, yang memiliki ketrampilan dasar taktik dalam tingkat kesatuan kecil pasukan khas; memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan tuntutan tugas yang diberikan. Saat ini (2003) Sejusartapas ini telah mencapai angkatan XXVII.

Sekolah Para Dasar (Separadas) yang mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai prajurit peterjun, dilandasi dengan jiwa juang Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta memiliki kesamaptaan jasmani dengan katagori baik. Sasaran pendidikan antara lain meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan matra udara; dapat melaksanakan terjun statik dengan baik, benar dan aman; dan memiliki kesamaptaan jasmani dengan katagori baik.
Pada tanggal 21 Juli 2003 di Lanud Sulaiman dilakukan penyematan Wing Kehormatan oleh Dankodikau Marsda TNI Arief Suparmo kepada Direktur Jenderal Imigrasi Jakarta Drs. H. Iman Santoso, SH,MA,MH sebagai wujud apresiasi TNI Angkatan Udara kepada Direktorat Jenderal Imigrasi yang telah bertekad untuk membangun kerjasama secara sinergis dengan TNI Angkatan Udara. Bersamaan ditutupnya pendidikan Sekolah Para Dasar ke-145 yang diikuti oleh siswa Karbol AAU, PSDP (Prajurit Sukarela Dinas Pendek) dan Akademi Imigrasi.

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 3)

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 3)

PROYEK GANESHA

Sebelum adanya proyek Ganesha TNI Angkatan Udara telah bertekad untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem pendidikan di kalangan TNI AU untuk mengimbangi perkembangan alutsista udara yang selalu di barengi dengan penerapan teknologi mutakhir. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat dan dalam hal ini TNI AU berusaha merintis kerjasama dengan PT Telemedia Nusantara sejak Nopember 1981 dan ditingkatkan lagi pada tanggal 25 Agustus 1982 dengan penandatanganan kontrak jasa konsultan pengembangan sistem pendidikan.

Kontrak jasa konsultan tersebut meliputi pengembangan kurikulum dan penyusunan bahan pendidikan, Kursus Instruktur (ITC), Sekolah Bahasa Inggris Teknik, Aviation Electronic and Electricity Course, Basic Mechanical Skill Course, Instructional System Development serta survey dan penyusunan kebutuhan training aids untuk pendidikan jurusan teknik pesawat terbang, elektronika, senjata dan lain-lain.

Proyek Ganesha adalah kerjasama TNI AU dengan Telemedia Program (Amerika Serikat) untuk pengembangan pendidikan dan transfer tehnologi pendidikan. Dari awalnya Proyek Ganesha, TNI AU dan Telemedia bekerjasama untuk menghasilkan methodologi pendidikan dan material bagi Mekanik dan Teknisi serta Penyelia. Keberhasilan program ini diukur dari peningkatan kemampuan TNI AU untuk mencukupi kebutuhan sendiri dalam pengembangan pendidikan dan program manajemen. Dengan alasan itulah maka program kerjasama dilaksanakan dan dikembangkan mulai April 1983.

Di samping pendidikan-pendidikan elektronika, sejak tahun 1983 Lanud Sulaiman (pada saat masih ada Wing Dik 2) juga diserahi tugas dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dengan sistem ISD (Instructional System Development atau Pengembangan Sistem Pendidikan) yang didukung oleh fasilitas/ peralatan belajar yang lengkap. Proyek Ganesha diarahkan untuk mendidik calon-calon bintara teknisi TNI AU dan merupakan Paket Pendidikan selama kurang lebih 2 tahun melalui pentahapan-pentahapan.

Baca juga:  Yasarini Cabang Lanud Soewondo Gelar Expo Angkasa 2018

Pendidikan personil TNI Angkatan Udara pada hakekatnya merupakan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dalam membentuk pribadi serta mengembangkan mutu kemampuan personil TNI AU. Pendidikan juga merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian pemeliharaan personil sehingga pelaksanaanya tidak dapat dipisahkan dengan penyelenggaraan pembinaan personil lainnya. Oleh karena itu untuk mencapai sasaran dan keberhasilan di dalam penyelenggaraan pendidikan diperlukan suatu sistem. Salah satu sistem pendidikan di TNI AU yang digunakan untuk memperoleh hasil didik sesuai kebutuhan di dalam pembinaan personil TNI AU adalah Instructional System Development (ISD).

Sehubungan dengan kebutuhan personil TNI Angkatan Udara yang kian mendesak dihadapkan dengan pengadaan, perawatan, pemeliharaan, perbaikan serta pengoperasian alutsista yang canggih, diperlukan penyiapan yang mantap di segala aspek kebutuhan yaitu berupa paket pendidikan yang membekali penguasaan bahasa Inggris yang memadai mengingat hampir seluruh referensi yang menyangkut alutsista udara adalah produk luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris.

Kesadaran dan antisipasi mengenai hal tersebut diatas mulai terasa saat para teknisi senior (bintara tinggi) yang mengenyam pendidikan luar negeri di Polandia yang dikenal dengan Proyek Naya mendekati masa purnabakti. Kondisi ini mendorong untuk segera diadakan pembenahan disegala aspek manajerial, struktural maupun operasional. Oleh karena itu kaderisasi personil teknisi merupakan kebutuhan urgen yang harus segera dimulai penyiapan dan pemrogramannya. Alih teknologi pendidikan (the transfer of training technology) merupakan media untuk memberdayakan kualitas sumber daya manusia dengan pembekalan kebahasaan dan keteknikan.

Sejak Tahun 1983 dimulailah alih teknologi pendidikan tersebut dengan diselenggarakannya kerjasama, antara TNI AU dengan PT. Telemedia Nusantara dari Amerika yang lebih dikenal dengan proyek Ganesha, agar TNI AU mampu mandiri dalam mengoperasikan alutsista udara yang, ditangani oleh tenaga terampil dan “qualified” (mumpuni) dibidangnya masing masing. Alih teknologi pendidikan tersebut lebih dikenal dengan pengaplikasian metoda ISD.

Instructional System Deyelopment adalah suatu proses perencanaan dan penyusunan program pengajaran yang dilakukan secara teliti dan teratur agar diperoleh kepastian bahwa siswa dididik dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap mental yang benar benar diperlukan untuk mampu melakukan pekerjaan tertentu dengan baik. Proses ini dapat juga diartikan sebagai pengelolaan program pendidikan dengan pendekatan sistem.

SKADRON PENDIDIKAN MARGAHAYU (halaman 3)

Langkah awal dari perencanaan tersebut memfokuskan pada kesiapan teknisi Instruktur bahasa Inggris Teknik, tenaga ahli kependidikan, piranti keras maupun lunak untuk kebutuhan pendidikan. Tujuan pendidikan ini adalah untuk mengubah tingkah laku, meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan guna mendukung misi. Sedangkan sasarannya adalah agar dapat mengatasi perpermasalahannya sendiri, tanpa ketergantungan orang lain, dalam hal perawatan, perbaikan maupun pengoperasian pesawat terbang dan alutsista lainnya. Selain itu juga menyiapkan instruktur teknik yang merupakan tenaga inti sekaligus sebagai suatu keterpaduan yang harmonis dalam keutuhan dan kesatuan misi antara calon teknisi dan instruktur teknik.

Kaderisasi personil umumnya dan personil teknisi khususnya merupakan langkah strategis untuk pengembangan organisasi di satuan, mengingat semakin banyaknya personil teknisi senior yang mendekati purna tugas. Oleh karena itu pimpinan TNI AU segera melaksanakan kaderisasi dengan pembekalan maupun penguasaan bahasa Inggris umum maupun bahasa Inggris teknik untuk tetap menjaga agar alutsista udara selalu mampu operasional.

Perkembangan iptek yang semakin pesat dan cenderung canggih khususnya di bidang elektronika, perlu disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang profesinya untuk memahami dan dapat mengikuti setiap perkembangan yang ada. Alutsista udara yang sarat dengan kerumitan elektronika menuntut kompetensi dan potensi yang memadai. Sejak TNI AU memiliki pesawat A4, F 5, HS Hawk dan Sky Hawk, radar dan peluru kendali yang merupakan tantangan iptek yang harus dijawab dengan pembekalan yang memadai dari personil yang mengawakinya.

Technical Order dan buku buku petunjuk yang menyertai alutsista TNI AU yang notabene berbahasa Inggris, menuntut personil TNI AU untuk dapat secara aktif menguasai bahasa Inggris umum maupun teknik, secara lisan maupum tertulis guna pelaksanaan tugas di lapangan, di skadron udara, skadron teknik maupun skadron avionik serta teknik pembekalan alutsista udara.

Pada awalnya dilaksanakan pendidikan TELT I (Technical English Language Training I) dikenal dengan Sekolah Bahasa Inggris Teknik Angkatan Pertama dan ATELT (Advance Technical English Language Training I). Bagi mereka yang telah lulus mengikuti pendidikan SBITL maka melanjutkan pendidikan Instructor Training Course (ITC) atau Kursus Pendidikan Instruktur selama 3 bulan.

Pendidikan SBIT angkatan pertama diikuti 40 orang siswa yang berpangkat Prajurit Dua selama 7 bulan. Kemudian 20 orang siswa melanjutkan pendidikan AEEC (Aviation Electronic and Electricity Course dan berkembang menjadi Basic Electronic and Electricity Course) dan 20 orang lainnya melanjutkan ke BMSC (Basic Mechanical Speciality Course) yang berada di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kalijati

Adapun Sekolah sekolah yang dikelola oleh Proyek Ganesha di Lanud Sulaiman yang mengunakan sistem ISD adalah sebagai berikut : Sekolah Bahasa Inggris Teknik, Sekolah Dasar Kejuruan Elektronika, Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Radio, Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Radar Umum, Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Radar darat, Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Radar Udara, Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Alat Bantuan Navigasi dan Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Alat Navigasi Udara.

Baca juga:  Lanud Sim Ikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Integrasi Wingdik 2 ke Lanud Sulaiman

Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor Kep/23/III/ 1985 tanggal 11 Maret 1985 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Kodikau dan jajarannya, maka diintegrasikan Lanuma Sulaiman dan Wingdik 2 menjadi Lanud Sulaiman yang bekedudukan dibawah Kodikau maka tugas pokok Lanud Sulaiman dititik beratkan pada penyelenggaraan pendidikan Elektronika, disamping itu juga menyelenggarakan operasi penerbangan dan pembinaan potensi dirgantara.

Berkaitan dengan Skep diatas maka Wing Dik 2 sejak berdiri tahun 1960 dinyatakan dibubarkan dan seluruh tugas dan fungsinya serta sekolah yang ada di dalamnya dikelola oleh Lanud Sulaiman. Komandan Wing Pendidikan 2 yang terakhir adalah Kolonel Lek Abdullah, sedangkan Komandan Pangkalan pada saat itu dijabat oleh Kolonel Pnb Aries dan Wakil Komandan Pangkalan yang pertama dijabat oleh Letkol Lek Suharbi tahun 1985 – 1987, kemudian seterusnya Kolonel Lek M. Chudhori tahun 1987–1990, Kolonel Lek. Sardjono tahun 1990 – 1992, Kolonel Lek. Soewito Kardisan MSEE tahun 1992 – 1995 , Kolonel Lek I Nengah Sudiarsa tahun 1995-1997, Dan Kolonel Lek Irwan Marwanto mulai Oktober 1997 menduduki jabatan Wadan berakhir tanggal 6 Oktober 1999.

Adapun Komandan Wingdik 2 dalam kurun waktu 1960-1985 adalah Letnan Kolonel Udara Toni Suwartono tahun 1965-1968, Kolonel Udara Kusnadi tahun 1968-1970, Letnan Kolonel Udara Djumadibroto tahun 1970-1976, Kolonel Lek Wasto Sudijat tahun 1976-1979, Kolonel Lek Soegiharto tahun 1979-1982 dan Kolonel Lek Abdullah tahun 1982-1985.

Kemudian berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Kep/ 42/III/1987 tanggal 30 Maret 1987, tugas pokok Pangkalan TNI AU Sulaiman adalah menyelenggarakan pendidikan TNI AU, Operasi Udara, dan pembinaan potensi dirgantara. Struktur organisasi Pangkalan TNI AU Sulaiman sesuai keputusan tersebut terbagi dalam 2 tingkat, yaitu : Tingkat Markas Pangkalan (Malanud) terdiri dari Eselon Pimpinan (Komandan, dan Wakil Komandan) dan Eselon Pembantu Pimpinan Staf (Ruang operasi, Kelompok Ahli, Program Anggaran, Hukum, Sosial politik, Pengadaan, Pemegang Kas, dan Penerangan dan Perpustakaan) serta Eselon Pelayanan (Sentral Komunikasi, Sekretariat).

Di samping itu Eselon Pembantu Pimpinan Pelaksana yaitu Dinas Operasi, Dinas Personil, Dinas Logistik. Tingkat Pelaksana terdiri dari Sesarcabpalek. (Sekolah Dasar Kecabangan Perwira Elektronika); Sedasavi. (Sekolah Dasar Avionik); Sekomnav (Sekolah Komunikasi dan Navigasi); Seradar (Sekolah Radar); Seavi (Sekolah Avionik) Seradum (Sekolah Radar Umum); Seradrat (Sekolah Radar Darat); Seradud (Sekolah Radar Udara); dan Rumah Sakit Tipe IV.

Pendidikan di Lanud Sulaiman memiliki pola pendidikan dengan menggunakan sistem Instructional System Development (ISD) atau Pengembangan Sistem Pengajaran dan non ISD.

Di antara sekolah-sekolah yang masuk kategori ISD adalah SBIT, SBITL, Sesarjurlek, Sejursarharrad, Sejursarhar Albanav, dan Sejursarhar Alnavud, Sejursarhar Radum, Sejursarharradrat (Sekolah Kejuruan dasar Pemeliharaan Radar Darat); Sejursarhar Radud (Sekolah Kejuruan Dasar Radar Udara).

Para mantan pejabat Komandan Sekolah Bahasa Inggris Teknik sejak berdiri tahun 1983 adalah sebagai berikut : Letkol Adm Sugoto Sahlan, Letkol Adm Suwarto, Letkol Sus Roesmantiyo dan Letkol Sus Yudhia Haryono.
Para mantan pejabat Komandan Sekolah Dasar Kejuruan Elektronika adalah Mayor Lek Waluyo, Mayor Lek Nyoman Sutapa dan Mayor Lek Utju Wikatma.

Para mantan pejabat Komandan Sekolah Sejursarharrad yang mulanya dikenal dengan nama Radio Maintenance Basic Speciality Course (RMBSC) adalah sebagai berikut : Letkol Lek Sudarsono, Mayor Psk Suroso, Kapten Lek Dwi Sulistya Putra, Kapten Lek I Made Hartawan dan Kapten Lek Nurwiyadi. Instruktur pertama RMBSC adalah Mr. Ling Dillingham yang berasal dari Texas Amerika Serikat.

Komandan Sejursarhar Radar Umum dan Sejursarhar Radar Darat pernah dijabat oleh Mayor Lek Waluyo, Mayor Lek Viktor Sudarisman, Mayor Lek Hery Kiswanto, Mayor Lek Hariandi Atmoko, Kapten Lek B. Antar Samodra.
Kemudian Komandan Sekolah Kejuruan Radar Udara pernah dijabat oleh Mayor Lek Yohannes Elim, Mayor Lek Suyanto, Lettu Lek Margono, Mayor Lek Ir. Dwi Badarmanto,MT yang merangkap Komandan sekolah Garuda I dan II.

Diantara sekolah yang masuk kategori non ISD adalah. Sekolah Dasar Kecabangan Perwira Elektronika (Sesarcabpalek); Sekolah Dasar Avionik (Sedasavi); Sekolah Komunikasi dan Navigasi (Sekomnav); Sekolah Radar (Seradar); dan Sekolah Avionik.

Beberapa pimpinan yang pernah menjabat sebagai Komandan Sesarcabpalek diantaranya adalah, Letkol Lek Ir. Rusbandi, Letkol Lek Wiji Ahmadi, Letkol Lek Istowo, Mayor Lek Ir Dwi Badarmanto MT, Mayor Lek Untung Basuki dan Mayor Lek Ir. Dwi Sulistya Putra, MT.
Adapun beberapa mantan Komandan Sekomnav diantaranya Letkol Jerry Hardiyanto, Mayor Lek Amir Kamil Mayor Lek Ali Aman Said BSc, Kapten Lek Bambang Arman, Mayor Lek BY Maryadi.
Komandan Seradar Letkol Lek M. Ayeh Ilyas, karena beliau menderita sakit maka Komandan Lanud menunjuk Letkol Lek Yohannes Elim menjabat sementara sebagai Komandan Seradar. Kemudian Jabatan selanjutkan diserahterimakan kepada Mayor Lek Imam Supardi.

Di samping itu komandan Sekolah Dasar Avionik pernah dijabat soleh beberapa perwira diantaranya Mayor Lek Waluyo, Mayor Lek Agus Mudigdo, Mayor Lek Suyanto, Kapten Aritadji, Kapten Lek Ukat Sukatma dan Kapten Lek Sugito

 

Halaman 4

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel