Berita

Skatek 042 Berhasil Hidupkan Pesawat ”US”

Dibaca: 15 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Memelihara atau merawat pesawat supaya tetap bisa dioperasionalkan sesuai fungsinya menjadi keharusan setiap Pangkalan TNI AU yang memiliki skadron udara. Seperti halnya Pangkalan TNI AU Iswahjudi yang memiliki 3 skadron udara ; yakni Skadron Udara 3 dengan pesawat F-16/Fighting Falcon, Skadron Udara 14 dengan pesawat F-5/Tiger, dan Skadron Udara 15 dengan pesawat Hawk MK-53.

 

Dengan 3 jenis pesawat tempur yang berada di 3 Skadron tersebut, Lanud Iswahjudi memiliki tanggung jawab yang cukup berat dalam upaya menjaga tetap operasionalnya pesawat-pesawat tempur tersebut. Untuk itu pelaksanaan perawatan pesawat tempur tersebut dipercayakan pada satu Skadron Teknik (Skatek) yang merupakan satuan jajaran Lanud Iswahjudi. Skadron Teknik yang secara resmi menggunakan nama Skatek 042 sejak 1 Maret 1967 itu saat ini dipimpin oleh Mayor Tek Eko Fibriyanto.

 

Sebagaimana dalam pertelaan tugasnya, Skatek 042 bertugas menyelenggarakan pembinaan pemeliharaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) beserta komponennya. Melihat tugas yang menjadi tanggung jawab Skatek 042 tersebut, maka menghidupkan (Serviceable) pesawat yang tadinya sudah lama tidak bisa diterbangkan (Unserviceable) menjadi tugas yang biasa digeluti setiap hari. Namun demikian tidaklah mudah menjadikan satu pesawat yang Unserviceable (US) menjadi Serviceable (S). Upaya tersebut memerlukan perjuangan yang berat dan butuh waktu yang panjang.

Baca juga:  115 Casis Sekkau Ikuti Seleksi Penerimaan di AAU

 

Seperti baru-baru ini Skatek 042 telah berhasil menghidupkan (serviceable) pesawat Hawk MK-53 yang telah lama tidak bisa diterbangkan karena mengalami kerusakan mesin yang cukup parah. Dalam proses menghidupkan pesawat tersebut para teknisi (Ground Crew) pesawat Hawk MK-53 memerlukan konsentrasi tinggi dan harus mengendalikan kesabaran serta penuh semangat. Hal ini dikarenakan setiap tahan pengetesan mesin pesawat tersebut mengandung tingkat kegagalan sangat tinggi.

 

Sebagai contoh untuk melaksanakan pengetesan mesin yang disebut ground running full performance test, para teknisi dituntut harus teliti, sabar dan penuh konsentrasi, karena proses ini sangat dipengaruhi kondisi udara yang meliputi ; kelembaban, arah dan kecepatan angin yang harus sesuai dengan karakteristik mesin yang harus dilakukan pada saat pengetesan tersebut. Kalau kondisi tersebut tidak terpenuhi maka pengetesan mesin tersebut akan gagal dan tidak bisa serviceable.

 

Sementara kondisi udara tersebut untuk di Lanud Iswahjudi bisa terwujud pada sekitar pukul 03.00 sampai dengan 06.00 WIB. Dengan demikian ketika orang lain masih nyenyak dengan tidurnya, para Ground crew tersebut harus sudah berada di tempat pengetesan mesin untuk melaksanakan tugasnya.

Baca juga:  Yonko 464 Paskhas, Juara Lomba Renang Antar Satuan

 

Hal tersebut di atas barulah satu tahap proses pengetesan mesin. Sementara tahap berikutnya masih banyak dan membutuhkan rentang waktu yang panjang. Seperti halnya masalah setting / mengepaskan ”ring” dalam suatu mesin saja membutuhkan waktu satu sampai dua minggu. Itulah sebabnya setiap teknisi yang bertugas di skatek 042 harus memiliki disiplin tinggi dan loyal terhadap organisasi.

 

Kondisi ini sejalan dengan penekanan yang disampaikan oleh Komandan Skatek 042, bahwa setiap anggota TNI AU yang bertugas di Skatek 042 harus memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dan harus loyal terhadap organisasi (18/6). Tuntutan tersebut sepadan dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Skatek 042 dalam melaksanakan perawatan terhadap 3 jenis pesawat tempur yang ada di Lanud Iswahjudi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel